KOLOMRAKYAT.COM: KENDARI – Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, resmi dipercaya memimpin Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kota Kendari periode 2026–2031.
Siska Karina Imran dikukuhkan sebagai Ketua HKTI Kota Kendari oleh Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) HKTI, H. Abdul Kadir Karding, dalam pelantikan pengurus HKTI 16 ketua DPC HKTI kabupaten/kota se-Sulawesi Tenggara (Sultra) di Aula Serbaguna Kantor Gubernur Sultra, Kamis (10/9/2026).
Usai dikukuhkan, Siska Karina Imran menegaskan komitmennya untuk mendorong peningkatan kesejahteraan petani sekaligus memastikan hak-hak petani di Kota Kendari mendapat perhatian.
“Alhamdulillah, hari ini saya baru saja dikukuhkan menjadi Ketua HKTI Kota Kendari periode 2026–2031,” ujar Siska.
Menurutnya, HKTI harus menjadi wadah yang mampu memperjuangkan kepentingan petani sekaligus mendorong mereka agar semakin mandiri dan berkembang.
Ia berharap para petani di Kota Kendari dapat “naik kelas”, baik dari sisi kesejahteraan maupun kapasitas dalam mengembangkan sektor pertanian.
“Dengan besar harapan, seluruh kesejahteraan dan hak-hak petani tentu kita harapkan harus naik kelas. Tentunya juga bersinergi dengan ketersediaan pangan di Kota Kendari,” katanya.
Siska menyebut, langkah awal yang akan dilakukan setelah pelantikan adalah melakukan konsolidasi internal bersama jajaran pengurus HKTI Kota Kendari.
Pengurus yang telah terbentuk selanjutnya akan segera disahkan, kemudian dilanjutkan dengan rapat internal untuk menyusun program kerja yang dinilai paling relevan dengan kebutuhan petani di Kota Kendari.
“Kita akan langsung koordinasi. Sudah ada pengurus kota dan nanti akan langsung disahkan. Setelah itu kita akan rapat internal untuk menyusun program-program apa saja yang harus kita lakukan untuk program HKTI di Kota Kendari,” jelasnya.
Siska mengatakan, penyusunan program tidak akan dilakukan berdasarkan asumsi. HKTI terlebih dahulu akan melakukan pemetaan kondisi petani di Kota Kendari, mulai dari jumlah, klasifikasi, kebutuhan hingga lokasi aktivitas pertanian.
“Yang pertama tentu kita harus identifikasi, misalkan berapa jumlah petani di Kota Kendari, apa saja klasifikasinya, apa urgensi kebutuhannya, dan juga lokasinya seperti apa,” ungkapnya.
Selain itu, aspek infrastruktur pertanian juga akan menjadi bagian yang diperhatikan dalam pemetaan tersebut. Hasil identifikasi nantinya akan menjadi dasar dalam menentukan program yang akan dijalankan HKTI.
“Dan mungkin ada infrastruktur atau apa, ini tentu kita akan sinergikan dengan program Pemerintah Kota Kendari,” pungkasnya.
Dengan kepemimpinan baru tersebut, HKTI Kota Kendari diharapkan tidak hanya menjadi organisasi petani, tetapi mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperkuat sektor pertanian, meningkatkan kesejahteraan petani, serta mendukung ketahanan pangan di Kota Kendari.
Editor: Hasrul Tamrin











