Ekobis

Rumah BUMN PLN Muna Dampingi Owner Kopi Kahawa Wuna Agar Naik Kelas

1254
×

Rumah BUMN PLN Muna Dampingi Owner Kopi Kahawa Wuna Agar Naik Kelas

Sebarkan artikel ini
Koordinator Rumah BUMN PLN Muna saat mengunjungi rumah produksi Kopi Kahawa Wuna di Desa Bente. (Foto: LM Nur Alim/KR)
Koordinator Rumah BUMN PLN Muna saat mengunjungi rumah produksi Kopi Kahawa Wuna di Desa Bente. (Foto: LM Nur Alim/KR)

KOLOMRAKYAT.COM: MUNA – Rumah BUMN PLN Muna melakukan pendampingan terhadap Owner Kopi Kahawa Wuna, Wa Ode Rinaliah, di Desa Bente, Kecamatan Kabawo, Kabupaten Muna, Minggu (17 November 2024). Pendampingan ini dilaksanakan untuk meningkatkan usaha pelaku UMKM di wilayah itu.

Koordinator Rumah BUMN PLN Muna, Sitti Muzdalifah, mengatakan, pendamping dilakukan agar pelaku usaha bisa naik kelas sehingga bisa memperluas pasar dan memperbesar omset penjualannya.

“Langkah ini dilakukan agar kualitas produksi Kopi Kahawa Wuna bisa lebih baik lagi di pasaran dan bisa menaikkan pendapatan ekonominya serta melakukan usaha secara legal dan berizin yang benar,” kata Muzdalifah, saat melakukan pendampingan di rumah produksi Kahawa Wuna di Desa Bente, Minggu (17/11/2024).

Baca Juga :  OJK Sultra Semarakkan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2025 dengan Berbagai Ivent Menarik

Owner Kopi Kahawa Wuna, Wa Ode Rinaliah, berimakasih kepada Rumah BUMN PLN Muna yang telah banyak melakukan pendampingan terhadap petani Kopi Kahawa Wuna sehingga produknya bisa naik kelas.

“Sudah ada Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikasi halal dan HAKI serta sering mengikuti ivent pameran pemasaran sehingga bisa meningkatkan ekonomi petani kopi,” ujarnya.

Dirinya menjelaskan, usaha Kopi Kahawa Wuna dengan jenis Robusta yang digelutinya sejak 2019 dengan awalnya menanam kopi di kebun sendiri dan pada 2022 launching prodak kopi Kahawa Wuna.

Baca Juga :  Kalla Toyota Gelar Smart Upgrade Festival dan Trade In di Kendari, Kesempatan Memiliki Mobil Baru

“Kopi Kahawa Wuna bahan bakunya dari kebun sendiri, dipanen kemudian disangrai yang selanjutnya dibuat bubuk kopi yang memiliki cita rasa khas tersendiri,” ungkapnya.

“Dari menanam sampai panen, saat ini kita memiliki kebun kopi sekitar 5 hektar sebagai bahan baku kopi Kahawa Wuna dan terus ditambah,” sambungnya.

Rina menyampaikan, selain pasaran ke Kota Raha dan Kendari, Kopi Kahawa Wuna sudah sampai ke Lampung, amedan, Gorontalo, dan Palu, pemasarannya.

“Produksi Kopi Kahawa Wuna yang sudah disangrai dalam bentuk biji ataupun bubuk dikisaran diatas 50 kilogram dalam sebulan. Dalam sebulan kita kirim ke Kendari 50 kilogram untuk dipasok di Mente Mubarak,” tuturnya.

Baca Juga :  BPJS Ketenagakerjaan Monitoring dan Evaluasi Kepesertaan di Desa hingga Pekerja Rentan di Buton Utara

“Dalam setiap kilogram, kopi Kahawa Wuna dijual dengan harga 175 ribu yang sudah dipaket dalam kemasan bubuk,” tambahnya.

Ia berharap, banyak pihak bisa membantu keberlanjutan usahanya sehingga bisa bersumbangsih pada kemajuan Kabupaten Muna.

“Semoga Rumah BUMN PLN Muna, Pemda Muna dan pihak lain bisa terus membantu rumah produksi kopi Kahawa Wuna,” harapnya.

 

 

 

Laporan: LM Nur Alim
Editor: Hasrul Tamrin

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!