/*
Breaking News
*/
Pendidikan

Open House SMA Unggul Garuda di Konsel, Pemerintah Buka Jalan bagi Talenta Muda Berdaya Saing Global

57
×

Open House SMA Unggul Garuda di Konsel, Pemerintah Buka Jalan bagi Talenta Muda Berdaya Saing Global

Sebarkan artikel ini
Suasana Open House SMA Unggul Garuda di Kabupaten Konawe Selatan. (Foto: Hasrul/KR)
Suasana Open House SMA Unggul Garuda di Kabupaten Konawe Selatan. (Foto: Hasrul/KR)

KOLOMRAKYAT.COM: KONSEL – Pemerintah terus memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM) unggul melalui pengembangan ekosistem SMA Unggul Garuda. Program strategis Presiden Prabowo Subianto ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang menguasai sains dan teknologi, berkarakter kuat, berintegritas, serta memiliki daya saing global.

Komitmen tersebut mengemuka dalam kegiatan Open House atau gelar griya SMA Unggul Garuda Baru di Desa Lebo Jaya, Kecamatan Konda, Konawe Selatan, Sabtu (17/10/2026).

Kegiatan ini digelar serentak di 51 sekolah dalam ekosistem Sekolah Garuda di seluruh Indonesia, terdiri atas empat SMA Unggul Garuda Baru dan 47 SMA Unggul Garuda Transformasi.

Gubernur Lembaga Pengelola Universitas dan Pendidikan Kebangsaan Republik Indonesia (URI), Marsekal TNI (Purn) Donny Ermawan Taufanto, M.D.S., M.S.P., mengatakan, kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan SMA Unggul Garuda kepada masyarakat, khususnya di Kabupaten Konawe Selatan, Sultra.

Ia berharap keberadaan sekolah unggulan itu dapat dimanfaatkan masyarakat setempat sebagai peluang untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan menyiapkan generasi muda yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

“Ini sebetulnya adalah program strategis dari Bapak Presiden kita, Pak Prabowo, untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia kita,” kata Donny, saat memberikan keterangan kepada awak media.

Menurutnya, pembangunan bangsa membutuhkan SDM yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki karakter baik, integritas, jiwa nasionalisme, serta kecintaan terhadap tanah air.

Indonesia, kata dia, memiliki potensi sumber daya alam yang sangat besar. Namun, potensi tersebut harus dikelola oleh SDM berkualitas agar memberikan manfaat optimal bagi kemajuan bangsa.

Baca Juga :  Siswa PKL SMKN 3 Kendari Terlindungi Program BPJS Ketenagakerjaan

“Jangan sampai sumber daya alam itu tidak terkelola dengan baik, justru malah lari keluar. Nah, ini kita ingin menyelamatkan, salah satunya kita menyiapkan sumber daya manusia kita,” ujarnya.

Donny menjelaskan, pemerintah tengah membangun ekosistem pengembangan talenta unggul secara berkelanjutan, dimulai dari jenjang SMA hingga perguruan tinggi.
Saat ini, empat SMA Unggul Garuda Baru telah dibangun. Pemerintah juga sedang mengusulkan pembangunan empat sekolah tambahan, dengan sasaran pengembangan hingga 20 SMA Unggul Garuda Baru.

Selain itu, terdapat rencana pengembangan sekitar 80 SMA Unggul Garuda Transformasi yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Melalui jaringan pendidikan tersebut, pemerintah ingin menjaring siswa-siswa berpotensi sejak lulusan SMP, kemudian membina mereka agar berkembang menjadi talenta unggul di bidang sains, teknologi, dan kepemimpinan.

“Kita sebetulnya yakin bahwa di Indonesia itu tidak kekurangan orang yang pintar, orang yang punya karakter. Cuma bagaimana kita bisa menemukan sumber daya manusia yang bagus-bagus ini,” tuturnya.

Ia menambahkan, ekosistem tersebut nantinya tidak hanya mencakup pendidikan menengah dan perguruan tinggi, tetapi juga pengembangan kompetensi aparatur sipil negara (ASN) serta pegawai badan usaha milik negara (BUMN).

