Kampus

Mahasiswa KKN Tematik Prodi Teknik Geofisika UHO Tingkatkan Kapasitas Warga Menghadapi Bencana Gempa Bumi

470
×

Mahasiswa KKN Tematik Prodi Teknik Geofisika UHO Tingkatkan Kapasitas Warga Menghadapi Bencana Gempa Bumi

Sebarkan artikel ini
Mahasiswa peserta KKN Tematik Prodi Teknik Geofisika UHO bersama Tim Dosen Pendamping menyerahkan peta batas Desa Amesiu dan peta batas Kecamatan Pondidaha pada saat penarikan mahasiswa KKN. (Foto: Ist/KR)
Mahasiswa peserta KKN Tematik Prodi Teknik Geofisika UHO bersama Tim Dosen Pendamping menyerahkan peta batas Desa Amesiu dan peta batas Kecamatan Pondidaha pada saat penarikan mahasiswa KKN. (Foto: Ist/KR)

KOLOMRAKYAT.COM: KENDARI – Mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik bersama Tim Dosen Pendamping Pengabdian Masyarakat Jurusan Teknik Geofisika Universitas Halu Oleo (UHO) meningkatkan kapasitas warga di wilayah Kecamatan Pondidaha, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, tentang bencana alam gempa bumi.

KKN Tematik ini melibatkan 15 Mahasiswa Jurusan Teknik Geofisika UHO didampingi 8 dosen pendamping yaitu Syamsul Razak Haraty, S.Si.,M.T sebagai Ketua Tim Kelompok Dosen, dan beranggotakan Prof. Dr. La Hamimu, Dr. Bahdad, M.Si, Laode Ihksan Juarzan, M.Sc, Indrawati, M.Sc, Fitriani, ST.,M.Si, Alfirman, M.Pw, dan Usmardin, M.Sc.

Kegiatan peningkatan kapasitas ini berlangsung selama 30 hari, mulai 1 Agustus hingga 1 September 2024, dengan lokasi posko di Desa Amesiu.

Ketua Tim Pengabdian Terintegrasi KKN Tematik UHO, Syamsul Razak Haraty, menjelaskan gempa bumi merupakan salah satu bencana alam yang sering terjadi di Indonesia yang mengakibatkan kerugian material yang cukup besar serta menelan korban jiwa dan wilayah Kecamatan Pondidaha merupakan wilayah yang rentang terjadi bencana gempa.

Baca Juga :  Dosen UHO Kolaborasi Internasional Tingkatkan Produktivitas Wilayah Pesisir Melalui Penerapan LEISA

Tercatat pada tanggal 2 Februari Tahun 2024 terjadi gempa bumi dengan magnitude 2,2 skala richter (SR) yang mengguncang wilayah Kabupaten Konawe tepatnya di Kecamatan Pondidaha yang diiformasikan langsung BMKG dalam akun media sosialnya.

“Adanya potensi terjadinya gempa bumi di wilayah Kecamatan Pondidaha harus dibarengi dengan kapasitas dari masyarakat di wilayah tersebut, akan bencana gemapa bumi guna meminimalisir dampak buruk yang di akibatkan. Kapasitas sendiri diartikan sebagai pemahaman seseorang tentang bencana sehingga tahu apa yang harus dilakukan saat bencana terjadi,” jelas Syamsul Razak, kepada media ini.

Baca Juga :  Kampus STIE Enam Enam Kendari Klarifikasi Insiden di Proses Wisuda, Murni Persoalan Pribadi
Pengukuran getaran tanah dengan pihak BMKG saat edukasi peningkatan kapasitas di Kecamatan Pondidaha. (Foto: Ist/KR)

Lebih lanjut, Syamsul Razak Haraty, memaparkan, masyarakat atau warga penting memiliki kapasitas tentang gempa karena menjadi salah satu kunci seseorang bisa selamat dari bencana gempa bumi.

“Kenapa seseorang atau warga harus memiliki kapasitas karena orang yang paham tentang kapasitas gempa bumi tahu apa yang dilakukan sebelum, saat, dan setelah terjadi gempabumi itu sendiri,” terangnya.

Untuk itu dalam kegiatan pengabdian masyarakat terintegrasi KKN Tematik ini mahasiswa dan tim dosen melaksanakan berbagai kegiatan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap bencana gempa bumi, seperti memetakan pemahaman kapasitas masyarakat tentang gempa bumi melalui metode kuesioner dan wawancara.

“Dalam edukasi kapasitas ini kami bekerja sama dengan pihak BMKG Stasiun Geofisika Kendari dengan mengukur getaran tanah alami di 24 titik di Kecamatan Pondidaha yang bisa menunjukkan daerah yang rentan rusak jika terjadi gempa bumi, kemudian menyosialisasikan secara langsung kepada masyarakat hasil survey tersebut dibarengi dengan edukasi tentang pengertian gempa bumi, penyebab, teknik penyelamatan yang bisa meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana gempa bumi,” ungkapnya.

Baca Juga :  STIE 66 Kendari Gelar Wisuda Ke-21, Target Akreditasi Unggul 2026 dan Transformasi jadi Universitas

Selain fokus pada kegiatan kapasitas tentang gempa bumi mahasiswa dan tim dosen juga melaksanakan kegiatan lain seperti pembersihan wilayah di Desa Amesiu, mengikuti kegiatan dalam Hari Kemerdekaan RI, pembuatan umbul-umbul desa, dan membuat peta batas Desa Amesiu dan peta batas Kecamatan Pondidaha yang hasilnya diserahkan pada saat penarikan mahasiswa KKN.

 

 

 

 

Editor: Hasrul Tamrin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!