KOLOMRAKYAT.COM: KENDARI – Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Hugua, secara resmi menutup rangkaian kegiatan Harmoni Sultra 2026 dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun ke-62 Provinsi Sulawesi Tenggara. Penutupan berlangsung khidmat dan meriah di Lapangan Ex-MTQ Kendari, Senin (27/4/2026), disaksikan ribuan masyarakat yang memadati lokasi acara.
Perhelatan Harmoni Sultra 2026 menjadi puncak dari rangkaian panjang perayaan HUT Sultra yang selama beberapa hari terakhir berlangsung semarak. Antusiasme masyarakat terlihat begitu tinggi, mencerminkan kuatnya rasa kebersamaan dan kecintaan terhadap daerah.
Dalam sambutannya, Hugua menegaskan bahwa Harmoni Sultra bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum strategis untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi seluruh elemen dalam mendukung percepatan pembangunan daerah. Ia menyampaikan rasa syukur atas kelancaran kegiatan sejak tahap persiapan hingga penutupan.
“Alhamdulillah, kita telah sampai pada penghujung Harmoni Sultra 2026 dengan berbagai capaian positif hasil kolaborasi semua pihak,” ujarnya.
Lebih jauh, ia menekankan bahwa kegiatan ini menjadi ruang efektif untuk menyosialisasikan berbagai program serta capaian pembangunan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara selama satu tahun terakhir. Konsep “harmoni” yang diusung pun, lanjutnya, mengandung makna keseimbangan dalam berbagai aspek kehidupan—spiritual, sosial, hingga ilmu pengetahuan.
Nilai tersebut, menurut Hugua, mencerminkan keterhubungan erat antara pemerintah dan masyarakat sebagai fondasi dalam membangun daerah yang inklusif dan berkelanjutan. Semangat kebersamaan juga tampak dari keterlibatan aktif seluruh elemen, mulai dari pemerintah, Forkopimda, pelaku usaha, hingga masyarakat umum.

Kehadiran generasi muda, khususnya Gen Z, menjadi warna tersendiri dalam Harmoni Sultra 2026. Mereka tampil menunjukkan kreativitas dan inovasi melalui berbagai kegiatan dan lomba yang digelar. Hugua menilai partisipasi ini sebagai sinyal kuat bahwa Sulawesi Tenggara memiliki potensi besar dalam melahirkan talenta unggul berdaya saing nasional maupun global.
Selain menjadi ajang hiburan dan edukasi, berbagai perlombaan yang digelar juga memberikan dampak positif dalam menumbuhkan semangat kompetisi sehat serta kerja sama antarpeserta.
Dalam kesempatan itu, Hugua turut mengajak masyarakat untuk terus menjaga nilai-nilai harmoni berbasis kearifan lokal, seperti Kalosara, Buton, Moronene, dan Muna, sebagai fondasi dalam membangun karakter masyarakat yang kuat, berintegritas, dan berdaya saing.
“Semangat harmoni ini harus terus kita rawat dalam kehidupan sehari-hari demi mewujudkan Sulawesi Tenggara yang maju, aman, sejahtera, dan religius,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Sains dan Teknologi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, Ahmad Najib Burhani, turut memberikan apresiasi atas pelaksanaan Harmoni Sultra 2026.
Ia menilai kegiatan ini sukses mendorong partisipasi aktif masyarakat, khususnya generasi muda, melalui berbagai lomba kreatif seperti esai, video pendek, dan inovasi karya.
Menurutnya, kegiatan semacam ini penting dalam membangun ekosistem kreativitas dan inovasi yang berkelanjutan di daerah. Ia juga mengungkapkan bahwa pemerintah pusat tengah membangun SMA Unggul Garuda di Kabupaten Konawe Selatan sebagai bagian dari strategi nasional mencetak sumber daya manusia unggul di bidang STEM.
Sekolah tersebut dirancang sebagai institusi pendidikan modern dengan sistem pembelajaran terintegrasi, mencakup kurikulum nasional, penguatan STEM, kurikulum internasional berbasis International Baccalaureate (IB), serta kurikulum karakter berbasis asrama. Seluruh siswa nantinya akan mendapatkan beasiswa penuh, mulai dari biaya pendidikan hingga kebutuhan hidup selama masa studi.
Saat ini, progres pembangunan sekolah tersebut telah mencapai sekitar 25 persen dan ditargetkan mulai beroperasi pada pertengahan tahun ini. Kehadirannya diharapkan menjadi pusat lahirnya generasi unggul dari seluruh Indonesia, termasuk Sulawesi Tenggara.
Sebagai bagian dari penutupan, juga dilakukan penyerahan penghargaan kepada instansi dan individu berprestasi. Pada kategori inovasi pengembangan, Dinas Kominfo Sultra meraih juara pertama, disusul BRIDA, Dinas Pariwisata, dan Dinas Lingkungan Hidup.
Sementara kategori inovasi baru dimenangkan oleh DPMPTSP Sultra, diikuti RS Jiwa, Dinas Koperasi dan UMKM, serta Dinas Perhubungan.
Untuk kategori Indeks Pengelolaan Keuangan Daerah kabupaten/kota se-Sultra, Kabupaten Konawe Kepulauan berhasil meraih peringkat pertama, disusul Konawe Utara, Buton, Buton Selatan, dan Bombana.
Penutupan Harmoni Sultra 2026 turut dihadiri anggota DPR RI Jaelani dan DPD RI Amirul Tamim, jajaran Forkopimda Sultra, para kepala daerah se-Sulawesi Tenggara, pimpinan instansi vertikal, BUMD, perbankan, serta seluruh kepala OPD lingkup Pemprov Sultra.
Dengan berakhirnya Harmoni Sultra 2026, semangat kolaborasi, inovasi, dan kebersamaan yang telah terbangun diharapkan terus menjadi energi penggerak utama dalam mendorong pembangunan Sulawesi Tenggara yang lebih maju dan berdaya saing.** (Adv)











