Pemkot Kendari

DPRD Kota Kendari Gelar RDP Terkait Dugaan TPPO di Penginapan Utami 8

437
×

DPRD Kota Kendari Gelar RDP Terkait Dugaan TPPO di Penginapan Utami 8

Sebarkan artikel ini
Suasana RDP DPRD Kota Kendari terkait dugaan TPPO di Penginapan Utami 8 Kendari. (Foto: Hasrul/KR)

KOLOMRAKYAT.COM: KENDARI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Penginapan Utami 8, Jalan Malik Raya II, Kota Kendari, pada Kamis (19/9/2024).

RDP ini dihadiri oleh pemilik Penginapan Utami 8, LSM Amara Sultra, Polresta Kendari, Dinas Pariwisata Kota Kendari, Satpol PP, serta lurah dan RT setempat.

Baca Juga :  Inflasi Kendari Terkendali di Akhir Tahun 2024, Stok Beras Melimpah dan Konsumsi Masyarakat Stabil

Anggota DPRD Kota Kendari, Jabal Al Jufri, mengungkapkan bahwa hasil rapat menunjukkan bahwa SPA di Penginapan Utami 8 beroperasi tanpa izin usaha.

“SPA yang dikelola oleh Ibu Santika memiliki surat izin walikota sejak 2018, tetapi izin tersebut gugur otomatis setelah keluarnya OSS,” jelas Jabal Al Jufri.

Setelah keluarnya OSS pada 2021, Jabal menambahkan, SPA tersebut beroperasi tanpa izin hingga kini, dengan izin baru keluar pada 12 September 2024.

Baca Juga :  DPRD Kabupaten Maros Studi Banding Pembuatan Rancangan RPJMD di Kota Kendari

“Walaupun NIB sudah keluar, perlu ada tinjauan lebih lanjut, karena status NIB tersebut belum terverifikasi oleh OPD teknis,” ungkapnya.

Sesuai hasil RDP, pihaknya berencana melakukan tinjauan langsung ke lapangan untuk memverifikasi dugaan tindak pidana perdagangan orang di Penginapan Utami 8.

“Ini masih tahap pra-duga, dan kami belum bisa membuktikan dugaan TPPO. Pembuktian akan dilakukan oleh pihak kepolisian,” jelasnya.

Baca Juga :  Pemkot Kendari dan BPJS Ketenagakerjaan Tandatangani Kesepakatan Bersama

“Kami upayakan secepatnya untuk cek langsung ke lapangan,” tutupnya.

 

Laporan: Hasrul Tamrin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!