KOLOMRAKYAT.COM: KENDARI – Wali Kota Kendari, Hj. Siska Karina Imran, melakukan kunjungan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Kendari untuk melihat langsung kondisi dua bayi yang sedang menjalani perawatan intensif yang mengalami penyakit Stunting dan Tuberkulosis, Sabtu (29 Februari 2025).
Dalam kunjungan ini, Wali Kota Kendari didampingi langsung oleh Plt Sekretaris Daerah Kota Kendari, Amir Hasan, Plt Kepala Dinas Kesehatan, Asrida, dan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Kota Kendari, Sukirman.
Kunjungan ini menjadi bukti perhatian serius Pemerintah Kota Kendari terhadap masalah kesehatan, terutama yang berhubungan dengan malnutrisi dan Tuberkulosis Paru (TB) pada anak-anak.
Dua bayi yang dikunjungi oleh Wali Kota Kendari tersebut adalah Rayyan dan Dz, yang keduanya berusia 9 bulan. Bayi RY hasil diagnosis kesehatannya menunjukkan hasil mengalami malnutrisi energi protein (stunting), sementara Bayi Dz mengalami marasmus serta Tuberkulosis Paru.
Bayi Ry merupakan warga Nanga-nanga, Kelurahan Baruga, sedang menjalani perawatan medis hasil diagnosa kesehatannya yaitu menderita penyakit Malnutrisi Energi Protein (Stunting). Setelah menjalani perawatan medis sejak masuk pada 8 Maret 2025 lalu perlahan kondisinya membaik. Terlihat dari berat badan saat masuk hanya 3,2 Kilogram kini sudah menjadi 4,2 Kilogram. Intervensi medis terus dilanjutkan untuk memastikan pemulihan yang optimal.
Sementara itu, Bayi Dz didiagnosa menderita penyakit Marasmus dan Tuberkulosis Paru
Kondisi. Saat Ini bayi Dz juga menunjukkan perkembangan yang baik setelah mendapatkan intervensi medis, termasuk peningkatan berat badan yang signifikan. Perawatan medis masih terus dilanjutkan untuk memastikan pemulihan dan pengobatan TB yang optimal.
Dalam kunjungannya, Wali Kota Kendari, Hj. Siska Karina Imran, juga memberikan bantuan santunan sebesar 3 juta rupiah untuk masing-masing bayi sebagai bentuk dukungan langsung kepada keluarga mereka.
Siska Karina Imran, menyatakan bahwa masalah stunting merupakan atensi khusus dari Pemerintah Pusat dan menjadi masalah nasional yang harus diselesaikan bersama.
“Untuk Kota Kendari, angka stunting mencapai 2,10% dengan jumlah 583 bayi, namun yang sudah diintervensi saat ini oleh pemerintah baru 133. Ini adalah tantangan besar dan kerja keras kami, pemerintah Kota Kendari, Dinas Kesehatan, serta pihak kesehatan lainnya untuk menurunkan angka stunting di Kota Kendari,” ujarnya.
Wali Kota juga mengimbau agar masyarakat yang melihat ciri-ciri stunting pada anak segera melaporkannya kepada pemerintah.
“Bagi petugas kesehatan, kami meminta agar selalu mengidentifikasi kasus stunting, mengingat ada masyarakat yang kooperatif, namun ada juga yang kurang memperhatikan kesehatannya. Pemerintah wajib terus memantau dan memastikan kondisi kesehatan masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Direktur RSUD Kota Kendari, Sukirman, menjelaskan terkait pengobatan ke-dua pasien tersebut semua sudah ditanggung oleh BPJS Kesehatan.
“Karena kita di Kota Kendari ini kepesertaan kita sudah 90 persen atau sudah UHC (Universal Health Coverage) maka secara otomatis setiap pasien yang kurang mampu sudah terdaftar di BPJS Kesehatan melalui prosesnya di Dinas Kesehatan,” terangnya.
Laporan: Hasrul Tamrin











