KOLOMRAKYAT.COM: KENDARI – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Anoa Kendari atau Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Kendari di bawah kepemimpinan baru terus berbenah dan memetakan permasalahan demi memaksimalkan pelayanan air bersih kepada masyarakat.
Beberapa aspek yang kini terus di tata dan di perbaiki oleh manajemen dan karyawan PDAM Tirta Anoa adalah waktu atau jadwal aliran air kepada pelanggan dan pipa saluran air, baik yang menuju ke rumah-rumah milik warga maupun pipa iduk dari penampungan banyak yang mengalami kerusakan.
Direktur Utama Perumda Tirta Anoa Kendari, Zainuddin mengatakan, sebelumnya waktu alir air ke pelanggan bisa lima sampai sepuluh hari baru ada atau di dapatkan warga, sekarang sistemnya dibagi per wilayah. Dimana waktu alir selang seling setip hari per wilayah.
“Misalnya hari ini di wilayah Wua-wu dan Mandonga, setelah itu pindah kita alirkan ke wilayah Kota Lama atau Kecamatan Kendari-Kendari Barat. Dari Wua-wua sampai Kota Lama itu satu kali aliran. Upaya itu kita coba lakukan agar tidak terjadi kekosongan di bak penampungan cadangan air atau reservoir, dan mempersingkat waktu aliran air ke masyarakat pelanggan,” katanya, Rabu (12/6/2024).
Dia menyampaikan, beberapa bulan terakhir ini banyak masyarakat yang mengeluhkan sulit mendapatkan air karena memang topografi wilayah, seperti Wua-wua merupakan wilayah ketinggian menyebabkan air sulit untuk naik. Apalagi, sebelumnya sistem pengaliran dilakukan berjam-jam sehingga menyebabkan kekosongan di reservoir, dan waktu pengisian membutuhkan waktu 6 sampai 10 jam.
“Makanya sekarang itu kami usahakan jangan ada kekosongan di reservoir, harus terisi, kalaupun tidak ada pengaliran minimal itu pipa harus terisi dulu, karena dari reservoir untuk sampai ke rumah warga di wilayah Wua-wua butuh waktu 4 jam baru sampai air,” terangnya.
Zainuddin juga menegaskan kepada petugas lapangan agar selalu memperhatikan wilayah-wilayah yang sudah mendapatkan aliran air, misalnya hari ini di wilayah dataran seperti Kota Lama sudah mendapatkan aliran, besoknya lagi di prioritaskan di wilayah yang belum dapat.
“Kalau hari ini dilakukan pengaliran di wilayah daerah kerendahan besoknya harus di daerah ke ketinggian, begitu pun sebaliknya, kenapa demikian dilakukan, supaya air bisa lebih kencang mengalir,” bebernya.
Namun satu hal yang menjadi catatannya, selama ia menjabat sebagai direktur Perumda Tirta Anoa sejak dilantik oleh Pj Wali Kota Kendari pada 27 Maret 2024 lalu, menemukan adanya kehilangan air cukup besar. Dimana air yang keluar dari reservoir atau penampungan kurang lebih 14 ribu liter kubik perbulan, namun yang terbayar oleh masyarakat hanya sekitar 3.700 liter kubik.
Kurang lebih ada 10 ribu liter air dari reservoir atau penampungan PDAM hilang, itu entah lari kemana, apakah ada kebocoran pipa atau ada pelanggan siluman. Untuk mengatasi kebocoran tersebut, dia kini sudah membentuk tiga tim khusus untuk menelusuri kebocoran itu saat ada pengaliran air.
“Soal kehilangan air itu, yang kami khawatirkan atau kami duga ada tiga faktor kemungkinan, yaitu pelanggan gelap (tidak tercatat sebagai pelanggan tapi ambil air), ke dua kebocoran pipa, dan ketiga meteran rusak. Nah, sekarang itu yang sedang kita benahi untuk memaksimalkan pendapatan kita,” ungkapnya.
Dia juga menyatakan bahwa salah satu pekerjaan yang harus dituntaskan ke depan adalah jaringan pipa dimana rata-rata pipa yang digunakan sudah berumur puluhan tahun, sehingga menyebabkan banyak kebocoran. Sehingga itu yang harus diperbaiki dalam rangka kelancaran pengaliran air bersih.
“Olehnya itu, kami menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, dimana mungkin sebelumnya mendapatkan pelayanan air bersih secara kontinu menjadi berkurang atau terganggu, karena sekarang ini kita masih dalam proses evaluasi atau mencari pola pengaliran,” tandasnya.
Laporan: Hasrul Tamrin











