/*
Breaking News
*/
Kolom SultraPendidikan

Pemprov Sultra Siapkan Sekolah Unggulan, SMAN 4 Kendari Ditetapkan jadi Perintis

57
×

Pemprov Sultra Siapkan Sekolah Unggulan, SMAN 4 Kendari Ditetapkan jadi Perintis

Sebarkan artikel ini
Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sultra, Mukhtar saat berdialog dengan siswa-siswi di SMA Unggul Garuda. (Foto: Hasrul/KR)

KOLOMRAKYAT.COM: KENDARI – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan mulai mematangkan persiapan pengembangan sekolah unggulan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan mencetak siswa berprestasi.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Sultra kini telah menetapkan SMA Negeri 4 Kendari sebagai salah satu titik awal pengembangan program tersebut.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sultra, Mukhtar, mengatakan pengembangan sekolah unggulan merupakan bagian dari upaya mewujudkan harapan Gubernur Sultra agar daerah ini memiliki sekolah yang mampu mengembangkan potensi dan prestasi siswa secara optimal.

“Kehadiran SMA Unggul Garuda yang digagas oleh Presiden ini dapat menjadi salah satu acuan bagi Pemprov Sultra dalam mempersilahkan sekolah-sekolah unggul di daerah,” ucap Mukhtar, saat ditemui di sela-sela kunjungan open house atau gelar griya Sekolah Unggul Garuda di Konawe Selatan, Sabtu (17/10/2026).

Menurut Mukhtar, penetapan sekolah unggul di Pemprov Sultra nantinya tidak hanya berfokus pada penetapan nama atau status sekolah, tetapi harus dibarengi dengan proses seleksi siswa, kesiapan tenaga pendidik, serta pemenuhan sarana dan prasarana pendukung pembelajaran.

Baca Juga :  Yayasan Kemala Bhayangkari Sultra, Berbagi Kebahagiaan di Bulan Ramadan

“Kita bisa bersyukur karena apa yang menjadi harapan Pak Gubernur, bahwa di Provinsi Sulawesi Tenggara ada sekolah yang bisa kita jadikan sekolah unggulan, mulai kita persiapkan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pengembangan sekolah unggulan akan dilakukan secara bertahap. Sejumlah sekolah didorong mulai mempersiapkan diri, termasuk melakukan rekrutmen siswa berprestasi yang dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan melalui program kelas unggulan.

Kehadiran Sekolah Unggul Garuda di Konawe Selatan, lanjut Mukhtar, juga menjadi kesempatan bagi Sultra untuk melihat secara langsung proses perencanaan dan pengelolaan sekolah unggulan. Pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi referensi dalam mengembangkan model pendidikan serupa di sekolah menengah atas (SMA) di Sultra.

“Dengan adanya SMA Garuda ini, kita semakin dekat untuk melihat suatu proses dan perencanaan yang baik, kemudian bisa kita implementasikan di Provinsi Sulawesi Tenggara, khususnya pada SMA-SMA,” katanya.

Baca Juga :  Kontraktor Gerbang Toronipa Angkat Bicara Sebut Kerusakan Bukan Gagal Konstruksi, Tapi...

Terkait rencana pengembangan sekolah unggulan di setiap kabupaten dan kota, Mukhtar menyebut SMA Negeri 4 Kendari saat ini menjadi sekolah yang secara resmi dipersiapkan. Namun, Dinas Dikbud Sultra telah mengimbau sekolah-sekolah lain agar mulai membenahi kesiapan masing-masing.

Persiapan tersebut meliputi pemetaan potensi siswa, ketersediaan sumber daya manusia, serta kelengkapan sarana dan prasarana yang dibutuhkan untuk mendukung proses pembelajaran berkualitas.

Mukhtar berharap seluruh kabupaten dan kota di Sultra dapat mengambil bagian dalam menyiapkan sekolah unggulan. Meski demikian, penetapan sekolah yang akan dikembangkan tetap harus mempertimbangkan kondisi nyata dan potensi yang dimiliki setiap daerah.

“Kita berharap semua kabupaten mempersiapkan diri. Tetapi, tentu kita juga harus melihat faktualnya di lapangan. Jadi, bukan hanya sekadar keinginan, tetapi memang nyata bahwa potensi-potensi itu bisa kita garap untuk mewujudkan sekolah unggul,” tegasnya.

Baca Juga :  BPJS Ketenagakerjaan Perkuat Kemandirian Ekonomi Penerima Manfaat melalui Program PEKA

Dalam mendukung program tersebut, Dinas Dikbud Sultra akan berkoordinasi untuk menentukan kebutuhan dan prioritas intervensi. Pemerintah daerah perlu memastikan kesiapan sekolah sebelum memberikan dukungan lebih lanjut, baik dari sisi tenaga pendidik maupun fasilitas pendidikan.

Mukhtar menegaskan, keterbatasan anggaran membuat pengembangan sekolah unggulan tidak dapat dilakukan serentak di seluruh wilayah. Karena itu, penentuan prioritas menjadi bagian penting agar program dapat berjalan secara terencana dan sesuai kebutuhan.

“Komitmen Pak Gubernur jelas, persiapkan dulu prosesnya, rekrut siswanya, siapkan sumber daya manusianya, kemudian sarana apa yang dibutuhkan untuk mewujudkan itu. Nanti direncanakan bersama-sama,” jelasnya.

Ia menambahkan, pemerintah akan melihat sekolah mana yang paling siap dan membutuhkan dukungan lebih awal. Dengan perencanaan yang matang dan pelaksanaan secara bertahap, pengembangan sekolah unggulan diharapkan mampu memperluas kesempatan siswa Sultra untuk memperoleh pendidikan berkualitas serta mengembangkan prestasi sesuai potensi masing-masing.

 

 

 

Laporan: Hasrul Tamrin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!