KOLOMRAKYAT.COM: KENDARI – Maju sebagai calon Rektor Universitas Halu Oleo (UHO) periode 2026-2030, Prof. Ruslin, mengusung konsep transformasi kampus menuju Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH) melalui penguatan kemandirian finansial berbasis pengembangan unit-unit usaha kampus sebagai visi misinya jika kelak nanti terpilih.
Visi misi dan programnya tersebut telah dipaparkan pada momen penyampaian visi misi di Aula Mokodompit UHO, pada Selasa (30/6/2026).
Dekan Fakultas Farmasi UHO itu menegaskan bahwa transformasi menuju PTN-BH tidak dapat hanya mengandalkan pendapatan dari Uang Kuliah Tunggal (UKT). Menurutnya, universitas harus mampu menciptakan sumber pendapatan baru yang berkelanjutan guna meningkatkan kesejahteraan sivitas akademika sekaligus memperkuat daya saing institusi.
“Yang pertama saya dorong adalah transformasi UHO menuju PTN-BH. Untuk itu, kita harus melakukan diversifikasi unit-unit usaha sebagai sumber pendapatan non-UKT,” ujar Prof. Ruslin.
Salah satu program prioritas yang ditawarkan adalah percepatan penyelesaian pembangunan Rumah Sakit UHO. Menurutnya, rumah sakit tidak hanya menjadi sarana pendidikan dan pelayanan kesehatan, tetapi juga berpotensi menjadi sumber pendapatan strategis bagi universitas.
Selain itu, ia menilai sejumlah aset kampus yang belum dimanfaatkan secara optimal, seperti klinik, homestay atau wisma, hingga Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), dapat dikembangkan menjadi unit usaha produktif.
“Rumah sakit harus segera diselesaikan. Kita juga belum memiliki SPBU, homestay, maupun klinik yang berjalan optimal. Ini semua bisa menjadi sumber pendapatan baru bagi universitas,” katanya.
Tak hanya itu, Prof. Ruslin juga menggagas pembangunan coffeeshop di setiap fakultas dengan identitas dan karakter masing-masing. Menurutnya, konsep tersebut bukan sekadar menyediakan ruang berkumpul, tetapi juga menjadi ruang interaksi akademik sekaligus unit usaha yang menghasilkan pemasukan bagi kampus.
Ia mencontohkan Fakultas Farmasi dapat menghadirkan Pharma UHO Coffee sebagai identitas yang mencerminkan keunggulan fakultas.
“Misalnya di Farmasi ada Pharma UHO Coffee. Kita ingin membangun coffeeshop yang menjadi kebanggaan kampus dan mampu bersaing dengan coffeeshop terbaik di Sulawesi Tenggara,” ungkapnya.
Selain coffeeshop, setiap fakultas juga direncanakan memiliki minimarket mini yang terintegrasi dengan kebutuhan mahasiswa dan sivitas akademika.
Dalam konsep pengembangan kawasan kampus, Prof. Ruslin merancang tiga zona bisnis dan wisata yang dilengkapi restoran serta berbagai fasilitas pendukung. Kawasan tersebut diharapkan menjadi pusat aktivitas masyarakat, alumni, mahasiswa, maupun tamu dari luar daerah.
“Kalau ada tamu, kita tidak perlu lagi mencari restoran di luar. Semua bisa tersedia di dalam kampus dan juga dapat dimanfaatkan masyarakat umum,” ujarnya.
Ia juga mengusulkan pembangunan Rumah Alumni yang terintegrasi dengan kawasan bisnis kampus sebagai wadah memperkuat kolaborasi antara alumni dan universitas.
Selain itu, Prof. Ruslin menggagas pembangunan Halu Oleo Mart di kawasan Perumahan Dosen (Perdos) sebagai pusat hilirisasi produk kampus sekaligus pengembangan berbagai unit bisnis universitas. Area kosong di depan Lorong Mata Air juga direncanakan menjadi sentra usaha baru untuk memperkuat ekosistem ekonomi kampus.
“Area yang masih kosong itu bisa dimanfaatkan menjadi pusat-pusat usaha yang produktif dan memberi nilai tambah bagi universitas,” jelasnya.
Tak berhenti di kawasan kampus utama, Prof. Ruslin juga menyiapkan pengembangan lahan UHO di Lalowaru menjadi kawasan food estate dan techno park yang terintegrasi. Kawasan tersebut diproyeksikan menjadi laboratorium pengembangan pertanian modern, inovasi teknologi, penelitian, hingga pemberdayaan masyarakat.
Menurutnya, program tersebut sejalan dengan tuntutan PTN-BH yang mengharuskan perguruan tinggi memiliki tingkat kemandirian keuangan tanpa mengesampingkan fungsi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
“Lahan UHO di Lalowaru sangat potensial menjadi role model food estate di Sulawesi Tenggara sekaligus techno park yang menghasilkan pendapatan bagi universitas,” tuturnya.
Selain dikenal sebagai akademisi dan Dekan Fakultas Farmasi UHO, Prof. Ruslin juga memiliki pengalaman kepemimpinan yang panjang. Ia merupakan alumni Resimen Mahasiswa (Menwa) Satuan 241 Cakra Sakti yang pernah bertugas di Timor-Timor bersama Presiden RI Prabowo Subianto saat masih berstatus mahasiswa Universitas Halu Oleo. Saat ini, ia juga menjabat sebagai Ketua Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa Indonesia (IARMI) Sulawesi Tenggara.
Melalui berbagai program tersebut, Prof. Ruslin menegaskan bahwa kemandirian ekonomi kampus merupakan fondasi utama untuk mempercepat transformasi UHO menjadi perguruan tinggi yang unggul, berdaya saing global, dan berstatus PTN-BH.
Editor: Hasrul Tamrin











