Pendidikan

Ribuan Siswa SMA Negeri 6 Kendari Ikuti Sosialisasi Bahaya Penyalahgunaan Narkoba

89
×

Ribuan Siswa SMA Negeri 6 Kendari Ikuti Sosialisasi Bahaya Penyalahgunaan Narkoba

Sebarkan artikel ini
(Foto: Ist/KR)

KOLOMRAKYAT.COM: KENDARI – Sebanyak 1.200 siswa-siswi SMA Negeri 6 Kendari mengikuti kegiatan sosialisasi dan edukasi tentang bahaya penyalahgunaan narkoba yang disampaikan oleh Badan Narkotika Nasional Sulawesi Tenggara (Sultra) pada saat apel pagi di lapangan sekolah, Jumat (28/11/2025).

Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menyukseskan program pemerintah dan meningkatkan kesadaran generasi muda akan bahaya narkoba, sekaligus memperkuat komitmen sekolah dalam menciptakan lingkungan satuan pendidikan bebas narkoba.

Tak tanggung-tanggung, acara yang berlangsung dengan suasana penuh antusiasme ini menghadirkan dua narasumber kompeten dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi Tenggara.

Tampak pula kehadiran Wakil Kepala Sekolah SMA Negeri 6 Kendari, yang turut mendampingi para pemateri dan memberikan arahan langsung kepada para siswa selama kegiatan berlangsung.

Kehadiran wakil kepala sekolah menunjukkan komitmen sekolah dalam menanamkan karakter positif dan kesadaran akan bahaya narkoba sejak dini.

Dalam sambutannya, Wakil Kepala Sekolah SMAN 6 Kendari, Drs. Nurdin Jalil, menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif pelaksanaan sosialisasi bahaya penyalahgunaan narkotika kepada siswa-siswi peserta didik di sekolah.

Baca Juga :  Dompet Dhuafa Sukseskan Gerakan Menulis Alquran di Kendari

Ia berharap agar kegiatan serupa dapat dilakukan secara rutin, tidak hanya di lapangan namun juga di setiap kelas saat proses belajar mengajar.

“Edukasi seperti ini sangat penting untuk membentuk generasi muda yang bebas dari pengaruh narkoba dan mampu menjadi agen perubahan di lingkungannya,” ucapnya.

Wakil Kepala Sekolah menegaskan bahwa pihaknya akan terus berupaya memperkuat kerja sama dengan BNN dan lembaga terkait lain guna melakukan edukasi dan pencegahan secara berkelanjutan.

“Kolaborasi ini sangat penting agar pesan tentang bahaya narkoba dapat tersampaikan secara efektif kepada seluruh siswa-siswi,” katanya.

Pemateri dari BNNP Sultra, Nur Adnan Aga, SKM., M.Kes., menegaskan bahwa narkoba tidak hanya merusak diri sendiri, tetapi juga dapat berdampak luas terhadap lingkungan dan masyarakat serta berkontribusi pada kerusakan tatanan negara.

Baca Juga :  Sudirman Tegaskan Komitmen Majukan Pendidikan di Kendari Saat Hadiri Pada Milad UMK

Penjelasan tersebut disambut serius oleh para siswa yang tampak memperhatikan dengan seksama. Ia juga menjelaskan berbagai jenis narkoba yang beredar di masyarakat serta dampaknya terhadap kesehatan mental dan fisik pengguna.

Selain itu, pemateri kedua dari BNNP Sultra, Melis Y Lebo, SKM., membawakan materi edukatif tentang bahaya penyalahgunaan narkoba khususnya bagi remaja di lingkungan pendidikan.

Ia turut turun ke tengah-tengah peserta untuk memberikan penjelasan secara langsung dan membuka sesi diskusi serta tanya jawab yang berlangsung hangat dan penuh semangat. Para siswa diberikan kesempatan untuk bertanya mengenai langkah-langkah pencegahan serta strategi menghindari pengaruh narkoba.

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari seluruh peserta didik maupun tenaga pendidik. Suasana semakin hidup saat para pemateri aktif berinteraksi dengan peserta melalui diskusi terbuka yang memancing keingintahuan dan kesadaran mereka akan pentingnya menjaga diri dari bahaya narkoba.

Baca Juga :  Balai Bahasa Sultra Lakukan Uji Keterbacaan Buku Terjemahan di Kabupaten Muna

Peserta terlihat lebih memahami risiko besar yang mengancam masa depan mereka apabila terjerumus ke dalam penyalahgunaan narkoba.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), prevalensi penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja Indonesia menunjukkan angka yang cukup mengkhawatirkan dengan sekitar 4% dari usia 15 s.d 24 tahun dilaporkan pernah menggunakan narkoba pada tahun 2024. Angka ini menjadi perhatian serius karena masa remaja adalah fase kritis dalam pembentukan karakter dan masa depan seseorang.

Kegiatan sosialisasi ini merupakan langkah strategis dalam membangun kesadaran sejak dini agar generasi muda mampu melindungi dirinya sendiri serta ikut berperan aktif dalam menciptakan lingkungan sekolah yang bersih dari pengaruh negatif narkoba. Dengan dukungan penuh dari semua pihak, diharapkan angka penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar dapat diminimalisir.

 

 

Editor: Hasrul Tamrin

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!