KOLOMRAKYAT.COM: MUNA – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Muna pada hari Jumat, 5 Juni 2026 merilis pertumbuhan ekonomi Kabupaten Muna triwulan I tahun 2026, berdasarkan data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), ekonomi Kabupaten Muna tumbuh sebesar 5,59 % dibandiingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/y-on-y).
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Muna, La Ode Sairuddin menyatakan bahwa capaian ini menunjukkan peningkatan yang siginifikan dibandingkan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Muna pada triwulan I Tahun 2025 yang tercatat sebesar 2,89 persen. Bahkan pertumbuhan ekonomi triwulan I tahun 2026 telah melampaui capaian pertumbuhan ekonomi tahunan Kabupaten Muna tahun 2025 yang sebesar 3,89 persen.
“Pertumbuhan ekonomi kabupaten Muna tersebut juga semakin mendekati laju pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tenggara yang pada triwulan I tahun 2026 sebesar 6,23 persen dan hanya terpaut 0,02 persen dari pertumbuhan ekonomi nasional pada periode yang sama yang mencapai 5,61 persen,” kata Bang Epi sapaan akrab La Ode Sairuddin dalam keterangan persnya, Selasa (9/6/2026).
Lebih lanjut La Ode Sairuddin menambahkan bahwa pertumbuhan ekonomi Kabupaten Muna pada Triwulan I Tahun 2026, tidak terlepas dari peran strategis sektor pertanian, kehutanan dan perikanan sebagai tulang punggung perekonomian daerah.
“Sektor ini menjadi kontributor terhadap PDRB Kabupaten Muna dengan nilai Rp 732,8 M atau sekitar 28,5 persen dari total perekonomian daerah. Kinerja positif sektor ini menunjukkan bahwa pembangunan ekonomi berbasis potensi lokal terus memberikan hasil yang nyata bagi masyarakat,” ucapnya.
Dia melanjutkan, bahwa capaian tersebut sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Muna yang diusung Bupati Muna Drs. H. Bachrun, M.Si dan Wakil Bupati Muna La Ode Asrafil, SH., MH melalui Industrialisasi JATI (Jagung, Hortikultura, Ternak dan Ikan).
“Sejak awal pemerintahan tahun 2025, Pemerintah Kabupaten Muna secara konsisten menggenjot pengembangan sektor – sektor unggulan melalui program kolaborasi Gerakan Percepatan Pembangunan Ekonomi Berbasis Komoditas Unggulan (GERCEP POKADULU),” tuturnya.
Bang Epi menerangkan, program ini adalah sinergitas dan kolaborasi pada semua tingkat pemerintahan dan pelaku usaha termasuk BUMDes dan koperasi yang diarahkan untuk memperkuat fondasi ekonomi masyarakat dengan meningkatkan produksi dan peroduktivitas komoditas unggulan disektor pertanian seperti jagung, beberapa komoditas hortikultura, rumput laut, udang, ayam ras petelur, ayam pedaging dan beberapa komoditas lainnya.
“Dampak dari kebijakan tersebut mulai terlihat pada triwulan I tahun 2026. Sektor pertanian, peternakan dan perikanan tumbuh sebesar 1,66 persen (year on year), berbalik arah dengan secara signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang minus 5,06 persen. Terjadi peningkatan secara signifikan produktivitas komoditas jagung kuning dan neraca ketahanan pangan komoditas telur ayam ras sebesar 52 % dari total kebutuhan yang sebelumnya hanya 18 %,” terangnya.
“Perbaikan kinerja ini menjadi indikator bahwa upaya Pemerintah Kabupaten Muna dalam memperkuat sektor rill mulai memberikan hasil positif dan menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih kuat, berkelanjutan dan berpihak pada kesejahteraan rakyat,” sambungnya.
Sementara Leman Jaya, Kepala BPS Kabupaten Muna mengungkapkan bahwa dari sisi Lapangan usaha, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Muna didorong oleh meningkatnya aktivitas disektor akomodasi dan makan minum yang tumbuh sebesar 25,30 persen, Industri pengolahan 18,66 persen, perdagangan besar dan eceran serta reparasi mobil dan sepeda motor yang tumbuh 16,03 persen, informasi dan komunikasi yang tumbuh sebesar 13,62 persen serta sektor pertanian, perikanan dan peternakan yang tumbuh 1,66 persen.
“Struktur ekonomi Kabupaten Muna masih didominasi oleh sektor pertanian, peternakan, perikanan dan kehutanan dengan kontribusi sebesar 28,50 persen terhadap total PDRB, disusul oleh perdagangan besar dan eceran sebesar 18,02 persen, konstruksi sebesar 10,12 persen serta administrasi pemerintahan sebesar 9,23 persen. Kondisi ini menunjukkan bahwa sektor pertanian masih menjadi fondasi utama perekonomian masyarakat Kabupaten Muna,” ungkapnya.
Secara terpisah, Bupati Muna Drs. H. Bachrun, M.Si menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Kabupaten Muna sebesar 5,59 persen pada triwulan I tahun 2026 merupakan bukti bahwa pembangunan ekonomi Kabupaten Muna yang bertumpu pada industrialisasi JATI berada pada jalur yang tepat.
“Kami meyakini bahwa kemajuan daerah harus dibangun dari kekuatan sektor riil yang dimiliki oleh masyarakat. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Muna akan terus memperkuat fondasi perekonomian daerah melalui peningkatan produksi dan produktifitas, hilirisasi dan penciptaan nilai tambah komoditas unggulan, sehingga pertumbuhan ekonomi tidak hanya tinggi secara statistik, tetapi juga berkualitas, inklusif dan berkelanjutan serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara nyata,” katanya.
“Mohon dukungan seluruh masyarakat Kabupaten Muna untuk berkolaborasi memajukan daerah ini sesuai dengan potensi besar yang kita miliki,” tambahnya.
Laporan : LM Nur Alim











