Kampus

Dosen UHO Kolaborasi Internasional Tingkatkan Produktivitas Wilayah Pesisir Melalui Penerapan LEISA

134
×

Dosen UHO Kolaborasi Internasional Tingkatkan Produktivitas Wilayah Pesisir Melalui Penerapan LEISA

Sebarkan artikel ini
Foto bersama seluruh peserta PKM Kolaborasi Internasional dalam penerapan LEISA untuk peningkatan ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat pesisir di Soropia, Kabupaten Konawe. (Foto: Ist/KR)

KOLOMRAKYAT.COM: KENDARI – Universitas Halu Oleo (UHO) di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan pertanian berkelanjutan di wilayah pesisir.

Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) berbasis kolaborasi internasional, tim dosen UHO menerapkan pendekatan Low External Input Sustainable Agriculture (LEISA) untuk meningkatkan produktivitas dan ketahanan ekonomi masyarakat pesisir di Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe.

Program ini melibatkan kerja sama dengan mitra akademik dari Universitas Kebangsaan Malaysia, sebagai langkah strategis memperluas penerapan teknologi pertanian ramah lingkungan yang sesuai dengan kondisi ekologi pesisir.

Pendekatan LEISA dipilih karena mampu mengoptimalkan sumber daya lokal, mengurangi ketergantungan pada input kimia, serta menjaga kualitas tanah dan lingkungan.

Baca Juga :  Jasa Raharja Datangi Kampus Seksi di Kendari Edukasi Keseluruhan Berlalu Lintas
Ketua Tim PKM, Dr. Syamsu Alam, S.P., M.Sc memaparkan pentingnya penerapan LEISA dalam meningkatkan produktivitas wilayah pesisir. (Foto: Ist/KR)

Ketua Tim PKM, Dr. Syamsu Alam, S.P., M.Sc, menjelaskan bahwa pertanian pesisir menghadapi berbagai tantangan seperti nutrisi tanah terbatas, salinitas tinggi, serta minimnya akses terhadap sarana produksi pertanian.

“Melalui penerapan model LEISA, kami mendorong masyarakat memanfaatkan bahan-bahan lokal menjadi pupuk bokashi, pupuk organic cair, ataupun Biochar untuk meningkatkan kesuburan lahan. Metode ini terbukti efektif sekaligus ekonomis bagi petani pesisir,” ujarnya.

Baca Juga :  Plt Rektor UHO Lantik 29 Pejabat Nonstruktural, Berikut Daftarnya

Selama kegiatan berlangsung pada Oktober 2025, tim melakukan pelatihan intensif kepada kelompok-kelompok tani pesisir mengenai pembuatan pupuk organik, manajemen tanah berkelanjutan, serta teknik budidaya hortikultura adaptif. Selain itu, dilakukan pula demonstrasi plot untuk memastikan masyarakat dapat melihat langsung manfaat sistem LEISA terhadap pertumbuhan tanaman, efisiensi air, dan peningkatan hasil panen.
Prof (Associate). Dr. Azlan Abas (tengah) dari UKM saat memberikan materi. (Foto: Ist/KR)

Kolaborasi Internasional dalam program ini memberikan nilai tambah berupa pertukaran pengetahuan, teknologi, dan pengalaman lapangan yang memperkaya inovasi pertanian lokal.

Mitra internasional juga turut memberikan masukan terkait rekayasa ekologi lahan pesisir, diversifikasi produk, serta alternatif pendekatan ekonomi sirkular berbasis masyarakat.

Baca Juga :  Hadir pada Seminar di Unsultra, Sekda Kota Kendari Ajak Mahasiswa Tanggap Bencana

Masyarakat pesisir Soropia menyambut baik kegiatan ini. Para petani merasa pola LEISA lebih mudah diterapkan dibandingkan metode konvensional yang memerlukan biaya tinggi.

“Kami lebih hemat biaya dan hasil tanaman juga terlihat lebih sehat,” ujar Aljupri salah satu peserta pelatihan.

Penerapan LEISA diharapkan tidak hanya meningkatkan produktivitas pertanian, tetapi juga menjadi model pembangunan berkelanjutan yang memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat pesisir di Sulawesi Tenggara.

Program pengabdian ini sekaligus mempertegas peran UHO sebagai perguruan tinggi yang aktif mengembangkan inovasi berorientasi lingkungan dan masyarakat, serta menjadi pusat kolaborasi internasional untuk pertanian berkelanjutan.

 

 

Editor: Hasrul Tamrin

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!