/*
Breaking News
*/
KesehatanPemkot Kendari

RSUD Kota Kendari Upayakan Layanan Kesehatan Ibu dan Anak Naik Level, Terima Visitasi dari dr. Soetomo

16
×

RSUD Kota Kendari Upayakan Layanan Kesehatan Ibu dan Anak Naik Level, Terima Visitasi dari dr. Soetomo

Sebarkan artikel ini
Pose bersama direktur RSUD Kota Kendari bersama tim pengampuan RSUP dr. Soetomo. (Foto: Hasrul/KR)

KOLOMRAKYAT.COM: KENDARI Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) di RSUD Kota Kendari diupayakan untuk dapat naik level ke tingkat yang lebih tinggi, dari madya ke utama.

Upaya tersebut mendapat perhatian khusus dari tim pengampuan RSUP dr. Soetomo, Provinsi Jawa Timur, melalui visitasi langsung program pengampuan KIA RSUD Kota Kendari didampingi Tim RSUD Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara yang berlangsung di RSUD Kota Kendari, Rabu (23/9/2026).

Visitasi dilakukan untuk memetakan kesiapan rumah sakit sekaligus mendorong peningkatan kompetensi pelayanan KIA agar dapat naik level ke tingkat yang lebih tinggi.

Plt. Direktur RSUD Kota Kendari, Dr. dr. Putu Agustin, mengatakan visitasi tersebut menjadi bagian penting untuk mengevaluasi kemampuan rumah sakit dalam memberikan pelayanan KIA selama ini.

“Tujuan visitasi pengampuan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) ini adalah untuk melihat bagaimana kompetensi dan kemampuan rumah sakit dalam penanganan KIA yang sudah kita lakukan selama ini,” kata Putu.

Menurutnya, hasil visitasi nantinya akan menjadi dasar penyusunan rekomendasi perbaikan, baik dari sisi sarana dan prasarana, sumber daya manusia (SDM), sistem pelayanan maupun alur pelayanan.

“Dari visitasi ini nanti akan disampaikan beberapa hal yang harus kita perbaiki, baik sarana prasarana, SDM, sistem maupun alur pelayanan. Itu akan menjadi rekomendasi kita untuk melakukan perbaikan ke depan,” jelasnya.

dr. Putu menambahkan, pengampuan tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan kompetensi RSUD Kota Kendari dalam pelayanan KIA. Dengan demikian, tingkat pelayanan yang saat ini telah berjalan dapat terus ditingkatkan menuju level utama hingga paripurna.

Baca Juga :  Respons Cepat Layanan 112, Damkar Pemkot Kendari Bersihkan Jalanan Licin Akibat Tumpahan Solar

Ia mengungkapkan, dari penilaian awal tim pengampu, RSUD Kota Kendari dinilai telah memiliki kesiapan yang cukup baik untuk memberikan pelayanan KIA.

“Kesan pertama dari tim pengampuan, mereka mengatakan rumah sakit ini cukup siap untuk pelayanan dan cukup baik dalam memberikan pelayanan KIA. Tinggal bagaimana kita tingkatkan dan sempurnakan lagi sehingga kompetensinya semakin meningkat,” ujarnya.

Dalam visitasi tersebut, tim RSUP dr. Soetomo meninjau sejumlah fasilitas pelayanan yang berkaitan langsung dengan KIA. Diantaranya ruang operasi, Instalasi Gawat Darurat (IGD) PONEK, ruang bersalin, perinatologi, Neonatal Intensive Care Unit (NICU), Pediatric Intensive Care Unit (PICU), poliklinik obstetri dan ginekologi serta ruang rawat inap anak.

Putu mengatakan, seluruh fasilitas tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan kesiapan rumah sakit menangani berbagai kondisi ibu dan anak, termasuk kasus yang membutuhkan penanganan intensif.

“Yang kita lihat adalah ruang operasi untuk ibu dan anak, kemudian IGD PONEK untuk ibu yang melahirkan, ruang bersalin, perinatologi, NICU untuk neonatus yang mengalami masalah, PICU untuk anak-anak, poliklinik obstetri dan ginekologi, serta ruang rawat inap pelayanan anak dan KIA,” ungkapnya.

Selain penguatan sarana dan SDM, RSUD Kota Kendari juga tengah memperkuat kesiapan layanan darah sebagai bagian dari upaya mengantisipasi komplikasi persalinan.

