KOLOMRAKYAT.COM: KENDARI – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) di tingkat nasional. Tim mahasiswa Jurusan Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian UHO, berhasil meraih Juara 3 pada ajang Soil Judging Contest 2026 yang digelar di Universitas Padjadjaran (Unpad), Bandung.
Capaian tersebut menjadi bukti kemampuan mahasiswa UHO dalam mengaplikasikan ilmu tanah secara langsung di lapangan, sekaligus bersaing dengan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi pertanian di Indonesia.
Tim UHO diperkuat lima mahasiswa, yakni Christin Meilin Agri Silamba, Riski, La Aman, serta dua anggota tim lainnya. Mereka tampil dalam kompetisi yang menuntut ketelitian, kecepatan analisis, serta kemampuan mengambil keputusan berdasarkan kondisi profil tanah di lapangan.
Ketua Jurusan Ilmu Tanah Fakultas Pertanian UHO, Syamsu Alam, S.P., M.Sc, menjelaskan Soil Judging Contest bukan sekadar kompetisi teori, tetapi menguji kemampuan peserta dalam menganalisis karakteristik tanah secara komprehensif.
Dalam perlombaan tersebut, peserta dituntut mampu mengidentifikasi berbagai karakteristik tanah, mulai dari tekstur, warna, hingga struktur tanah. Peserta juga harus menentukan klasifikasi tanah, seperti Ultisol maupun Inceptisol, serta memberikan rekomendasi terkait kesesuaian lahan dan jenis komoditas tanaman yang tepat.
“Tantangannya bukan hanya bagaimana memahami teori, tetapi bagaimana menerapkan pengetahuan tersebut secara cepat dan tepat berdasarkan kondisi tanah yang ditemukan di lapangan,” jelas. Syamsu Alam, dikutip dari laman resmi UHO @uho.ac.id, Kamis (24/9/2026).
Perjalanan tim UHO menuju podium nasional juga tidak berlangsung mudah. Salah satu tantangan yang dihadapi adalah proses adaptasi terhadap peralatan pengamatan yang digunakan di lokasi lomba.
Peralatan tersebut memiliki karakteristik yang berbeda dengan perlengkapan yang selama ini digunakan mahasiswa ketika menjalani latihan di kampus. Kondisi itu membuat tim harus cepat beradaptasi agar proses pengamatan dan analisis tetap berjalan optimal.
Namun, kekompakan tim, ketelitian, serta kemampuan menjaga konsentrasi menjadi modal penting hingga akhirnya mahasiswa UHO mampu mengamankan posisi ketiga.
Dekan Fakultas Pertanian UHO, Prof. Dr. Ir. H. R. Marsuki Iswandi, M.Si., menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut.
“Kami sangat bangga atas prestasi yang diraih oleh mahasiswa Ilmu Tanah. Ini membuktikan bahwa pembinaan akademik dan praktik lapangan yang kami lakukan mampu bersaing di tingkat nasional. Semoga ini memotivasi mahasiswa lain untuk terus mengasah keahlian dan berani berkompetisi,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan mahasiswa Riski, mengungkapkan rasa syukur atas hasil yang berhasil mereka raih.
Menurutnya, pengalaman mengikuti kompetisi nasional tersebut memberikan pelajaran penting, khususnya dalam menghadapi situasi lapangan yang berbeda dari proses latihan.
“Tantangan terbesar kami adalah adaptasi alat di lapangan. Namun, berkat kekompakan, ketelitian, dan ketenangan tim, kami bisa melaluinya. Terima kasih untuk dukungan jurusan dan fakultas,” ungkapnya.
Prestasi tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai pencapaian satu tim. Fakultas Pertanian UHO berharap keberhasilan mahasiswa Ilmu Tanah dapat menjadi pemantik semangat bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan kompetensi, khususnya melalui kompetisi akademik dan praktik lapangan.
Dengan capaian ini, mahasiswa Fakultas Pertanian UHO kembali menunjukkan bahwa penguasaan ilmu yang dipadukan dengan pengalaman praktik menjadi bekal penting untuk mampu bersaing di tingkat nasional.
Editor: Hasrul Tamrin











