KOLOMRAKYAT.COM: KENDARI – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumangerukka, menyiapkan fasilitasi bimbingan belajar (bimbel) tanpa biaya bagi anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Sultra yang berminat mengikuti seleksi masuk Akademi Militer (Akmil).
Fasilitasi tersebut disampaikan Gubernur saat mengukuhkan 49 anggota Paskibraka Tingkat Provinsi Sultra Tahun 2026 di Aula Merah Putih, Rumah Jabatan Gubernur Sultra, pada Sabtu (15/8/2026).
Gubernur mengatakan, pihaknya telah berkomunikasi dengan pimpinan Akademi Militer untuk menyiapkan bimbingan belajar secara terpusat bagi anggota Paskibraka yang memiliki keinginan dan potensi untuk mengikuti seleksi masuk Akmil.
“Bimbel nanti tidak ada biaya. Semua ditanggung oleh provinsi. Saya akan berlakukan sama dengan pemberian beasiswa,” ujar Gubernur, dilansir dari media sosial Diskominfosultra, Minggu (16/8/2026).
Fasilitasi bimbel akan diberikan setelah para anggota Paskibraka menyelesaikan tugas pada upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026. Bagi yang berminat, proses selanjutnya akan dilakukan melalui pendataan dan seleksi sebelum mengikuti bimbingan belajar.
“Pada saat selesai melaksanakan tugas, bagi mereka yang punya keinginan dan mempunyai bakat, kita salurkan. Nanti kita lakukan bimbingan belajar secara terpusat,” katanya.
Gubernur juga menyampaikan, fasilitasi serupa akan diupayakan bagi pelajar yang berminat mengikuti seleksi Akademi Kepolisian (Akpol), TNI Angkatan Laut, TNI Angkatan Udara, maupun Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). Namun, untuk saat ini, komunikasi yang telah dilakukan secara langsung adalah dengan pihak Akademi Militer.
“Untuk saat ini yang sudah pasti di Akademi Militer. Untuk akademi lain, nanti kita komunikasikan,” jelasnya.
Gubernur mengatakan, fasilitasi tersebut merupakan dukungan bagi generasi muda Sultra untuk mempersiapkan diri menghadapi pendidikan dan seleksi sekolah kedinasan. Menurutnya, pengalaman mengikuti pembinaan Paskibraka juga menjadi bekal untuk membangun disiplin yang dibutuhkan dalam pendidikan maupun pengabdian.
“Di mana saja kita bekerja dan bertugas, modal paling utama adalah disiplin. Jadikan ini sebagai modal untuk pengabdian berikutnya,” ujarnya.
Sebanyak 49 anggota Paskibraka Sultra Tahun 2026 terdiri dari 31 pelajar putra dan 18 pelajar putri. Mereka merupakan hasil seleksi terhadap 77 pelajar dari 16 kabupaten dan kota di Sultra.
Dalam pengukuhan tersebut, Gubernur bertindak sebagai pembina upacara, sementara Paresanda Maharani Ersaputry Sarira dari MAN 1 Kendari bertindak sebagai pemimpin upacara. Paresanda mewakili seluruh calon anggota Paskibraka memegang Bendera Merah Putih saat pengucapan Ikrar Putra Indonesia.
Pengukuhan ditandai dengan pembacaan pernyataan pengukuhan oleh Gubernur Sultra, dilanjutkan penyematan Lencana Merah Putih Garuda dan pemasangan kendit secara simbolis kepada pemimpin upacara.
Menjelang pelaksanaan tugas pada 17 Agustus, Gubernur meminta para anggota Paskibraka fokus menjaga kesehatan dan mempersiapkan diri. Ia juga mengingatkan para orang tua agar tidak memberikan tekanan berlebihan kepada anak-anak mereka.
“Tugas pokok kalian menanti pada tanggal 17. Di situlah kebanggaan akan terasa ketika kalian sudah melaksanakan tugas dengan baik,” katanya.
Gubernur berharap disiplin yang telah dibentuk selama menjalani latihan sekitar satu bulan tidak berhenti setelah tugas Paskibraka selesai, tetapi menjadi bekal bagi para pelajar untuk melanjutkan pendidikan dan meraih cita-cita di masa depan.
Editor: Hasrul Tamrin











