/*
Breaking News
*/
Kolom Sultra

Respon Arahan Gubernur, Satgas Pangan Sultra Sidak Pasar: Pantau Harga, Stok, dan Mutu Pangan

285
×

Respon Arahan Gubernur, Satgas Pangan Sultra Sidak Pasar: Pantau Harga, Stok, dan Mutu Pangan

Sebarkan artikel ini
(Foto: Ist/KR)

KOLOMRAKYAT.COM: KENDARI – Dalam rangka menjaga stabilitas harga serta menjamin keamanan dan mutu pangan, Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara bersama Satgas Pangan – Satuan Tugas Sapu Bersih (Saber) Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan Tahun 2026, melaksanakan kegiatan sidak dan monitoring harga bahan pokok di pasar dimulai dari Kota Kendari.

Sidak pangan terpadu yang berlangsung selama tiga hari (5-7 Februari 2026) tersebut, dipimpin oleh Ditkrimsus Polda Sultra dan diikuti oleh anggota Satgasda yang terdiri atas sejumlah perangkat daerah lingkup Pemprov Sultra, antara lain Dinas Ketahanan Pangan, DPMPTSP, dan Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan.

Selain itu, terdapat instansi lain seperti Bulog, Badan Pangan Nasional, serta Tenaga Ahli Menteri Pertanian.

Baca Juga :  May Day 2023, Buruh di Sultra Tuntut Pemberian Kesejahteraan yang Layak

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Sultra, Ari Sismanto mengatakan, monitoring dilakukan untuk memastikan ketersediaan bahan pangan strategis dengan harga yang wajar, aman dikonsumsi, serta memenuhi standar mutu yang ditetapkan.

“Pengawasan ini merespon arahan Bapak Gubernur Andi Sumangerukka agar kita senantiasa mengambil langkah preventif terhadap potensi pelanggaran dalam distribusi, keamanan, dan mutu pangan yang dapat merugikan masyarakat, khususnya menjelang meningkatnya kebutuhan pangan saat bulan suci Ramadhan 2026,” jelas Ari Sismanto, Senin (9 Februari 2026).

Operasi Saber Pangan Sultra digelar di sejumlah pasar, distributor, dan pelaku usaha pangan di Kota Kendari dan Kabupaten Konawe Selatan.

Kegiatan ini merupakan pengawasan rutin pemerintah, yang pada momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) bulan Ramadan, dilakukan secara lebih intensif guna mengantisipasi lonjakan permintaan dan fluktuasi harga.

Baca Juga :  Komisaris Jasa Raharja Tinjau Pelayanan Prima Samsat Kendari, Apresiasi Kepatuhan Wajib Pajak dengan Pembagian Helm

Dijelaskan, sejumlah titik pengawasan dipilih karena memiliki peran strategis dalam rantai distribusi pangan, yakni Pasar Baruga, Pasar Anduonohu di Kota Kendari dan Pasar Ranomeeto di Konawe Selatan.

Selain pasar, pengawasan juga difokuskan pada komoditas pangan yang berisiko tinggi mengalami fluktuasi harga, seperti telur ayam, beras, dan minyak goreng.

Sejumlah distributor telur ayam utama dipantau untuk memastikan ketersediaan stok tetap aman. Selain itu, distributor beras dan minyak goreng, turut dikunjungi guna menjamin pasokan tetap terjaga serta mencegah terjadinya kelangkaan maupun praktik penimbunan.

Menurut Kadis Ketahanan Pangan Sultra, secara umum ketersediaan pangan strategis bagi masyarakat terpantau aman. Namun demikian, masih ditemukan beberapa komoditas yang dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) atau Harga Acuan Pembelian (HAP), di antaranya Minyakita (minyak goreng subsidi), beras, dan bawang putih.

Baca Juga :  Pemprov Sultra Sesalkan Ketidakhadiran Nur Alam dalam Mediasi Polemik Yayasan Unsultra

Dengan mempertimbangkan ketersediaan stok yang mencukupi, Ari Sismanto menegaskan, tidak terdapat alasan bagi pelaku usaha untuk menjual komoditas tersebut di atas HET atau HAP yang telah ditetapkan.

Dikatakannya, Satgas mengimbau para pedagang eceran untuk mematuhi ketentuan HET/HAP serta memberikan teguran kepada distributor yang terbukti melanggar.

“Satgas akan terus mengawal stabilitas harga, ketersediaan pasokan, serta keamanan pangan strategis di Provinsi Sulawesi Tenggara agar tetap terjaga, sehingga masyarakat dapat menjalani ibadah puasa Ramadhan dengan aman, tenang, dan nyaman,” pungkasnya.

 

 

Editor: Hasrul Tamrin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!