KOLOMRAKYAT.COM: KENDARI – Forum Ekonomi Sulawesi Tenggara (FORKESTRA) 2024 yang digelar selama dua hari, 25-26 September 2024, sukses menjadi wadah untuk melahirkan ide-ide inovatif guna mendorong pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tenggara (Sultra) yang berkelanjutan.
FORKESTRA 2024 merupakan rangkaian kegiatan festival ekonomi inisiatif KPwBI Provinsi Sulawesi Tenggara yang bertujuan untuk memperoleh ide-ide yang didukung keilmuan yang baik untuk mendorong perekonomian Sulawesi Tenggara. Kegiatan ini sudah dilakukan sejak tahun 2020 yang sebelumnya dinamakan “Sultra Ecofest”.
“Forkestra 2024 dibagi menjadi empat kegiatan utama, yaitu Capacity Building Penulisan Opini Ilmiah, Lomba Opini Ilmiah, Diskusi Panel lintas Otoritas, dan Seminar Nasional,” ungkap Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tenggara, Doni Septadijaya.
Pada lomba Opini Ilmiah Forkestra 2024 mencatat peningkatan pesat dari jumlah peserta yang mengirimkan karya-karyanya.
“Tahun ini, kami menerima 367 submission opini ilmiah, meningkat 2 kali lipat dibandingkan tahun lalu. Hal ini menunjukkan antusiasme yang tinggi dari para peserta, baik mahasiswa maupun umum,” terang Doni.
Forkestra 2024 mengangkat tema “Mendorong Aglomerasi Industri dan Kerjasama Antar Daerah untuk Meningkatkan Perekonomian Sulawesi Tenggara yang Berkelanjutan”. Sejalan dengan tema tersebut, Diskusi Panel mengundang 3 narasumber nasional dari Kemenko Marves, Chief Economist BNI, dan Guru Besar Sekolah Bisnis IPB, serta juara kompetisi opini ilmiah kategori umum dan mahasiswa.
“Diskusi Panel diikuti oleh 237 peserta dari berbagai latar belakang, termasuk pemangku kebijakan di daerah, perbankan, pelaku usaha, organisasi peneliti, dan akademisi,” tambah Doni.
Puncak acara Forkestra 2024 adalah Seminar Nasional yang menghadirkan 3 narasumber nasional, yaitu Prof. Rhenald Kasali, Bappenas, dan e-Fishery. Seminar ini juga dirangkaikan dengan penandatanganan kerjasama antar daerah yang melibatkan Pemda Kota Kendari dan Kabupaten Buton Selatan untuk komoditas pertanian dan perikanan.
“Kerjasama antar daerah ini merupakan implementasi Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) 2024,” jelas Doni.
Seminar Nasional dihadiri oleh berbagai stakeholder, termasuk KaKPwBI Sultra, Kepala Biro Ekonomi Provinsi Sultra, Pj. Walikota Kendari, Sekda Kabupaten Buton Selatan, DKP Kendari, Kepala DJPb, Kepala Bulog, Kepala BMKG, Perwakilan OJK, Dosen Mitra BI Sultra, BRIDA, WALHI, Media Massa, dan Civitas Academica dengan total peserta sebanyak 974 orang.
Doni berharap Forkestra 2024 dapat menginspirasi seluruh lapisan masyarakat Sultra untuk berkontribusi aktif dalam memajukan daerah melalui ide dan inovasi. “Ke depan, kita masih menghadapi banyak tantangan. Ide dan inovasi para generasi muda sangat diperlukan untuk mencapai Indonesia emas tahun 2045,” pungkasnya.
Editor: Hasrul Tamrin











