Pemkot Kendari

Inflasi Kendari Terkendali di Akhir Tahun 2024, Stok Beras Melimpah dan Konsumsi Masyarakat Stabil

490
×

Inflasi Kendari Terkendali di Akhir Tahun 2024, Stok Beras Melimpah dan Konsumsi Masyarakat Stabil

Sebarkan artikel ini
Pj Wali Kota Kendari, Parinringi (tengah) saat usai menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Inflasi di Kantor BPS Kota Kendari. (Foto: Ist/KR)
Pj Wali Kota Kendari, Parinringi (tengah) saat usai menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Inflasi di Kantor BPS Kota Kendari. (Foto: Ist/KR)

KOLOMRAKYAT.COM: KENDARI – Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, berhasil mempertahankan stabilitas harga di penghujung tahun 2024, dengan inflasi Year-on-Year (y-o-y) pada bulan Desember tercatat sebesar 0,67 persen. Hal ini terungkap dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Inflasi yang dihadiri oleh Penjabat (Pj) Wali Kota Kendari, Parinringi, di Kantor Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kendari, Kamis (2/1/2025).

Pj Wali Kota Kendari, Parinringi, dalam kesempatan tersebut, menyampaikan bahwa beberapa komoditas yang sering menjadi penyumbang inflasi, seperti beras, saat ini masih terkendali. Bahkan, menurutnya, beberapa pedagang terpaksa menurunkan harga karena stok beras yang menumpuk dan ada yang hampir busuk.

Baca Juga :  Sekda Kota Kendari Perintahkan Seluruh Pejabat Pemkot Bantu di Seluruh Wilayah Titik Banjir

“Beras sebagai penyumbang utama inflasi di Kota Kendari tetap normal, bahkan ada pedagang yang terpaksa menurunkan harga karena stok beras yang menumpuk dan ada yang hampir busuk,” ujarnya.

Kepala BPS Kota Kendari, Sultriawati Efendy, menjelaskan bahwa inflasi y-o-y Kota Kendari sebesar 0,67 persen disebabkan oleh kenaikan harga pada beberapa kelompok pengeluaran. Kelompok makan, minum, dan tembakau mengalami kenaikan sebesar 3,25 persen, diikuti oleh kelompok pelengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,46 persen.

Baca Juga :  Pj Wali Kota Kendari Tunjuk Plt Kasat Pol PP Pengganti Samsu Alam Beserta Dua Plt Lain

“Kenaikan juga terjadi pada kelompok kesehatan (0,34 persen), relasi, olahraga, dan budaya (2,67 persen), pendidikan (1,52 persen), penyediaan makanan dan minuman/restoran (2,34 persen), dan perawatan pribadi dan jasa lainnya (3,07 persen),” ungkap kepala BPS dalam presentasinya.

Meskipun terjadi fluktuasi harga di beberapa komoditas, sektor konsumsi masyarakat di Kota Kendari terlihat tetap stabil. Hal ini menunjukkan bahwa pengaruh pola konsumtif akhir tahun tidak terlalu signifikan.

Baca Juga :  Masyarakat Toraja di Kendari Peringati Hari Kastor ke 59, Dihibur Artis Jebolan Indonesian Idol

Para peserta Rakor Inflasi sepakat untuk terus memperkuat koordinasi antarinstansi dalam mengantisipasi potensi lonjakan harga pada awal tahun 2025.

Pemerintah Kota Kendari melalui Pj Wali Kota Kendari, Parinringi, berkomitmen untuk memantau dan mengendalikan inflasi agar tidak berdampak negatif pada kehidupan ekonomi masyarakat. Upaya ini termasuk pengawasan terhadap harga barang kebutuhan pokok serta menjaga ketersediaan pasokan barang agar tidak ada kelangkaan yang dapat memicu lonjakan harga.

 

 

 

 

 

Editor: Hasrul Tamrin

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!