KOLOMRAKYAT.COM: KENDARI – Dalam rangka menyambut masa angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas IIA Sulawesi Tenggara menggelar kegiatan rapat koordinasi teknis (Rakornis) dan sosialisasi keselamatan transportasi darat yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) perhubungan se-Sulawesi Tenggara, Senin (22/12/2025).
Kepala BPTD Sulawesi Tenggara, Husni Mubarak, menyatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menyerap edukasi berdasarkan bukti lapangan (evidence) dan pengalaman kecelakaan yang terjadi di seluruh Indonesia.
BPTD Sultra menggandeng Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) melalui Subkomite Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) untuk memberikan pemaparan langsung kepada para peserta.
Husni menjelaskan bahwa materi yang disampaikan bukan sekadar teori, melainkan hasil evaluasi dari berbagai kasus kecelakaan di jalan raya.
Salah satu poin krusial yang ditekankan adalah pentingnya melakukan pengecekan kendaraan sebelum keberangkatan.
“Hanya butuh waktu 5 menit untuk mengecek apakah kendaraan layak jalan atau tidak. Pengalaman menunjukkan bahwa pengecekan sebelum keberangkatan memiliki pengaruh yang sangat signifikan dalam menurunkan angka kecelakaan,” ujar Husni Mubarak, dalam Rakernis dan Sosialisasi Keselamatan Berkendara di Claro Kendari.
Sasar seluruh Stakeholder dan Media
Edukasi ini tidak hanya ditujukan bagi instansi pemerintah, tetapi juga menyasar para pelaku usaha transportasi (transporter), masyarakat umum, hingga rekan-rekan media.
Peran media diharapkan dapat membantu menyebarluaskan pesan keselamatan ini kepada masyarakat luas.
Keselamatan sebagai prioritas utama
Melalui kegiatan Rakornis ini, Husni menegaskan bahwa keselamatan harus menjadi landasan utama dalam menjalankan tugas, khususnya selama periode Nataru dan seterusnya.
“Tujuan besar kita adalah keselamatan menjadi prioritas utama, baik di masa angkutan Nataru maupun dalam tugas sehari-hari ke depannya di sektor perhubungan darat,” pungkasnya.
Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan kesadaran akan kelaikan kendaraan meningkat, sehingga risiko kecelakaan lalu lintas di wilayah Sulawesi Tenggara dapat diminimalisir.
Editor: Hasrul Tamrin











