KOLOMRAKYAT.COM: KENDARI – Pemerintah Kota Kendari melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melakukan respons cepat dalam menangani bencana yang terjadi di beberapa titik di Kota Kendari akibat intensitas dan curah hujan yang mengguyur beberapa hari ini.
Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah kota menyebabkan banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang di sejumlah kelurahan. Menyikapi kondisi ini pemerintah kota melakukan langkah-langkah penanganan maupun mitigasi dini.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Kendari, Cornelius Padang menyebutkan, kejadian bencana tersebar di 16 kelurahan yang berada di 7 kecamatan, meliputi Kecamatan Kendari, Kendari Barat, Mandonga, Puuwatu, Kadia, Poasia, dan Abeli.
“Kami langsung melakukan peninjauan, koordinasi dengan camat, lurah dan instansi teknis, serta penanganan darurat di lapangan. Prioritas kami adalah keselamatan warga dan percepatan pemulihan kondisi,” jelas Cornelius, Minggu (29/6/2025).
Cornelius mengungkapkan, dampak yang terjadi akibat intensitas hujan yang lama ini berdasarkan hasil pendataan di lapangan menyebabkan 5 rumah terdampak banjir, 12 rumah rusak akibat tanah longsor, 3 rumah terdampak pohon tumbang, dan 1 tanggul penahan tebing kali serta 1 jembatan mengalami kerusakan.
“Satu warga atas nama Muh. Rifky (16) di Kelurahan Alolama mengalami luka serius akibat tertimbun longsor. Sementara itu, 1 KK di Kelurahan Punggaloba harus diungsikan karena rumahnya tergenang air,” ungkapnya.
Untuk itu, lanjut dia, BPBD bersama dengan OPD terkait lain lingkup pemerintahan kota melakukan langkah-langkah penanganan, yaitu survei dan asesmen cepat di lokasi terdampak; penanganan pohon tumbang di Kelurahan Watu-watu, Korumba, dan lainnya; pembersihan material longsor bersama warga; berkoordinasi dengan Dinas PUPR untuk perbaikan tanggul dan jalan; serta distribusi bantuan darurat seperti terpal.
“Pohon tumbang di berbagai lokasi telah berhasil ditangani. Banjir sebagian besar telah surut dan rumah terdampak sudah mulai dibersihkan. Warga bersama aparat kelurahan dan kecamatan bergotong-royong menangani dampak longsor,” terangnya.
Pemerintah Kota Kendari mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan akibat cuaca ekstrem.
“Jika terjadi keadaan darurat, masyarakat dapat segera menghubungi Call Center 112, layanan cepat tanggap darurat Pemerintah Kota Kendari yang siap 24 jam,” pungkasnya.
Editor: Hasrul Tamrin











