KOLOMRAKYAT.COM: KENDARI – Dalam rangka memastikan kelancaran dan kesuksesan pelaksanaan pemilihan kepala daerah serentak Tahun 2024 di Kota Kendari, Pj Wali Kota Kendari Muhammad Yusup, meninjau gudang logistik Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Kendari dan mengunjungi kantor Bawaslu Kota Kendari, Selasa (12/11/2024).
Kedatangan Pj Wali Kota Kendari bersama Sekretaris Daerah dan pejabat terkait di lingkup Pemkot Kendari di gudang logistik disambut langsung oleh Ketua KPU Kota Kendari, Jumwal Shaleh, bersama pegawai dan staff. Begitu juga di Kantor Bawaslu.
Di gudang logistik KPU, Pj Wali Kota meninjau dan memastikan langsung kesiapan serta ketersediaan surat suara pemilihan, juga persiapan pendistribusian kotak suara untuk pemilihan nanti.
Pj Wali Kota Kendari, Muhammad Yusup, mengatakan kedatangan di gudang logistik KPU dalam rangka memastikan dan melihat secara langsung kesiapan KPU Kota Kendari dalam rangka menghadapi pelaksanaan pemilihan walikota dan pemilihan gubernur pada 27 November 2024, yang tinggal hitungan hari lagi.
“Alhamdulillah kita lihat persiapannya sudah cukup baik. Persiapannya sudah 99,9 persen, khususnya soal ketersediaan surat suara, kami lihat sudah tersedia semua, begitu juga surat suara untuk Pilgub,” kata Pj Wali Kota.
Dia sangat mengapresiasi kerja-kerja KPU Kota Kendari dalam menyelenggarakan Pilkada ini, semua sudah sesuai dengan apa yang telah direncanakan.
“Kalau soal kotak suara dan bilik suara juga semua sudah clear, hanya ada beberapa kekurangan surat suara yang rusak sebanyak 143 lembar untuk Pilgub Sultra, tapi itu sudah dikomunikasikan dengan KPU Provinsi untuk segera dipenuhi dalam waktu satu dua hari ke depan,” bebernya.
Pj Wali Kota Kendari juga mewanti-wanti dan mengingatkan kepada KPU Kota Kendari mengingat situasi musim saat ini berdasarkan prediksi BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika) bahwa pada Minggu ke tiga November 2024 akan terjadi hujan, maka harus menyiapkan langkah-langkah antisipatif utamanya terkait dengan lokasi TPS (Tempat Pemungutan Suara) yang aman dan nyaman ketika terjadi hujan.
“Upayakan harus mencari tempat-tempat yang aman untuk bisa dijadikan TPS, supaya ketika terjadi hujan bisa tetap aman. Kita akan bantu sediakan sekolah jika itu memungkinkan termasuk kantor kelurahan, karena untuk mengantisipasi terjadinya hujan,” pesannya.
Di kantor Bawaslu Kota Kendari, Pj Walikota juga melihat persiapan pengawasan Bawaslu menjelang detik-detik pemilihan walikota dan pemilihan gubernur.
“Alhamdulillah kita lihat langsung persiapan pengawasan oleh Bawaslu sudah on the track . Apa yang menjadi perencanaan oleh Bawaslu sudah dilaksanakan dengan baik, terkait dengan pengawasan maupun penindakan,” ucapnya.
Muh. Yusup menyatakan, sejauh ini sangat memuji pelaksanaan Pilkada tahun ini karena cukup baik, utamanya dalam hal netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN), karena berdasarkan hasil pengawasan Bawaslu hanya ada 2 ASN yang terlibat dalam politik praktis. Satu orang ASN Pemkot Kendari dan 1 lagi ASN lingkup Pemprov Sultra. Itupun sudah dilakukan penindakan.
“Harapan kami selaku pemerintah daerah semoga pelanggaran-pelanggaran ini sudah tidak terjadi lagi, utamanya kepada ASN. Kita harapkan Kota Kendari ini bisa zero kasus dalam pelaksanaan Pilkada ini sampai selesai,” tuturnya
Untuk itu, Pj Walikota mengimbau kepada ASN dan masyarakat mari kita bersama-sama menyukseskan pelaksanaan Pilkada ini.
“ASN harus netral, jangan terlibat dalam politik praktis, karena itu semua sudah ada aturannya bagi yang melanggar, tidak boleh terlibat dalam politik praktis apalagi sifatnya mengajak, mempengaruhi, itu tidak boleh,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua KPU Kota Kendari, Jumwal Shaleh, mengatakan KPU bersama petugas telah melakukan proses sortir lipat surat suara untuk Pilwali dan Pilgub Sultra. Adapun surat suara yang disediakan untuk Pilwali dan Pilgub Sultra masing-masing sebanyak 244.908 lembar surat suara. Hanya saja surat suara untuk Pilgub Sultra masih kekurangan sebanyak 143 surat suara dari jumlah kertas suara seluruhnya.
“Kalau untuk surat suara Pilwali Kota Kendari itu tidak ada kekurangan, hanya perlu dilakukan perhitungan ulang agar datanya betul-betul valid. Sedangkan kekurangan surat suara untuk Pilgub itu kita sudah ajukan kepada KPU Provinsi tinggal menunggu datangnya,” ungkapnya.
Jumwal Shaleh menyampaikan, kalau untuk pendistribusian surat suara dan kotak suara beserta kelengkapan lain di masing-masing TPS biasanya dilaksanakan pada H -1 hari pemilihan. Untuk proses pendistribusian akan dilakukan pelepasan secara resmi bersama pemerintah kota dan stakat terkait.
“Kalau soal kelengkapan TPS seperti paku, karet gelang, tali kasur, dan bantalan, itu masih kurang dan sedang ditunggu pengirimannya dari pusat, kalau semua sudah lengkap kita langsung lakukan pengepakan masuk dalam kotak suara. Begitu juga dengan pengamanan petugas, personel kepolisian dari Polresta Kendari selalu siaga 24 jam menjaga gudang,” terangnya.

Pada kunjungan Pj Walikota ini, Ketua Bawaslu Kendari, Sahinuddin, mengungkapkan bahwa sampai saat ini, berdasarkan hasil pengawasan yang dilaksanakan hanya ada dua kasus terkait netralitas ASN yang ditangani. Kabar gembiranya dari 2 kasus yang ditangani itu hanya ada 1 ASN Pemkot Kendari, lainnya ASN Pemprov.
“Sejauh ini untuk netralitas ASN itu baru dua kasus yang masuk di kami, kabar gembiranya jika dibandingkan dengan pilkada yang lalu, ASN Pemkot itu baru satu kasus, yang satunya itu ASN Pemprov yang baru saja kami proses,” ungkapnya.
Dikatakannya, kedua ASN tersebut ketahuan terlibat dalam politik praktis saat kampanye pasangan calon kepala daerah. Dalam penyelesaian masalah ini Bawaslu telah melakukan langkah-langkah dan melimpahkan kewenangan pada Pemkot serta BKN untuk diproses sesuai ketentuan yang berlaku.
“Itu kita tindak harapannya bisa mencegah yang lain agar tidak melakukan hal yang sama, meskipun kita tahu ASN itu memiliki hak pilih, tapi itu nanti di bilik suara baru ditentukan,” pungkasnya.
Laporan: Hasrul Tamrin











