/*
Breaking News
*/
Kolom Sultra

Menaker RI Beri Kuliah Umum di UMK, Gubernur Sultra Dorong Penguatan SDM Hadapi Perubahan Dunia Kerja

31
×

Menaker RI Beri Kuliah Umum di UMK, Gubernur Sultra Dorong Penguatan SDM Hadapi Perubahan Dunia Kerja

Sebarkan artikel ini
(Foto: Ist/KR)

KOLOMRAKYAT.COM: KENDARI – Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Yassierli, memberikan kuliah umum di Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK), Rabu (5/8/2026), dengan mengangkat tema “Peran Perguruan Tinggi dalam Menyiapkan Talenta Masa Depan”.

Kegiatan ini menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang mampu menjawab tantangan perubahan dunia kerja.

Kedatangan Menteri Ketenagakerjaan disambut langsung Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, di Bandara Halu Oleo, Kendari. Setelah prosesi penyambutan, rombongan langsung menuju Kampus UMK untuk menghadiri kuliah umum yang diikuti sivitas akademika dan berbagai pemangku kepentingan.

Dalam sambutannya pada acara kuliah umum, Gubernur Andi Sumangerukka menyampaikan apresiasi atas kunjungan Menteri Ketenagakerjaan ke Bumi Anoa. Menurutnya, kehadiran Menteri menjadi kehormatan bagi Sulawesi Tenggara sekaligus membuka ruang dialog strategis mengenai pengembangan SDM di daerah.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara dan masyarakat Sultra, kami mengucapkan selamat datang kepada Bapak Menteri Ketenagakerjaan beserta rombongan di Bumi Anoa,” ujar Gubernur, dikutip dari media sosial Diskominfo Sultra, Rabu (5/8/2026).

Baca Juga :  Lepas Ribuan Pemudik Gratis, Gubernur Sultra: Keselamatan dan Kenyamanan Masyarakat Adalah Prioritas

Ia menegaskan, forum tersebut bukan sekadar kegiatan akademik, melainkan wadah untuk menyamakan langkah dalam menyiapkan tenaga kerja yang unggul dan berdaya saing.

Gubernur juga mengungkapkan bahwa dalam perjalanan dari bandara menuju kampus, dirinya berdiskusi dengan Menteri mengenai berbagai potensi Sulawesi Tenggara sekaligus tantangan yang dihadapi, terutama dalam meningkatkan kualitas tenaga kerja.

“Sumber daya manusia merupakan faktor utama dalam mengelola kekayaan sumber daya alam. Potensi alam yang melimpah, kata dia, tidak akan memberikan manfaat maksimal apabila tidak didukung oleh SDM yang kompeten dan memiliki keterampilan sesuai kebutuhan pembangunan,” tutur Andi Sumangerukka.

Sementara itu, dalam kuliah umumnya, Menteri Ketenagakerjaan RI Yassierli menjelaskan bahwa dunia kerja tengah mengalami transformasi besar akibat perkembangan teknologi, transisi menuju ekonomi hijau, serta perubahan demografi.

Ia menyebut tiga faktor utama yang mengubah lanskap ketenagakerjaan global, yakni perkembangan Artificial Intelligence (AI), transisi energi hijau, serta perubahan demografi yang mendorong tumbuhnya ekonomi berbasis pelayanan.

Baca Juga :  Tokoh Masyarakat Konawe Beberkan Masa Pensiun Harmin Ramba

Menurut Yassierli, empat sektor diproyeksikan menjadi penggerak ekonomi masa depan, yaitu ekonomi digital dan kreatif, ekonomi berbasis teknologi dan AI, ekonomi hijau, serta ekonomi yang berorientasi pada pelayanan manusia.

“Perubahan ini akan melahirkan banyak jenis pekerjaan baru, tetapi pada saat yang sama juga menghilangkan sejumlah pekerjaan yang ada. Karena itu, peningkatan kompetensi menjadi kebutuhan yang tidak bisa dihindari,” jelasnya.

Menteri juga menyoroti masih tingginya ketidaksesuaian antara kompetensi lulusan perguruan tinggi dengan kebutuhan industri. Secara nasional, sekitar 33,5 persen lulusan perguruan tinggi bekerja di luar bidang keilmuannya, sementara hampir satu juta lulusan perguruan tinggi masih menganggur.

“Kampus harus semakin dekat dengan dunia industri dan pemerintah agar lulusan memiliki kompetensi yang benar-benar dibutuhkan dunia kerja,” tegasnya.

Sebagai upaya menjembatani kesenjangan tersebut, Kementerian Ketenagakerjaan terus memperkuat Program Pemagangan Nasional. Program ini memberikan kesempatan kepada lulusan untuk memperoleh pengalaman kerja langsung di perusahaan sehingga memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri.

Baca Juga :  Idul Adha 1446 H, Polda Sultra Bagikan Daging Kurban 378 Ekor Sapi untuk Masyarakat

“Melalui kesempatan ini, saya mengajak dunia industri untuk memanfaatkan Program Pemagangan Nasional dan memprioritaskan perekrutan lulusan-lulusan dari Sulawesi Tenggara,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Yassierli juga menegaskan komitmen pemerintah pusat dalam mendukung pengembangan SDM di Sulawesi Tenggara. Ia meminta Pemerintah Provinsi Sultra menyiapkan 10.000 peserta pelatihan pada tahun ini melalui kolaborasi dengan berbagai lembaga terkait.

Menutup kuliah umumnya, Menteri Ketenagakerjaan menegaskan bahwa peningkatan kompetensi merupakan kunci menghadapi dinamika dunia kerja yang terus berubah.

Ia juga mendorong perguruan tinggi untuk terus menyempurnakan kurikulum agar mampu menghasilkan lulusan yang memiliki sertifikat kompetensi dan sesuai dengan kebutuhan dunia industri.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan RI, Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja, Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Ketua Badan Pembina Harian UMK, serta para pimpinan balai Kementerian Ketenagakerjaan wilayah Sulawesi Tenggara.

 

 

Editor: Hasrul Tamrin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!