/*
Breaking News
*/
Ekobis

Pengguna QRIS di Sultra Tembus 350 Ribu, BI Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Digitalisasi

17
×

Pengguna QRIS di Sultra Tembus 350 Ribu, BI Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Digitalisasi

Sebarkan artikel ini
Contoh QRIS statis yang bisa dipajang di toko offline Anda.

KOLOMRAKYAT.COM: KENDARI – Transformasi digital sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Sulawesi Tenggara (Sultra) terus menunjukkan perkembangan positif. Salah satu indikatornya terlihat dari semakin tingginya penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai metode pembayaran digital di tengah masyarakat.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Tenggara, Edwin Permadi, mengungkapkan jumlah pengguna QRIS di Sultra kini telah mencapai sekitar 350.000 pengguna. Angka tersebut mencatat pertumbuhan sekitar 23 persen sepanjang tahun ini.

“Untuk pengguna QRIS di Sulawesi Tenggara sudah sampai kurang lebih 350.000 orang. Itu mencapai kenaikan 23 persen untuk tahun ini,” ujar Edwin, pada pembukaan Sultra Maimo. 2026, pada Jumat (7 Agustus 2026).

Menurutnya, peningkatan tersebut menjadi salah satu bukti bahwa digitalisasi sistem pembayaran semakin diterima masyarakat Sultra. Perkembangan ini sekaligus membuka peluang lebih besar bagi pelaku UMKM untuk memperluas pasar dan meningkatkan efisiensi transaksi.

BI Sultra, kata Edwin, akan terus mendorong pemanfaatan QRIS di kalangan pelaku UMKM melalui berbagai kegiatan dan program yang melibatkan masyarakat serta dunia usaha.

Ia berharap berbagai kegiatan yang digelar di Sultra dapat menjadi momentum untuk memperluas penggunaan QRIS, khususnya bagi pelaku UMKM yang selama ini masih mengandalkan transaksi tunai.

Baca Juga :  Pimpinan dan Karyawan Bank Sultra Pererat Silaturahmi Wujudkan Target 2025

“Kami harapkan dengan berbagai kegiatan seperti kegiatan MNEK ini dapat mendorong khususnya pelaku UMKM mempergunakan QRIS sebagai salah satu alat digitalisasi untuk meningkatkan pendapatannya,” jelasnya.

Edwin menilai penggunaan QRIS bukan sekadar menghadirkan kemudahan pembayaran, tetapi juga menjadi bagian penting dari proses transformasi UMKM menuju usaha yang lebih modern, efisien, dan memiliki akses pasar yang lebih luas.

Dengan transaksi digital, pelaku usaha juga memiliki peluang untuk memberikan layanan pembayaran yang lebih praktis kepada konsumen, sekaligus mengikuti perkembangan perilaku masyarakat yang semakin terbiasa menggunakan pembayaran non-tunai.

* UMKM Jadi Tulang Punggung Ekonomi

Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, menyambut positif peningkatan jumlah pengguna QRIS tersebut. Terlebih lagi, perkembangan digitalisasi pembayaran memiliki kaitan erat dengan upaya memperkuat UMKM sebagai salah satu pilar perekonomian daerah.

Ia menegaskan UMKM merupakan tulang punggung perekonomian bangsa karena memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi daerah dan nasional.

“UMKM merupakan tulang punggung perekonomian bangsa. UMKM memiliki peran yang sangat strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat dan memperkuat ketahanan ekonomi,” kata Andi Sumangerukka.

Baca Juga :  Telkomsel Meluncurkan Paket IndiHome Movie Terbaru, Hiburan Digital yang Lebih Lengkap dan Hemat

Menurutnya, pengembangan UMKM dan ekonomi kreatif saat ini tidak lagi sebatas program pemberdayaan masyarakat. Lebih dari itu, penguatan UMKM telah menjadi bagian dari strategi pembangunan daerah dan nasional.

Strategi tersebut diarahkan pada peningkatan produktivitas, hilirisasi, penguatan industri kreatif, hingga pengembangan ekonomi berbasis potensi unggulan daerah.

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, Gubernur menilai pelaku UMKM dituntut tidak hanya menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga harus mampu memanfaatkan teknologi untuk memasarkan produk, mengelola usaha secara efisien, serta memberikan kemudahan transaksi kepada konsumen.

Karena itu, Andi Sumangerukka menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia yang terus mendorong digitalisasi sistem pembayaran melalui penggunaan QRIS di Sulawesi Tenggara.

“Pelaku UMKM tidak cukup hanya memiliki produk yang berkualitas, tetapi juga harus mampu memanfaatkan teknologi untuk memasarkan produknya, mengelola usaha secara efisien dan menghadirkan kemudahan transaksi bagi para konsumen,” ujarnya.

* BI Perkuat Akses UMKM Menuju Pasar Ekspor

Selain mendorong digitalisasi pembayaran, BI Sultra juga terus memperkuat ekosistem UMKM melalui pengembangan akses pasar hingga ekspor.

Baca Juga :  1.293 Lembar Uang Palsu Dimusnahkan oleh Botasupal Sulawesi Tenggara

Edwin mengungkapkan BI Sultra bersama sejumlah instansi, di antaranya Bea Cukai, Badan Karantina Indonesia dan Dinas Koperasi, terus membangun kolaborasi untuk mendukung hadirnya Gerai Ekspor Sultra (GETRA).

Program tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu pintu bagi pelaku usaha daerah untuk meningkatkan kapasitas sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas.

BI Sultra juga telah melakukan berbagai pelatihan bagi pelaku usaha dan masyarakat desa dalam rangka pengembangan kampung ekspor. Salah satu kegiatan tersebut telah dilaksanakan di Kabupaten Konawe Utara.

“Kemarin kita sudah melakukannya di Kabupaten Konawe Utara. Jadi kita harapkan dapat berkembang di beberapa tempat lainnya,” kata Edwin.

Penguatan digitalisasi pembayaran melalui QRIS dan pengembangan akses ekspor tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem UMKM Sultra yang lebih kuat, adaptif, dan berdaya saing.

Dengan jumlah pengguna QRIS yang telah mencapai sekitar 350 ribu orang dan pertumbuhan 23 persen sepanjang tahun ini, BI Sultra optimistis transformasi digital dapat semakin mendorong UMKM naik kelas serta memberikan kontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tenggara.

 

 

Editor: Hasrul Tamrin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!