Konawe Raya

Pemda Konut Gandeng Perusahaan Tambang, Rancang Program PPM Berkelanjutan untuk Kesejahteraan Masyarakat

38
×

Pemda Konut Gandeng Perusahaan Tambang, Rancang Program PPM Berkelanjutan untuk Kesejahteraan Masyarakat

Sebarkan artikel ini
Bupati Konawe Utara H. Ikbar., SH., MH menyampaikan sambutannya pada Rapat Koordinasi PPM di salah satu hotel di Kendari. (Foto: Hasrul/KR)

KOLOMRAKYAT.COM: KENDARI – Pemerintah Kabupaten Konawe Utara (Konut) melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) menegaskan komitmennya untuk menghadirkan investasi berkualitas yang berdampak nyata bagi masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Rapat Koordinasi Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) bersama perusahaan tambang yang digelar di salah satu hotel di Kendari, Rabu (13/5/2026).

Mengusung tagline “PPM Terarah, Dampak Terukur”, forum ini menjadi langkah strategis Pemkab Konut dalam menyusun tata kelola program PPM yang lebih terintegrasi, transparan, dan berkelanjutan.

Bupati Konawe Utara, H. Ikbar.,SH.,MH dalam sambutannya saat membuka rapat ini menegaskan bahwa keberhasilan investasi di daerah tidak boleh hanya diukur dari tingginya produksi tambang maupun nilai ekspor semata, tetapi harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya di wilayah lingkar tambang.

“Kita harus menjawab pertanyaan besar bersama. Apakah masyarakat lingkar tambang semakin sejahtera? Apakah kualitas pendidikan meningkat? Apakah kesempatan kerja masyarakat lokal semakin terbuka? Dan apakah pembangunan hari ini mampu menjadi pondasi masa depan daerah setelah sumber daya alam tidak lagi tersedia,” tegas Ikbar dalam sambutannya.

Menurutnya, Konawe Utara merupakan daerah yang dianugerahi sumber daya alam melimpah dan kini menjadi salah satu pusat perhatian investasi nasional, khususnya di sektor pertambangan dan industri. Sejumlah Proyek Strategis Nasional (PSN) pun tengah berkembang di wilayah tersebut, termasuk kawasan industri hijau dan pengembangan industri hilirisasi nikel.

Baca Juga :  Jibrar Pimpinan Baru Bawaslu Konawe Kepulauan 2023 - 2028

Namun demikian, Ikbar mengingatkan bahwa investasi harus mampu menghadirkan transformasi sosial, bukan sekadar pertumbuhan ekonomi.

“Investasi berkualitas adalah investasi yang memperkuat konten lokal daerah melalui pelatihan vokasi, sertifikasi tenaga kerja lokal, penguatan UMKM dalam rantai pasok industri tambang, hingga pengembangan ekonomi masyarakat menuju transformasi pasca tambang,” ujarnya.

Dalam forum itu, Ikbar juga menyoroti berbagai tantangan pelaksanaan PPM selama ini. Ia menyebut masih ada program yang berjalan secara seremonial dan belum memiliki ukuran dampak yang jelas terhadap masyarakat.

Karena itu, Pemkab Konut mendorong perubahan paradigma pelaksanaan PPM agar lebih fokus pada pembangunan masyarakat jangka panjang.

“PPM ke depan harus terarah, terukur, terintegrasi, transparan, dan berkelanjutan. Kita ingin setiap rupiah yang dikeluarkan benar-benar memiliki dampak nyata yang bisa diukur manfaatnya,” katanya.

Bupati menjelaskan, program PPM nantinya akan diselaraskan dengan agenda pembangunan daerah dan RPJMD Konawe Utara, mulai dari penguatan pendidikan, penurunan kemiskinan ekstrem, pengembangan UMKM, pelatihan tenaga kerja lokal, pembangunan infrastruktur dasar, hingga pengembangan desa lingkar tambang.

Dalam kesempatan itu, Ikbar juga mengungkapkan bahwa Pemkab Konut telah menggratiskan program beasiswa pendidikan dan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi masyarakat.

Baca Juga :  PT SBP Salurkan Bantuan Seragam dan Sepatu ke Sekolah Lingkar Tambang di Konut

Selain itu, melalui kolaborasi bersama perusahaan tambang, pemerintah daerah juga tengah mendorong percepatan pembangunan jalan lingkar kawasan tambang menggunakan dana PPM.

“Insyaallah proses pelaksanaan aspal beton di kawasan lingkar tambang akan segera berjalan melalui dukungan dana PPM perusahaan,” ungkapnya.

Untuk memperkuat pengawasan program, Pemkab Konut kini tengah membangun sistem tata kelola PPM yang lebih modern dan akuntabel, termasuk melalui penguatan regulasi, sinkronisasi program, pembentukan forum tahunan PPM, dashboard monitoring, hingga pengukuran dampak program secara berkala.

Ikbar menegaskan, keberhasilan pembangunan daerah tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah maupun perusahaan, tetapi membutuhkan kolaborasi seluruh pihak.

“Kami mengajak seluruh stakeholder, perusahaan, aparat penegak hukum, akademisi, NGO, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen daerah untuk membangun komitmen bersama mewujudkan tata kelola PPM yang lebih baik di Konawe Utara,” pungkasnya.

Pada kesempatan itu, Ketua Satgas PAD Konawe Utara yang juga Wakil Bupati Konawe Utara, Abuhaera, turut menyoroti pentingnya optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pertambangan demi mendukung kesejahteraan masyarakat.

Ia menilai potensi PAD Konawe Utara sangat besar jika seluruh kewajiban perusahaan berjalan maksimal dan taat terhadap pembayaran pajak daerah.

“Kalau semua ini berjalan bagus, saya yakin PAD Konawe Utara akan sangat besar dan bisa kembali untuk kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga :  DLH Konsel Buka Suara Soal Dugaan Kerusakan Mangrove di Moramo, Tegaskan Kewenangan Berlapis hingga Pusat

Abuhaera mencontohkan potensi penerimaan daerah dari aktivitas tongkang perusahaan tambang yang melintasi jalan kabupaten. Menurutnya, jika satu tongkang dikenakan kontribusi Rp10 juta dan terdapat ribuan tongkang dalam setahun, maka nilainya bisa mencapai miliaran rupiah.

Selain itu, ia juga menyinggung potensi pajak dari aktivitas konsumsi ribuan karyawan perusahaan tambang yang dinilai dapat menjadi sumber PAD signifikan apabila dikelola optimal.

“Kalau seluruh potensi itu dimaksimalkan, target PAD ratusan miliar rupiah per tahun bukan hal yang mustahil,” katanya.

Ia berharap seluruh perusahaan dapat lebih taat dalam memenuhi kewajiban pajak dan mendukung pembangunan daerah secara berkelanjutan.

“Intinya kalau PAD berhasil, kami ingin kesejahteraan masyarakat Konawe Utara benar-benar meningkat,” pungkasnya.

Untuk memperkuat pengawasan program, Pemkab Konawe Utara kini juga tengah membangun sistem tata kelola PPM yang lebih modern dan akuntabel, termasuk melalui penguatan regulasi, sinkronisasi program, forum tahunan PPM, hingga dashboard monitoring program secara berkala.

Pemerintah daerah pun mengajak seluruh stakeholder, mulai dari perusahaan, akademisi, aparat penegak hukum, NGO, hingga tokoh masyarakat untuk bersama-sama membangun tata kelola investasi dan PPM yang lebih baik di Konawe Utara.

 

 

Laporan: Hasrul Tamrin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!