Dengan pembinaan yang terintegrasi, pemerintah berharap dapat menyiapkan SDM yang mampu memperkuat tata kelola pemerintahan dan mendukung terwujudnya Indonesia maju.

* URI Siapkan Transisi Pengelolaan pada 2027

Terkait pengelolaan SMA Unggul Garuda, Donny mengungkapkan bahwa Lembaga Pengelola Universitas dan Pendidikan Kebangsaan Republik Indonesia (URI) sedang menyiapkan struktur organisasi dan sumber daya manusia untuk menjalankan mandat tersebut.

Baca Juga :  SMPN 3 Wawonii Tenggara Konawe Kepulauan Terapkan Absensi Digital, Siswa Cukup Scan Barcode

Pengalihan pengelolaan program pendidikan yang saat ini berada di bawah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi akan dilakukan secara bertahap.

“Kira-kira di tahun 2027 kita harapkan transisi itu bisa kita jalankan,” jelasnya.

Donny menegaskan, keberhasilan program tersebut nantinya tidak hanya diukur dari capaian akademik peserta didik, tetapi juga dari kemampuan melahirkan SDM yang berintegritas, mencintai tanah air, dan mampu menjalankan tanggung jawab tanpa terlibat praktik korupsi.

URI juga membuka peluang kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi luar negeri, termasuk Imperial College dan King’s College, untuk mendukung pengembangan universitas yang direncanakan pemerintah.

Sementara itu, Bupati Konawe Selatan Irham Kalenggo, S.Sos., M.Si., menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas SDM, terutama melalui penguatan kompetensi tenaga pendidik.

Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan harus dimulai dari guru. Tenaga pendidik yang berkualitas akan menjadi fondasi penting dalam membentuk kemampuan dan daya saing peserta didik.

“Saya sudah perintahkan Kadis untuk membuat program bagaimana ke depan kita lebih banyak peningkatan kualitas tenaga pengajar. Dari situ kemudian kita tularkan kepada anak-anak kita,” kata Irham.

Selain meningkatkan kompetensi guru, Pemkab Konawe Selatan juga telah mengajukan proposal kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah agar daerah tersebut mendapatkan program sekolah unggulan untuk jenjang SD dan SMP.

Baca Juga :  Sudirman Tegaskan Komitmen Majukan Pendidikan di Kendari Saat Hadiri Pada Milad UMK

Program itu diharapkan menjadi fondasi pembinaan peserta didik sejak dini, sehingga mereka memiliki kesiapan akademik untuk melanjutkan pendidikan ke SMA Unggul Garuda.

Irham mengungkapkan, jumlah putra-putri Konawe Selatan yang berhasil masuk SMA Unggul Garuda Baru saat ini masih terbatas, yakni dua orang. Keduanya merupakan siswa yang menempuh pendidikan di luar daerah.

“Harapan saya, insyaallah, mudah-mudahan dua sampai tiga tahun ke depan anak-anak kita sudah bisa banyak yang masuk untuk sekolah di Sekolah Unggul Garuda Baru,” ujarnya.

Open House SMA Unggul Garuda mengusung tema “Satu Tahun Sekolah Menengah Atas Unggul Garuda Melahirkan Talenta Unggul untuk Indonesia”.

Selain memperkenalkan visi dan sistem pendidikan, kegiatan ini bertujuan menyosialisasikan mekanisme Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA Unggul Garuda Baru untuk tahun ajaran 2027/2028.

Kegiatan tersebut melibatkan siswa kelas IX SMP dan madrasah tsanawiyah, unsur pemerintah daerah, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta pemangku kepentingan lainnya.

Rangkaian acara turut diisi pertunjukan seni, sosialisasi PPDB, peluncuran buku tentang SMA Unggul Garuda, serta kunjungan langsung ke lingkungan sekolah, termasuk ruang belajar, laboratorium, perpustakaan, dan fasilitas penunjang lainnya.

Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan semakin mengenal SMA Unggul Garuda sebagai institusi pendidikan menengah yang mengedepankan prestasi akademik, penguatan karakter, penguasaan sains dan teknologi, serta pembentukan calon pemimpin bangsa yang berdaya saing global.

 

 

Laporan: Hasrul Tamrin

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!