Pemkot Kendari

Akses Terganggu Hujan, Pemkot Kendari Perbaiki Infrastruktur TPA Puuwatu

91
×

Akses Terganggu Hujan, Pemkot Kendari Perbaiki Infrastruktur TPA Puuwatu

Sebarkan artikel ini
(Foto: Ist/KR)

KOLOMRAKYAT.COM: KENDARI – Pemerintah Kota Kendari melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pengelolaan sampah melalui pembenahan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Puuwatu, di Kecamatan Puuwatu, agar lebih modern, tertata, dan ramah lingkungan.

Upaya ini menjadi bagian dari langkah strategis pemerintah dalam menjawab tantangan pengelolaan sampah perkotaan yang kian kompleks, sekaligus memastikan perlindungan lingkungan dan kesehatan masyarakat tetap terjaga.

Kepala DLHK Kota Kendari, Hj. Erlis Sadya Kencana, mengungkapkan bahwa pihaknya sempat menghadapi kendala operasional akibat tingginya intensitas hujan dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi tersebut menyebabkan akses menuju zona aktif TPA menjadi sulit dilalui kendaraan pengangkut sampah.

Baca Juga :  Kadis Kominfo Sampaikan Amanat Pj Wali Kota Kendari Jaga Netralitas ASN pada Dialog Pemilu

“Curah hujan yang tinggi membuat jalan menuju zona aktif menjadi becek dan berlumpur, sehingga dump truck tidak dapat beroperasi secara optimal,” ujarnya, Selasa (14/4/2026).

Merespons kondisi tersebut, Pemerintah Kota Kendari bergerak cepat dengan mengalokasikan anggaran perbaikan infrastruktur jalan menuju zona aktif TPA Puuwatu guna menjamin kelancaran distribusi dan pengelolaan sampah.

Baca Juga :  Direktur Tepis Sejumlah Tudingan Negatif Pengelolaan PDAM Kendari: Komitmen Benahi Pelayanan Air Bersih

Tak hanya itu, penguatan sarana operasional juga dilakukan melalui pengadaan alat berat seperti excavator dan bulldozer untuk menunjang efektivitas pengelolaan di lapangan.

Dalam pengelolaannya, TPA Puuwatu saat ini masih menerapkan metode control landfill, yakni sistem penimbunan sampah secara berkala menggunakan tanah urug guna meminimalisir dampak lingkungan.

“Setiap sampah yang masuk dilakukan penimbunan dengan tanah urug sebagai bagian dari sistem control landfill, sehingga dampak lingkungan dapat dikendalikan,” jelas Erlis.

Lebih jauh, Pemkot Kendari menegaskan komitmen jangka panjang melalui rencana penerapan sistem sanitary landfill pada tahun 2026. Metode ini merupakan standar pengelolaan sampah modern yang mengedepankan pengendalian air lindi, pengelolaan gas metana, serta penataan zona pembuangan sesuai kaidah perlindungan lingkungan.

Baca Juga :  Pj Wali Kota Kendari Ajak Warga Jaga Kebersihan Apalagi Jelang Bulan Ramadan

Meski implementasinya sempat mengalami keterlambatan, pemerintah memastikan proses pembenahan akan terus dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan.

“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan sampah di TPA Puuwatu demi menjaga kelestarian lingkungan dan kesehatan masyarakat Kota Kendari,” pungkasnya.

 

 

Editor: Hasrul Tamrin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!