Pemkot Kendari

Uji Coba Sumur JIAT di Labibia, Pemkot Kendari Perkuat Ketahanan Pangan di Tengah Keterbatasan Lahan

19
×

Uji Coba Sumur JIAT di Labibia, Pemkot Kendari Perkuat Ketahanan Pangan di Tengah Keterbatasan Lahan

Sebarkan artikel ini
(Foto: Dok. Kominfo Kota Kendari)

KOLOMRAKYAT.COM: KENDARI – Pemerintah Kota Kendari kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ketahanan pangan daerah melalui inovasi di sektor pertanian. Bersinergi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi IV, Pemkot Kendari melaksanakan uji coba pengaliran Sumur Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) di Kelurahan Labibia, Kecamatan Mandonga, Senin (20/4/2026).

Kegiatan yang berlangsung penuh semangat tersebut dihadiri perwakilan BWS Sulawesi IV, Dinas Pertanian Kota Kendari, pemerintah kelurahan, Bhabinkamtibmas, serta para ketua kelompok tani setempat. Uji coba ini menjadi tonggak penting dalam upaya menghadirkan solusi irigasi berkelanjutan di wilayah dengan keterbatasan sumber air permukaan.

Lurah Labibia, Rahman, menyampaikan bahwa kehadiran Sumur JIAT menjadi harapan baru bagi para petani yang selama ini bergantung pada curah hujan. Menurutnya, fasilitas ini membuka peluang peningkatan produktivitas pertanian secara signifikan.

Baca Juga :  Pj Wali Kota Kendari Bakal Tata Pedestrian Sekitar Tugu MTQ Seperti Ini

“Ini menjadi angin segar bagi petani kami. Dengan adanya sumber air yang lebih stabil, petani tidak lagi sepenuhnya bergantung pada musim hujan,” ujarnya, dilansir dari website Kendarikota.go.id, Senin (20/4).

Sumur JIAT yang diuji coba tersebut merupakan infrastruktur pengairan yang mulai dikerjakan pada Oktober 2025 dan rampung pada Desember 2025. Kehadirannya menjadi solusi strategis untuk mengairi sekitar 35 hektare lahan sawah tadah hujan yang dikelola oleh satu kelompok tani beranggotakan 18 orang.

Kepala Dinas Pertanian Kota Kendari, Imran Ismail, mengungkapkan bahwa penyerahan resmi sarana tersebut dijadwalkan berlangsung pada akhir April 2026, langsung dari pihak balai kepada Wali Kota Kendari.

Baca Juga :  Pj Wali Kota Kendari Bicara Kolaborasi Pemerintah dan Perguruan Tinggi Akselerasi Kemiskinan di Universitas Lakidende

Ia menegaskan, program ini merupakan bentuk nyata dukungan pemerintah pusat terhadap penguatan sektor pertanian di daerah.

“Penyerahan ini menjadi bukti sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendorong peningkatan produksi pertanian serta kesejahteraan petani,” jelasnya.

JIAT sendiri merupakan sistem irigasi modern yang memanfaatkan air tanah dalam melalui sumur bor yang dipompa untuk memenuhi kebutuhan pengairan lahan. Teknologi ini dinilai efektif menjawab tantangan ketersediaan air di tengah kondisi curah hujan yang tidak menentu.

Dengan tersedianya akses air yang lebih stabil, petani diharapkan mampu meningkatkan intensitas tanam menjadi lebih dari satu kali dalam setahun. Hal ini tidak hanya berdampak pada peningkatan hasil produksi, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan daerah secara berkelanjutan.

Baca Juga :  Beras Owoha hingga Jagung Pulut Ungu Kendari Dipamerkan pada Ajang Expo Indonesia Maju di TMII

Program ini sekaligus menjadi bagian dari langkah strategis menuju swasembada pangan di Kota Kendari. Pemerintah optimistis, pengembangan irigasi berbasis air tanah seperti JIAT dapat direplikasi di wilayah lain yang memiliki karakteristik serupa.

Keberhasilan uji coba ini pun menjadikan Sumur JIAT di Labibia sebagai simbol optimisme baru bagi transformasi sektor pertanian lokal menuju sistem yang lebih modern, produktif, dan berkelanjutan.

 

 

Editor: Hasrul Tamrin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!