Ekobis

Pertemuan Tahunan Bank Indonesia Sultra 2025: Ekonomi Sultra Diprediksi Lebih Tinggi pada 2026

62
×

Pertemuan Tahunan Bank Indonesia Sultra 2025: Ekonomi Sultra Diprediksi Lebih Tinggi pada 2026

Sebarkan artikel ini
Deputi Kepala KPwBI Provinsi Sultra, Thathit Suryono, saat memaparkan materi dalam PTBI Tahun 2025, Jumat (28/11/2025). (Foto: Ist/KR)

KOLOMRAKYAT.COM: Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) Tahun 2025 secara hybrid yang dipusatkan di Aula Wakatobi, Kantor Perwakilan BI Sultra, Jumat (28/11/2025). Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Asisten II Setda Provinsi Sultra, Wakil Ketua II DPRD Provinsi Sultra, perwakilan pemerintah daerah, serta para pemimpin lembaga dan mitra strategis.

Pada kesempatan tersebut, Deputi Kepala KPwBI Provinsi Sultra, Thathit Suryono, menyampaikan kondisi global dan nasional yang mencakup kinerja perekonomian serta outlook perekonomian 2025.

Senada dengan arahan Gubernur Bank Indonesia, Thathit Suryono, menjelaskan bahwa perekonomian global pada tahun 2025 masih diliputi ketidakpastian akibat berlanjutnya ketegangan geopolitik, terutama konflik di Timur Tengah yang menghambat rantai pasok dunia.

“Kebijakan tarif dagang Amerika Serikat turut menekan keyakinan pelaku ekonomi, melemahkan konsumsi rumah tangga, dan meningkatkan pengangguran sehingga menahan kinerja ekspor Tiongkok, Jepang, dan berbagai negara mitra,” katanya, dikutip dari siaran persnya.

Meskipun demikian, lanjut dia, ekonomi Eropa tumbuh lebih tinggi dari perkiraan berkat perbaikan konsumsi dan investasi, sementara IMF, World Bank, dan Bank Indonesia tetap memperkirakan pertumbuhan global 2025 berada pada kisaran 2,3–3,2%.

Baca Juga :  Telkomsel Luncurkan Paket YouTube Premium Bebas Iklan Tanpa Interupsi, Harga Terjangkau

Di tengah kondisi tersebut, perekonomian Indonesia menunjukkan ketahanan yang baik didukung konsumsi rumah tangga, belanja pemerintah, investasi, serta peningkatan ekspor termasuk ekspor jasa. Inflasi nasional tetap terjaga dalam sasaran, dengan inflasi inti yang rendah dan imported inflation yang terkendali.

“Ke depan, pertumbuhan ekonomi Indonesia diprakirakan berada pada kisaran 4,7–5,5% pada 2025 dan meningkat pada 2026, didorong oleh sinergi kebijakan fiskal–moneter, proyek prioritas pemerintah, dan bauran kebijakan Bank Indonesia yang menjaga stabilitas sekaligus mendorong aktivitas ekonomi,” ujar Thathit Suryono.

Deputi Kepala KPwBI Provinsi Sultra ini juga menjelaskan, pada tingkat regional, Triwulan III 2025 perekonomian wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua) tumbuh positif 4,96% (yoy) dengan inflasi tetap terkendali.

“Di Sulawesi Tenggara, kinerja ekonomi Triwulan III 2025 tumbuh sebesar 5,65%(yoy) dan tetap terjaga dalam tren pertumbuhan positif serta diatas pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,04%(yoy), utamanya didorong oleh kinerja lapangan usaha industri pengolahan berbasis ekspor dan konsumsi rumah tangga,” ungkapnya.

“Optimalnya kinerja perekonomian juga diimbangi dengan tekanan inflasi yang terjaga. Pada Oktober 2025 inflasi Prov. Sultra kembali masuk pada target sasaran melalui upaya TPID dan strategi 4K. Aktivitas ekonomi masyarakat turut meningkat sejalan dengan pesatnya digitalisasi sistem pembayaran; transaksi QRIS tumbuh signifikan hingga mencapai 23,29 juta transaksi dan jumlah merchant terus meningkat,” sambung dia.

Baca Juga :  Telkomsel Dukung Kelancaran Ibadah Jemaah Haji 2025 Melalui Paket RoaMAX Haji Gratis 24 Jam

Ke depan, Thathit Suryono memprediksi perekonomian Sulawesi Tenggara pada 2026 diperkirakan tumbuh lebih tinggi, ditopang pertumbuhan sektor pertanian melalui ekstensifikasi lahan, peningkatan kapasitas industri pengolahan logam dasar yang masuk rantai pasok baterai kendaraan listrik, serta kelanjutan pembangunan kawasan industri strategis.

“Meski pertumbuhan tersebut berpotensi meningkatkan daya beli dan risiko inflasi, sinergi kebijakan antar-stakeholders menjadi kunci untuk menjaga stabilitas perekonomian. Bank Indonesia berkomitmen memperkuat kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran serta senantiasa bersinergi dengan pemerintah untuk mendorong pertumbuhan berkelanjutan sekaligus menjaga inflasi dalam sasaran menuju Indonesia Emas 2045,” terangnya.

Sementara itu, Asisten II Bidang Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Sulawesi Tenggara, Yuni Nurmalawati, membacakan sambutan Gubernur Sultra yang berisi arah kebijakan 2026 Sultra menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia Sultra atas sinergi kuat dalam pengendalian inflasi, percepatan pertumbuhan ekonomi, dan digitalisasi daerah.

“Melalui peran aktif di TPID, penguatan pemantauan harga, fasilitasi GPM, dan pengembangan klaster pangan, inflasi daerah dapat dikendalikan dengan lebih antisipatif,” ucapnya.

Baca Juga :  Rumah BUMN PLN Muna Adakan Pelatihan Sertifikasi Halal Bagi UMKM Binaan

Di sisi ekonomi, Bank Indonesia berkontribusi memetakan sektor unggulan, mendukung UMKM, memperkuat ekosistem halal, serta meningkatkan inklusi keuangan sehingga pertumbuhan lebih inklusif.

Pada saat yang sama, menurut Yuni dalam sambutannya, menilai BI bersama pemerintah daerah mempercepat digitalisasi melalui ETPD dan perluasan penggunaan QRIS hingga menjadikan seluruh pemda di Sulawesi Tenggara menjadi Pemda kategori Digital.

“Seluruh capaian ini mencerminkan kemitraan strategis yang perlu terus diperkuat untuk menjaga stabilitas dan mendorong pembangunan Sulawesi Tenggara yang semakin maju dan berdaya saing,” tuturnya.

Selain penyampaian outlook perekonomian daerah, PTBI Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2025 juga dirangkaikan dengan penyerahan BI Sultra Award kepada 18 Mitra Strategis KPwBI Sultra yang secara aktif bersinergi dan berinovasi dalam memperkuat ketahanan dan kebangkitan ekonomi daerah Prov. Sultra selama tahun 2025.

“Kedepannya, KpwBI Sultra akan senantiasa berkomitmen memberikan dedikasi terbaik untuk Provinsi Sultra melalui sinergi dan inovasi bersama Pemerintah Daerah dan berbagai stakeholders demi mewujudkan ekonomi daerah yang kuat dan berdaya saing,” pungkas Yuni.

 

 

Editor: Hasrul Tamrin

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!