Muna

Bupati Muna Ingatkan Pemilik Kapal Cepat PT Dharma Indah Agar Bersaing Secara Sehat

2420
×

Bupati Muna Ingatkan Pemilik Kapal Cepat PT Dharma Indah Agar Bersaing Secara Sehat

Sebarkan artikel ini
Bupati Muna, Bachrun Labuta. (Dok. KolomRakyat.Com)

KOLOMRAKYAT.COM: MUNA – Bupati Muna Bachrun Labuta mengingatkan pemilik perusahan kapal cepat PT Dharma Indah agar bersaing usaha secara sehat dalam melakukan pelayaran.

Informasi yang dihimpun media ini, sebagai pemain tunggal perusahaan pelayaran kapal cepat, PT. Darma Indah memiliki tiga kapal express yakni MV Bahari 6 E, MV Bahari 5 E dan MV Pricilia yang melayani rute Kendari-Raha-Baubau. Saat mendapat informasi akan beroperasinya kapal cepat Indomas 1 sebagai pendatang baru, PT Dharma Indah diduga melakukan trik monopoli guna menghilangkan pesaing barunya itu.

Fakta ini pernah dilakukan PT Dharma Indah saat muncul pesaing baru yang saat itu masuk kapal cepat MV. Anggraeni. Ketika kapal Anggraeni tidak sanggup menghadapi trik yang dilakukan pemilik kapal PT Dharma Indah, akhirnya MV Anggraeni menarik kapal mereka dari Sultra termaksud rute ke Kabupaten Muna.

Baca Juga :  Kapal Jetliner yang Kandas di Perairan Pelabuhan Ikan Pasar Laino Berhasil Dievakuasi

Saat ini, satu unit kapal cepat yakni Ekspres Prisilia mulai disiagakan di Pelabuhan Nusantara, Kota Raha, Ibu Kota Kabupaten Muna, yang sebelumnya kapal ini tidak pernah terlihat bermalam di Pelabuhan Nusantara. Ditambah lagi PT Dharma Indah menurunkan harga tiket kapal sebesar Rp 90 ribu, dari tarif normal sesuai Pergub Nomor 90 Tahun 2022 sebesar Rp 140 ribu.

Situasi persaingan tidak sehat diantara perusahaan kapal cepat ini membuat Bupati Muna, Bachrun Labuta angkat bicara.

Bupati menilai, pemilik kapal PT Dharma Indah terkesan melakukan monopoli untuk menyingkirkan pengusaha-pengusaha pelayaran lain dan ketika usaha itu berhasil, PT Dharma Indah melakukan usaha pelayaran sesuka hantinya kembali.

“Harga tiket 160 ribu, banyak penumpang tidak membeli tiket sehingga penumpang berdesak-desakan di atas kapal dan membuat tidak nyaman penumpang dan waktu yang panjang saat berlayar karena kapal berjalan lambat,” ucapnya, Selasa (23/9/2025).

Baca Juga :  BPN Muna Menerima Kunjungan Mahasiswa KKN Fakultas Hukum UHO

Ketua Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD KAHMI) Muna, Bachrun menemukan langsung beberapa hari lalu harga tiket Raha-Kendari dijual Rp 90 ribu.

“Kenapa harga tiket itu tiba-tiba turun drastis. Bila tarif itu berlaku secara terus-menerus tidak masalah. Hanya saja, jangan sampai hanya akal-akalan untuk menyingkirkan pengusaha kapal lainnya,” cetus Bachrun.

Bachrun menegaskan, tidak segan-segan akan mengusir PT Dharma Indah dari Pelabuhan Nusantara Raha, bila pemilik kapal masih melalukan persaingan tidak sehat.

“Kalau masih melakukan persaingan tidak sehat dengan tujuan mematikan usaha orang lain, kapalnya kita akan usir dari Muna. Saya akan bersurat ke gubernur,” tegas Bachrun.

Baca Juga :  Sekda Muna Buka Lomba Mewarnai, 97 Anak PAUD/TK Beradu Kemampuan

Sebagai orang nomor satu di Bumi Sowite, Bachrun siap memfasilitasi pengusaha-pengusaha pelayaran yang masuk karena adanya tambahan kapal makin banyak pilihan bagi masyarakat pada penggunaan transportasi laut.

“Kita inginkan ada perbaikan pelayanan dalam pelayaran, jangan ada persaingan yang tidak sehat,” tutur Bachrun.

Sementara Kabid Angkutan Pelayaran Dinas Perhubungan (Dishub) Sulawesi Tenggara (Sultra), Muhammad Jalil Alfin Razak, menyatakan harga tiket tidak sesuai dengan Pergub merupakan pelanggaran.

“Bila harga tiket kelas ekonomi dinaikkan dari Rp 140 ribu menjadi Rp 165 ribu itu juga tidak bisa. Menurunkan dan menaikan harga tiket itu pelanggaran. Masyarakat bisa mengadukan itu,” ujarnya.

Laporan: LM Nur Alim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!