KOLOMRAKYAT.COM: KENDARI – Pemerintah Kota Kendari mendapat kabar positif dari perkembangan pengendalian inflasi daerah. Tingkat inflasi Kota Kendari pada Agustus 2026 tercatat sebesar 3,66 persen, mendekati angka moderat yang menjadi target pemerintah.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Kendari, Sahuriyanto, mengatakan tren inflasi di Kota Kendari terus menunjukkan perbaikan. Angka inflasi saat ini hanya membutuhkan penurunan sekitar 0,16 persen untuk mencapai angka yang lebih moderat.
“Alhamdulillah bulan ini inflasi kita sudah turun dan mendekati angka moderat, yakni 3,66 persen. Tinggal turun 0,16 persen,” ujar Sahuriyanto, Rabu (2/9/2026).
Meski menunjukkan tren penurunan, Kota Kendari masih tercatat sebagai daerah dengan tingkat inflasi tertinggi dibandingkan kabupaten dan kota lainnya di Sulawesi Tenggara.
Namun, posisi tersebut hanya terpaut tipis 0,06 dengan Kabupaten Kolaka yang mencatatkan tingkat inflasi sebesar 3,60 persen.
Sahuriyanto menjelaskan, tekanan inflasi di Kota Kendari pada Agustus 2026 sebagian besar berasal dari kelompok komoditas non-makanan.
Sebanyak 10 komoditas yang memberikan kontribusi tinggi terbesar terhadap inflasi di Kota Kendari, yaitu angkutan udara, emas perhiasan, bahan bakar rumah tangga, bensin, biaya akademi atau perguruan tinggi, telepon seluler, mobil, ikan kembung, sigaret kretek mesin, serta lemari pakaian.
Selain itu, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya juga turut memberikan tekanan terhadap inflasi sehingga Kota Kendari masih berada pada posisi tertinggi di Sulawesi Tenggara.
Dengan selisih yang semakin tipis menuju angka inflasi moderat, Pemerintah Kota Kendari diharapkan terus memperkuat langkah pengendalian harga dan menjaga stabilitas pasokan komoditas.
Upaya tersebut dinilai penting agar tren penurunan inflasi dapat terus dipertahankan, sekaligus menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas ekonomi daerah.
Editor: Hasrul Tamrin











