Kolom Sultra

BPTD Sultra Siap Hadapi Lonjakan Mudik Lebaran 2026, Perjalanan Diprediksi Capai 1,3 Juta

161
×

BPTD Sultra Siap Hadapi Lonjakan Mudik Lebaran 2026, Perjalanan Diprediksi Capai 1,3 Juta

Sebarkan artikel ini
(Foto: Ist/KR)

KOLOMRAKYAT.COM: KENDARI – Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan memastikan kesiapan seluruh moda transportasi dalam menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat selama masa Angkutan Lebaran 2026 di Sulawesi Tenggara. Berbagai langkah antisipatif telah disiapkan guna menjamin perjalanan masyarakat berlangsung selamat, aman, lancar, dan nyaman.

Kesiapan tersebut disampaikan Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Sulawesi Tenggara, Husni, dalam dialog bersama media menjelang pembukaan Posko Angkutan Lebaran Terpadu oleh Menteri Perhubungan yang akan dipusatkan di Terminal Tipe A Puuwatu, Kota Kendari, Jumat sore (13/3/2026).

Dalam forum yang turut dihadiri Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sultra, Ditlantas Polda Sultra, Kepala KSOP Kendari, Kepala Bandara Halu Oleo, Dishub Kota Kendari, Dishub Kolaka Utara, Jasa Raharja, Basarnas, serta BMKG tersebut, Husni menegaskan bahwa seluruh moda transportasi telah dipersiapkan secara optimal.

“Insyaallah, seluruh moda transportasi telah dipersiapkan secara optimal untuk menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat selama Angkutan Lebaran 2026, dengan fokus pada keselamatan, kelancaran, dan kenyamanan perjalanan,” ujar Husni.

Baca Juga :  UPT Ditjen Perhubungan Laut Se- Sultra Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Kendari

Ia menjelaskan, karakteristik pergerakan masyarakat di Sulawesi Tenggara memiliki pola berbeda dengan wilayah Jawa karena faktor geografis kepulauan. Dengan jumlah penduduk sekitar 2,8 juta jiwa, potensi perjalanan masyarakat selama periode Lebaran diperkirakan mencapai 1,1 hingga 1,3 juta perjalanan.

Meski demikian, mobilitas masyarakat masih didominasi penggunaan kendaraan pribadi, sementara angkutan umum tetap disiapkan melalui berbagai moda seperti kapal penyeberangan ASDP, kapal laut, angkutan darat AKAP dan AKDP, serta transportasi udara.

Selama masa posko angkutan Lebaran yang berlangsung selama 18 hari, terhitung sejak 13 hingga 30 Maret 2026, kapasitas kapal penyeberangan di Sulawesi Tenggara diperkirakan mampu melayani sekitar 180.163 penumpang dengan 17.465 unit kendaraan campuran.

Baca Juga :  ASR Launching dan Serahkan 22 Ambulance Gratis untuk Dimanfaatkan Masyarakat Se- Sultra

Sementara itu, kapasitas angkutan darat melalui bus AKAP dan AKDP diproyeksikan mampu melayani sekitar 8.418 penumpang selama periode tersebut.

Kepala BPTD Sultra Husni menegaskan bahwa aspek keselamatan transportasi menjadi perhatian utama dalam penyelenggaraan angkutan Lebaran. Kementerian Perhubungan bersama operator transportasi secara intensif melakukan pemeriksaan kelaikan armada atau ramp check di berbagai simpul transportasi.

“Khusus untuk bus yang dinyatakan layak beroperasi akan diberi label sebagai bukti telah melalui pemeriksaan. Ini untuk memastikan seluruh sarana dan prasarana transportasi memenuhi standar keselamatan sebelum melayani masyarakat,” jelasnya.

Pada kesempatan itu, Husni juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara dan Polda Sultra yang turut menghadirkan program mudik gratis bagi masyarakat.

Menurutnya, program tersebut tidak hanya membantu meringankan beban masyarakat, tetapi juga berkontribusi menekan potensi kecelakaan lalu lintas yang selama ini didominasi pengguna kendaraan pribadi, khususnya roda dua.

Baca Juga :  3 Komitmen Pemprov untuk Kwarda Pramuka Sultra Arahan Mabida

“Penguatan kolaborasi antar-stakeholder dalam penyelenggaraan angkutan Lebaran ini semata-mata untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Kami sangat mengapresiasi berbagai program yang dapat meringankan beban sekaligus melindungi keselamatan para pemudik di Sulawesi Tenggara,” katanya.

Untuk memastikan kelancaran arus mudik dan balik, Kementerian Perhubungan juga terus memperkuat koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait, pemerintah daerah, operator transportasi, serta aparat keamanan.
Berdasarkan prediksi, puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada H-5 hingga H-3 Lebaran, sementara puncak arus balik diprediksi berlangsung pada H+3 hingga H+5 Lebaran.

“Berbagai langkah antisipasi telah kami lakukan sejak dini, mulai dari penguatan kapasitas armada, pengaturan lalu lintas, hingga kesiapan infrastruktur transportasi untuk menghadapi potensi lonjakan penumpang,” tutup Husni.

 

 

Editor: Hasrul Tamrin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!