/*
Breaking News
*/
Hukum & Kriminal

Dr. Sofyan Laporkan Akun Medsos Tiktok Tie Saranani Dugaan Pencemaran Nama Baik

672
×

Dr. Sofyan Laporkan Akun Medsos Tiktok Tie Saranani Dugaan Pencemaran Nama Baik

Sebarkan artikel ini
Dr. Sofyan saat melaporkan akun Medsos Tiktok Tie Saranani atas dugaan pencemaran nama baik di Mapolda Sultra. (Foto: Ist/KR)
Dr. Sofyan saat melaporkan akun Medsos Tiktok Tie Saranani atas dugaan pencemaran nama baik di Mapolda Sultra. (Foto: Ist/KR)

KOLOMRAKYAT.COM: KENDARI – Dunia media sosial kembali menjadi medan panas perseteruan. Seorang pensiunan Polri, Dr. Sofyan, resmi melaporkan salah satu akun media sosial Tiktok bernama Tie Saranani ke Ditreskrimsus Polda Sulawesi Tenggara atas dugaan pencemaran nama baik dan fitnah melalui unggahan di platform TikTok, Sabtu (1/3/2025).

Laporan itu dilayangkan setelah beredarnya video di akun Tiktok bernama Tie Saranani 20 yang menyudutkan Dr. Sofyan. Dalam video tersebut, akun Tie Saranani diduga menuding Sofyan—yang kini menjabat sebagai Sekretaris Badan Pengurus Wilayah Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (BPW KKSS) Sultra telah melakukan praktik jual beli jabatan di lingkungan Pemda Sultra, termasuk posisi strategis di Rumah Sakit Bahteramas.

Baca Juga :  Cooling System Pasca Pilkada, Personel Ops Sikat Anoa 2024 di Kendari Amankan Tiga Pelaku Pembawa Senjata Tajam

“Sekretaris KKSS yakni Pak Sofyan dengar-dengar sudah ambil uangnya B, uangnya C. Dia ambil uangnya itu dengan cara beragam. Misalnya, untuk menjadi kepala Rumah Sakit Bahteramas saja minimal 500 jetong,” demikian pernyataan pemilik akun yang diunggah melalui akun Tiktok pribadinya.

Menanggapi hal itu, Sofyan menilai tuduhan tersebut tidak hanya mencemarkan nama baiknya secara pribadi, tetapi juga merusak kredibilitas organisasi yang ia naungi.

Baca Juga :  Jasa Raharja Jamin Seluruh Korban Tertabrak Truk Trailer di Exit Tol Bawen Semarang

“Pernyataan dalam video itu tidak benar dan berpotensi menyesatkan masyarakat,” ujar Sofyan dalam keterangannya.

Dalam laporannya, Sofyan mendasarkan aduannya pada Pasal 27 ayat (3) jo Pasal 45 ayat (3) Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) tentang pencemaran nama baik melalui media elektronik, serta Pasal 310 dan 311 KUHP tentang fitnah.

Baca Juga :  Kapolda Sultra Terus Ingatkan Personel Jaga Kamtibmas dan Fokus Pengamanan Pilkada 2024

Ia juga menambahkan unsur ujaran kebencian berdasarkan Pasal 28 ayat (2) UU ITE dan Pasal 156 KUHP.

Sebagai bukti, Sofyan melampirkan rekaman video unggahan video dari akun Tiktok serta tangkapan layar komentar yang mendukung narasi dalam video tersebut.

“Kami berharap laporan ini diproses secara hukum agar ada efek jera bagi pelaku pencemaran nama baik di media sosial,” tutup Sofyan.

 

 

 

Editor: Hasrul Tamrin

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!