KOLOMRAKYAT.COM: KENDARI – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulawesi Tenggara (Sultra) menegaskan proses pengadaan jasa Cleaning Service di kantor Bapenda Sultra dan kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Kota Kendari telah dilaksanakan sesuai mekanisme dan prosedur yang berlaku melalui sistem E-Purchasing atau E-Katalog Unit Layanan Pengadaan (ULP).
Bapenda membantah isu dugaan keterlibatan kerabat atau keluarga dalam proyek pengadaan jasa cleaning service di lingkungan Bappenda Sultra dan Samsat Kota Kendari.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), La Ode Mahbub, menegaskan, tudingan tersebut tidak benar dan tidak memiliki kaitan apa pun dengan dirinya maupun keluarganya.
Ia memastikan seluruh proses pengadaan dilakukan secara resmi melalui mekanisme lelang sesuai prosedur yang berlaku.
“Tidak betul itu ada kaitan keluarga. Yang menentukan pemenang bukan Bappenda, tetapi ULP melalui proses E-Katalog resmi,” tegasnya, saat memberikan klarifikasi kepada awak media, Minggu (17/5/2026).
Menurutnya, pengadaan jasa Cleaning Service bukan program baru di Bappenda Sultra. Kegiatan tersebut sudah berlangsung setiap tahun guna menunjang kebersihan dan kenyamanan kantor pelayanan publik.
Ia menjelaskan, proses tender dilakukan melalui Unit Layanan Pengadaan (ULP) dan Badan Layanan Pengadaan (BLP), sementara Bappenda hanya mengusulkan kebutuhan anggaran dan menyerahkan sepenuhnya proses penentuan pemenang kepada pihak yang berwenang.
“Siapa pun yang menang itu ditentukan oleh sistem dan mekanisme di ULP. Kami hanya mendorong pengadaan sesuai kebutuhan kantor,” ujarnya.
La Ode Mahbub juga mengungkapkan, anggaran pengadaan cleaning service tersebut mencapai sekitar Rp636 juta untuk satu tahun pelayanan. Anggaran itu digunakan untuk dua lokasi, yakni Kantor Bappenda Sultra dan Samsat Kota Kendari.
“Anggaran itu memang untuk setahun dan melayani dua kantor. Sistem pembayarannya juga per bulan karena perusahaan yang menang tender menggaji para karyawannya,” jelasnya.
Ia menambahkan, kebutuhan tenaga cleaning service sangat penting mengingat gedung Bappenda memiliki tiga lantai dan aktivitas pelayanan masyarakat berlangsung setiap hari.
“Yang penting kantor bersih dan nyaman untuk masyarakat yang datang mengurus pelayanan. Termasuk kebersihan halaman dan kamar mandi juga harus terjaga,” katanya.
Terkait munculnya tudingan adanya hubungan keluarga dengan perusahaan pemenang tender, La Ode Mahbub menyebut isu tersebut sebagai fitnah dan meminta publik tidak menggiring opini tanpa dasar yang jelas.
“Tidak ada hubungan keluarga sama sekali. Itu fitnah. Silakan dikonfirmasi langsung ke pihak perusahaan maupun ULP,” pungkasnya.
Laporan: Hasrul Tamrin











