KOLOMRAKYAT.COM: MUNA – Salah satu tokoh masyarakat Muna La Ode Djohan Boy (72) meminta masyarakat Muna untuk tidak mempolemikan pertemuan akbar Perdana Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara (Sultra) yang akan berlangsung di lokasi eks MTQ Kota Kendari, pada esok hari, Minggu (19 Juli 2026).
Pertemuan KKMM Sultra itu menjadi perbincangan hangat dan tanggapan yang beragam, khusus dikalangan masyarakat Muna sehingga menjadi pro dan kontra tentang penempatan lokasi kegiatan di eks MTQ Kota Kendari. Banyak kalangan mempertanyakan, kenapa tidak dilakukan di Kota Raha sebagai pusat dari ibu Kota Kabupaten Muna dan induk dari pemekaran Kabupaten Muna Barat.
Atas polemik itu, La Ode Djohan Boy menanggapinya dengan bijak. Ia mengatakan, polemik penetapan lokasi pertemuan organisasi KKMM Sultra merupakan hal kecil yang tidak perlu dibesar-besarkan dalam negara demokrasi, sebab dijamin oleh undang-undang dan tidak melanggar hukum.
“Ditambah dengan rencana pemberian penghargaan kepada Gubernur Sultra oleh KKMM, saya kira juga hal yang biasa saja dan wajar sebab terserah dari organisasi masing-masing atas pemberian gelar atau penghargaan bagi warga negara Indonesia yang dianggap berprestasi,” kata Djohan Boy saat ditemui di kediamannya, Sabtu (18/7/2026).
Apalagi, menurutnya, KKMM Sultra baru terbentuk, sehingga wajar bagi panitia memilih lokasi di Kota Kendari atau ibu kota Provinsi Sultra.
“Kalau pengurus KKMM tingkat II atau Kabupaten/Kota kan belum terbentuk. Kedepan jika jajaran pengurus tingkat II telah terbentuk, bisa jadi berdasarkan kesepakatan dan pembahasan silaturahmi KKMM berikutnya dapat diselenggarakan di Muna atau di Kabupaten lain,” ungkapnya.
Djohan Boy berharap dengan hadirnya organisasi KKMM Sultra, bisa memberikan nilai tambah atau kontribusi pemikiran bagi kemajuan pembangunan di Sulawesi Tenggara pada umumnya serta bagi seluruh masyarakat Muna dimanapun berada.
Pertemuan KKMM Sultra diperkirakan dihadiri oleh puluhan ribu masyarakat Muna yang tersebar dari berbagai wilayah di Indonesia.
Laporan : LM Nur Alim