Putu mengatakan, keberadaan Unit Transfusi Darah (UTD) menjadi salah satu pendukung penting dalam peningkatan kualitas pelayanan KIA, terutama untuk menghadapi risiko perdarahan pascapersalinan.

Baca Juga :  Layanan Call Center 112 Pemkot Kendari Terbaik, Wali Kota Siska Karina Imran Terima Penghargaan Dari Komdigi

“Setiap ibu yang melahirkan, baik yang menjalani operasi maupun persalinan normal, kita harus siap dengan darah. Karena salah satu komplikasi pascapersalinan yang harus kita antisipasi adalah perdarahan,” katanya.

Dengan adanya UTD, kata dia, kebutuhan darah dapat dipenuhi lebih cepat tanpa harus bergantung pada pencarian stok ke luar rumah sakit.

“Kita tidak perlu lagi jauh ke PMI untuk mencari darah, karena kita sudah siap. Kami juga berupaya selalu menyiapkan stok darah. Kita tidak hanya menunggu, tetapi akan keluar mencari lokasi-lokasi yang bisa dilakukan kegiatan donor darah,” ujarnya.

Putu berharap, pengampuan tersebut dapat membawa RSUD Kota Kendari semakin siap menjadi rumah sakit rujukan pelayanan KIA dan mampu menekan risiko kematian ibu dan anak.

“Harapannya kompetensi kita betul-betul meningkat dan tidak ada lagi kasus kematian ibu dan anak yang kita layani di RSUD Kota Kendari,” tegasnya.

Sementara.itu, Ketua Tim Pengampu RSUP dr. Soetomo Provinsi Jawa Timur, dr. Wahyu Mananda, mengatakan program pengampuan tersebut merupakan penugasan Kementerian Kesehatan untuk membantu peningkatan kapasitas rumah sakit di wilayah Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat.

“Soetomo itu mengampu Sulawesi Barat dan Sulawesi Tenggara. Sudah dipilih rumah sakitnya,” kata Wahyu.

Menurutnya, program tersebut tidak berhenti pada visitasi. Setelah kunjungan, tim akan melakukan monitoring dan dapat memberikan pendampingan melalui proctorship serta pelatihan sesuai kebutuhan rumah sakit.

Baca Juga :  Pj Wali Kota Kendari Muh. Yusup Hadiri Peringatan Bulan PRB di Aceh dan Serah Terima Aset Negara di Jakarta

“Mulai dari kegiatan kita visitasi, monitoring setelah visitasi, kemudian ada proctorship. Proctorship itu pendampingan tindakan medis kalau diperlukan untuk belajar, bukan untuk mengerjakan pasien. Jadi untuk membantu saja. Kemudian ada pelatihan-pelatihan kalau diperlukan untuk memenuhi SDM,” jelasnya.

Wahyu mengatakan, hasil visitasi akan dituangkan dalam laporan yang kemudian menjadi dasar menentukan langkah pendampingan berikutnya.

“Kita akan buat laporan, kira-kira apa tindakan kita selanjutnya dan kita sinergikan dengan rencana rumah sakit mau mengembangkan apa. Karena memang berat kalau mengembangkan semuanya, jadi harus fokus,” katanya.

Dari pengamatan awal, Wahyu menilai RSUD Kota Kendari memiliki potensi kuat untuk mengembangkan pelayanan KIA.

“Rumah sakit ini bagus sekali untuk KIA dan siap. Siap sekali ini, bisa paripurna kalau paripurna KIA-nya. Gedungnya sudah siap,” ujarnya.

Meski demikian, ia menyebut masih terdapat sejumlah aspek yang perlu dilengkapi, terutama sarana prasarana dan SDM.

“Sudah bagus, tinggal melengkapi sarana prasarana dan SDM, mungkin beberapa pelatihan,” kata Wahyu.

Untuk rekomendasi final, tim pengampu masih akan menyusun laporan secara lengkap setelah seluruh hasil visitasi dianalisis.

Visitasi tersebut melibatkan tujuh orang tim dari RSUP dr. Soetomo Provinsi Jawa Timur dan menjadi bagian dari rangkaian pengampuan untuk memperkuat kualitas layanan KIA di RSUD Kota Kendari.

 

 

Laporan: Hasrul Tamrin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!