/*
Breaking News
*/
Muna

Inovasi “Efisiensi Vs Resiliensi” PUPR Muna Dipersiapkan untuk IGA 2026

295
×

Inovasi “Efisiensi Vs Resiliensi” PUPR Muna Dipersiapkan untuk IGA 2026

Sebarkan artikel ini
Mustajab termasuk di dalam 21 peserta yang mendapatkan nilai tertinggi yakni “Sangat Memuaskan” dari 70 peserta yang mengikuti diklat, Foto : Ist.

KOLOMRAKYAT.COM: MUNA – Pemerintah Kabupaten Muna melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang mempersiapkan inovasi “Efisiensi vs Resiliensi: Transformasi Arah Kebijakan Infrastruktur Daerah Kabupaten Muna” untuk didaftarkan dalam ajang Innovative Government Award atau IGA 2026 yang diselenggarakan oleh kementerian dalam negeri.

Inovasi yang digagas Kepala Dinas PUPR Kabupaten Muna, Mustajab, ST., tersebut lahir sebagai jawaban atas tingginya kebutuhan penanganan jalan di tengah keterbatasan fiskal daerah.

“Dari total sekitar 854,195 kilometer jalan kabupaten, kondisi mantap baru mencapai 42,24 persen, sedangkan 57,76 persen masih dalam kondisi tidak mantap. Sementara anggaran penanganan jalan setiap tahun sangat minim dibanding dengan total anggaran yang dibutuhkan untuk penanganan jalan secara keseluruhan di Kabupaten Muna,” kata Mustajab, Senin (3/8/2026).

Baca Juga :  BPN Muna Mulai Gelar Program PTSL di Kecamatan Tongkuno, Targetkan 250 Bidang Tanah di Dua Desa

Menurutnya, melalui inovasi ini, usulan jalan tidak lagi hanya dicatat sebagai daftar kebutuhan, tetapi diverifikasi, dinilai, dan diperingkatkan berdasarkan kondisi jalan, manfaat bagi masyarakat, akses pelayanan dasar, kawasan produksi, serta konektivitas wilayah. Sistem yang dibangun mengintegrasikan formula prioritas, scoring dan ranking ruas, jenis penanganan, readiness criteria, arah pendanaan, serta informasi publik melalui QR Code.

“Ruas dengan kebutuhan ringan dapat diarahkan penganggarannya untuk dilaksanakan melalui pemeliharaan swakelola, kerjasama partisipatif dengan masyarakat, atau dukungan CSR dari Badan Usaha. Sementara penanganan berat diarahkan penganggarannya untuk kebutuhan penyusunan dokumen Readiness Criteria yang selanjutnya diusulkan melalui APBD Provinsi, APBN melaui IJD, DAK dan DBH maupun sumber pendanaan lainnya,” terangnya.

Baca Juga :  Kota Raha dan Sekitarnya Sering Padam Listrik, Ini Alasan PLN Raha

Inovasi dengan judul “Efisiensi vs Resiliensi: Transformasi Arah Kebijakan Infrastruktur Daerah Kabupaten Muna” juga merupakan Proyek Perubahan yang disusun oleh Mustajab, ST Kepala Dinas PUPR pada saat mengikuti Diklat PKN II di LAN Makassar.

Mustajab optimis bahwa inovasi ini mampu bertarung ditingkat nasional karena berkat Proyek Perubahan tersebut, beliau termasuk di dalam 21 peserta yang mendapatkan nilai tertinggi yakni “SANGAT MEMUASKAN” dari 70 peserta yang mengikuti diklat, serta mendapatkan penghargaan “The Best Report Design”

Baca Juga :  Rumah BUMN PLN Muna Melatih Pelaku UMKM Pembukuan Berbisnis

“Ke depan, inovasi ini akan dikembangkan tidak hanya pada sektor jalan, tetapi juga pada sektor PUPR lainnya, seperti irigasi, air bersih, sanitasi, bangunan publik, dan penataan kawasan,” ucapnya.

“Melalui “Efisiensi vs Resiliensi”, Dinas PUPR Kabupaten Muna mendorong tata kelola pembangunan infrastruktur yang lebih objektif, efisien, transparan, kolaboratif, dan berkelanjutan,” sambungnya.

Laporan : LM Nur Alim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!