/*
Breaking News
*/
Muna Barat

Dana BUMDes Desa Wuna Mubar 70 Juta Diduga Dipinjamkan Ke Oknum Caleg, BUMDes Mati Suri

1252
×

Dana BUMDes Desa Wuna Mubar 70 Juta Diduga Dipinjamkan Ke Oknum Caleg, BUMDes Mati Suri

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi (Sumber: Ciciai.com)
Ilustrasi (Sumber: Ciciai.com)

KOLOMRAKYAT.COM: MUNA BARAT – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Wuna, Kabupaten Muna Barat (Mubar), kini dinilai dalam keadaan “Mati Suri”. Segala bentuk usaha yang dibangun tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Padahal, pemerintah desa setempat telah menggelontorkan anggarkan dari dana desa (DD) yang mencapai ratusan juta, namun tidak berjalan sebagaimana mestinya. Ironisnya, anggarkan yang telah digelontorkan diduga sebanyak Rp70 juta telah dipinjamkan pada salah satu oknum calon anggota legislatif (Caleg) pada Pemilu 2024 yang lalu.

Salah seorang warga Desa Wuna yang enggan disebutkan namanya menceritakan bahwa BUMDes di Desa Wuna tersebut bermasalah, pasalnya BUMDes tersebut sudah tidak berjalan dan pengelolaannya tidak sesuai dengan bidang usaha yang seharusnya.

“BUMDes Desa Wuna itu sudah tidak berjalan pengelolaannya, padahal anggarannya sangat banyak, usaha BUMDes ini bergerak di bidang pertanian, tapi uangnya malah dikasih pinjam kepada Caleg sebanyak Rp70 juta rupiah pada saat pemilihan legislatif Tahun 2024 lalu,” ungkapnya, Selasa (27/5/2028).

Baca Juga :  Bupati Muna Barat Dorong Peningkatan Produksi Jagung dengan Dukungan Alsintan

Selain itu, ia juga mengaku sudah mempertanyakan kwitansi pinjaman salah satu oknum Caleg tersebut pada bendahara BUMDes.

“Saya pernah tanyakan kwitansi di bendahara BUMDes namun katanya kwitansi tersebut sudah diberikan pada kepala desa,” ungkapnya.

Saat dikonfirmasi, Kepala Desa Wuna, Samrudni, mengaku tidak mengetahui perkara uang pinjaman tersebut.

“Saya tidak mengetahui hal itu, jadi saya harus konfirmasi dulu pada Ketua BUMDesnya,” ujarnya, Selasa (27/5/2025).

Selain itu, ia menjelaskan bahwa tahun 2024 lalu dana penyertaan BUMDes yang bersumber dari DD tersebut berjumlah lebih dari Rp100 juta, serta bidang usahanya bergerak di bidang pertanian.

“Setahu saya usaha BUMDes Wuna bergerak di bidang pertanian yaitu pengadaan bibit dan pupuk untuk dijual di masyarakat, bukan simpan pinjam,” ungkapnya.

Ia juga mengaku bahwa belum melakukan evaluasi terhadap pengurus BUMDes sehingga laporan pertanggungjawaban belum dilakukan.

Baca Juga :  Akses dan Pemahaman Layanan Leuangan Lebih Rendah, OJK Sultra Sasar 8 Desa di Muna Barat Beri Literasi dan Inklusi Keuangan

“Makanya saya harus ketemu dulu ketua BUMDesnya, karena masyarakat juga sudah melaporkan terkait itu kepada saya, tapi saat ini ketua BUMDes masih di Kendari,” tuturnya.

Sementara itu, Eks Ketua BUMDes Desa Wuna, La Munduru juga mengatakan bahwa tidak mengetahui perkara pinjaman tersebut.

“Saya tidak mengetahui persoalan pinjaman itu dan BUMDes itu tidak bergerak di bidang simpan pinjam, makanya saya juga kaget ada informasi pinjaman Rp70 juta itu,” akunya saat dikonfirmasi, melalui sambungan telepon, Rabu (28/5/2025).

Selain itu, ia juga mengaku bahwa dirinya tidak lama menjabat jadi Ketua BUMDes, karena dirinya sudah pindah domisili di Kendari.

“Saya tidak lama menjabat sebagai ketua hanya berjalan sekitar 4 bulan, karena saya sudah berdomisili di Kendari, sehingga secara administrasi sebagai ketua gugur dengan sendirinya, jadi yang mengetahui persis pengelolaan BUMDes adalah bendahara dan sekertaris,” ujarnya.

Baca Juga :  LM Dahrit Terpilih jadi Kepala Desa PAW Wantiworo, Ajak Seluruh Elemen Masyarakat Bangun Desa

Ia menjelaskan perjalanannya selama menjadi ketua BUMDes bahwa keterlibatannya dalam pengelolaan hanya pada saat pencairan pertama, dengan kisaran pencairan lebih dari Rp20 juta rupiah.

Terpisah, Bendahara BUMDes Desa Wuna, Liana, saat dikonfirmasi membantah terkait informasi pinjaman tersebut. Ia mengakui, saat ini memang BUMDes Desa Wuna sudah tidak berjalan sebagaimana mestinya, namun semua barang belanjaan masih tersimpan rapi di sekretariat.

“Tidak ada yang meminjamkan uang BUMDes, barang belanjaan masih tersimpan,” akunya.

Kemudian, Liana juga mengungkapkan bahwa anggaran penyertaan modal BUMDes tahun lalu sejumlah Rp170 juta rupiah, namun saat ini sisa kasnya senilai Rp30 juta.

“Anggaran pernyataan modal BUMDes tahun lalu sejumlah Rp170 juta, namun saat ini sisa kasnya sebanyak 30 juta. Dana yang Rp140 jutanya sudah dibenjakan, silakan diperiksa saja di gudangnya,” pungkasnya.

 

 

Laporan: Taohae
Editor: Hasrul Tamrin

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!