KOLOMRAKYAT.COM: KENDARI – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan siswa-siswi SMA Negeri 1 Kendari di tingkat nasional. Tim Musikalisasi Puisi SMAN 1 Kendari berhasil meraih Juara II pada Festival Musikalisasi Puisi Tingkat Nasional yang diselenggarakan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) Tahun 2026 yang digelar di Jakarta, 22-25 September 2026.
Capaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi para siswa, terlebih prestasi di ajang nasional itu sekaligus mempertahankan tradisi SMAN 1 Kendari yang secara konsisten menembus jajaran tiga besar dalam kompetisi musikalisasi puisi sejak 2020.
Ketua tim sekaligus vokalis utama, Kristina Honey Kondong, mengungkapkan rasa bahagianya atas pencapaian yang diraih bersama rekan-rekannya.
“Prestasi yang kami raih di tingkat nasional ini sangat membanggakan. Kami berhasil meraih Juara II dalam Festival Musikalisasi Puisi tingkat nasional yang dilaksanakan di Jakarta,” ujar Kristina, Kamis (1/10/2026).
Menariknya, keikutsertaan tahun 2026 menjadi pengalaman pertama bagi Kristina dan sejumlah anggota tim dalam ajang musikalisasi puisi tingkat nasional.
Menurut Kristina, keberhasilan tersebut tidak datang secara instan. Tim yang beranggotakan enam siswa itu harus menjalani proses latihan secara disiplin dengan pembagian sesi yang cukup ketat.
Dalam satu sesi latihan, mereka terlebih dahulu berlatih musik selama satu jam. Setelah itu, latihan dilanjutkan dengan sesi khusus vokal selama sekitar 30 menit, sebelum akhirnya seluruh personel digabungkan untuk menyelaraskan musik dan vokal.
Jika masih terdapat bagian yang belum sesuai, latihan akan diulang hingga mendapatkan hasil yang diharapkan.
“Kami latihan dengan sangat tegas, apalagi kami harus membagi waktu karena semuanya punya kesibukan di sekolah dan organisasi. Saat latihan, kami juga menyimpan HP, laptop dan gadget lainnya supaya benar-benar fokus,” jelasnya.

Dalam kompetisi tersebut, tim SMAN 1 Kendari membawakan dua puisi, yakni puisi wajib “Anak Laut” karya Asrul Sani dan puisi pilihan “Keterampilan Membaca Laut” karya A.A. Sani.
Kristina menjelaskan, puisi Anak Laut menggambarkan sosok anak yang memiliki impian besar untuk menjelajah dunia dan pergi ke negeri yang jauh. Namun, ketika berada jauh dari kampung halaman, muncul rasa rindu yang begitu kuat terhadap tempat asalnya.
Sementara puisi Keterampilan Membaca Laut mengangkat kisah tentang seseorang yang kehilangan kesempatan untuk bersama orang yang dicintainya. Berbagai rencana masa depan yang telah disusun bersama akhirnya harus kandas karena keadaan yang tidak mereka inginkan.
Menurut Kristina, tantangan terbesar dalam kompetisi tersebut adalah bagaimana mengubah puisi menjadi sebuah pertunjukan musik yang tetap mampu mempertahankan makna dan rasa dari karya sastra yang dibawakan.
“Setiap daerah punya karakter musik yang berbeda. Walaupun puisi wajibnya sama, nadanya bisa berbeda-beda. Sebagai vokalis, saya harus benar-benar meresapi puisinya supaya rasa yang ingin disampaikan bisa sampai kepada penonton,” tuturnya.
Selain itu, persoalan waktu juga menjadi tantangan tersendiri. Kesibukan sekolah dan organisasi membuat mereka harus menyusun strategi latihan agar tetap efektif.
Tim Musikalisasi Puisi SMAN 1 Kendari dalam ajang nasional tersebut terdiri dari Kristina Honey Kondong kelas XII.A1 sebagai vokalis utama; Jovita Klaudia Irene kelas XI.A2 sebagai pemain biola, strings/keyboard, dan backing vocal; Clarissa Michelle P. kelas XII.G3 sebagai vokalis dan backing vocal; Elgracio Indra Sanda Langi kelas XII.B1 sebagai pemain perkusi; Deni Yehezkiel Fredrick Sembiring Brahmana kelas XII.A1 sebagai pemain piano; serta satu personel sebagai pemain gitar.
Guru pembimbing Sri Maharani, S.Pd., M.Pd., bersama pelatih Kaiman, turut menyampaikan apresiasi atas perjuangan dan capaian para siswa.
Menurutnya, prestasi tersebut tidak diraih dengan mudah, melainkan melalui proses panjang yang membutuhkan ketekunan, kedisiplinan, dan keseriusan dalam menjalani setiap tahapan latihan.
Sementara itu, Kepala SMAN 1 Kendari, Nur Aida, S.Pd., M.Pd., mengaku bersyukur atas prestasi yang kembali ditorehkan anak didiknya di tingkat nasional.
Ia menyebut, meski baru sekitar 10 hari bertugas di SMAN 1 Kendari, dirinya telah melihat deretan prestasi yang berhasil diraih para siswa, baik di bidang akademik maupun nonakademik.
“Alhamdulillah, di SMA Negeri 1 Kendari dalam kurun waktu lebih kurang 10 hari saya di sini, deretan prestasi itu luar biasa. Mulai dari Juara II tingkat nasional musikalisasi puisi, Juara II tingkat nasional LKBB, Juara II tingkat nasional debat bahasa Inggris, dan sejumlah prestasi lainnya di tingkat provinsi,” ungkap Nur Aida, di ruang kerjanya.
Ia menegaskan, pihak sekolah akan terus memberikan ruang dan dukungan kepada siswa untuk mengembangkan bakat serta minatnya.
“Pihak sekolah tidak hanya mendukung kegiatan akademik, tetapi nonakademik juga didukung. Kegiatan di sekolah bukan hanya nonakademik, akademiknya juga tetap berjalan,” katanya.
Ke depan, kata Nur Aida, sekolah juga akan memperkuat pembinaan di bidang akademik, khususnya dalam menghadapi berbagai kompetisi dan olimpiade tingkat nasional.
“Kami sudah berdiskusi dengan bidang Litbang bagaimana ke depan pembinaan di bidang olimpiade ini bisa mencapai target prestasi tingkat nasional. Ini juga menjadi bagian dari upaya kami meningkatkan prestasi Sulawesi Tenggara,” pungkasnya.
Editor: Hasrul Tamrin











