/*
Breaking News
*/
Kampus

PKM Terintegrasi KKN Tematik UHO Hadirkan Model Pertanian Terpadu di Desa Teppoe, Poleang Timur

7
×

PKM Terintegrasi KKN Tematik UHO Hadirkan Model Pertanian Terpadu di Desa Teppoe, Poleang Timur

Sebarkan artikel ini
Suasana pelaksanaan KKN Tematik UHO Model Pertanian Terpadu di Desa Teppoe, Poleang Timur. (Foto: Ist/KR)

Dorong Pemanfaatan Potensi Lokal untuk Ketahanan Pangan dan Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Pesisir

KOLOMRAKYAT.COM: BOMBANA – Universitas Halu Oleo (UHO) melalui Fakultas Pertanian terintegrasi Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik terus menunjukkan semangat membangun kemandirian pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat terlihat di Desa Teppoe, Kecamatan Poleang Timur, Kabupaten Bombana.

Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Terintegrasi KKN Tematik bertajuk “Penerapan Sistem Pertanian Terpadu untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Wilayah Pesisir di Kecamatan Poleang Timur Kabupaten Bombana”, masyarakat bersama mahasiswa didorong untuk mengembangkan sistem pertanian yang memanfaatkan potensi sumber daya lokal secara lebih optimal.

Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi antara perguruan tinggi, mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mengembangkan sistem pertanian terpadu yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga pada efisiensi pemanfaatan sumber daya, pengelolaan limbah, ketahanan pangan rumah tangga, dan peningkatan pendapatan masyarakat.

Desa Teppoe menjadi salah satu lokasi penting dalam pelaksanaan program tersebut dikarenakan karakteristik wilayah pesisir dengan potensi pertanian dan sumber daya lokal yang beragam menjadi modal yang dapat dikembangkan melalui pendekatan pertanian terpadu.

Baca Juga :  Tiga Dosen STIE Enam Enam Kendari Raih Pendanaan Nasional, Angkat Isu UMKM hingga Warisan Budaya Sultra

Ketua Tim PKM, Dr. Syamsu Alam, S.P., M.Sc., mengatakan bahwa program tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat dengan pendekatan yang sederhana, aplikatif, dan dapat dikembangkan secara mandiri setelah kegiatan berakhir.

Menurutnya, sistem pertanian terpadu memiliki relevansi yang kuat untuk dikembangkan di wilayah pesisir karena masyarakat memiliki beragam sumber daya yang dapat dikombinasikan dalam satu sistem produksi.

“Prinsip utama yang dikembangkan adalah mengubah limbah menjadi sumber daya. Limbah pertanian maupun peternakan dapat dimanfaatkan kembali sebagai bahan pupuk organik, kompos, pupuk organik cair, atau input produksi lainnya sesuai dengan potensi dan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Dia menjelaskan, sistem pertanian terpadu yang diperkenalkan dalam kegiatan ini pada dasarnya menempatkan berbagai komponen pertanian dalam satu kesatuan sistem.
Tanaman dapat menghasilkan bahan pangan dan limbah yang dapat dimanfaatkan untuk komponen lain, sementara ternak dapat menghasilkan produk sekaligus menyediakan sumber bahan organik untuk pupuk.

Baca Juga :  Mahasiswa FHIL UHO Studi Lapang Pengelolaan Lahan Pascatambang PT Vale IGP Pomalaa

“Konsep tersebut menciptakan suatu siklus produksi yang lebih efisien. Bahan yang sebelumnya dianggap sebagai limbah dapat dikembalikan ke dalam sistem produksi sehingga penggunaan input dari luar dapat dikurangi,” terangnya.

Dr. Syamsu Alam menegaskan bahwa keberhasilan program pemberdayaan tidak semata-mata ditentukan oleh teknologi yang diberikan, tetapi juga oleh kemampuan masyarakat untuk mengadopsi dan mengembangkan teknologi tersebut sesuai kondisi lokal.

“Pelaksanaan PKM Terintegrasi KKN Tematik di Desa Teppoe menunjukkan bahwa pembangunan pertanian membutuhkan pendekatan yang tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga memperhatikan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan,” imbuh Dosen Ilmu Tanah UHO itu.

Kolaborasi antara tim PKM, mahasiswa KKN, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi modal penting untuk membangun model pertanian yang sesuai dengan karakteristik wilayah pesisir.

“Ke depan, model pertanian terpadu yang dikembangkan di Desa Teppoe diharapkan dapat terus disempurnakan dan menjadi salah satu alternatif pengembangan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal,” pungkasnya.

Baca Juga :  Jasa Raharja Datangi Kampus Seksi di Kendari Edukasi Keseluruhan Berlalu Lintas

Pemerintah Desa Teppoe menyambut baik pelaksanaan PKM Terintegrasi KKN Tematik tersebut. Kepala Desa Teppoe, Abdul Haris, S.Pd.I, menilai kehadiran perguruan tinggi dan mahasiswa memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya dalam memperkenalkan inovasi yang dapat diterapkan dalam aktivitas pertanian sehari-hari.

Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada kegiatan penyuluhan atau demonstrasi, tetapi dapat berkembang menjadi kegiatan produktif yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Sementara itu, Koordinator Desa (KorDes) KKN, Guslin, mengatakan bahwa pengalaman terlibat langsung dalam program tersebut memberikan pembelajaran yang berbeda dibandingkan pembelajaran di dalam kelas.

“Salah satu hal menarik dari kegiatan tersebut adalah bagaimana masyarakat mulai melihat potensi yang ada di sekitar mereka dari sudut pandang yang berbeda. Ia berharap program yang telah dilakukan dapat terus dikembangkan oleh masyarakat setelah mahasiswa meninggalkan lokasi KKN,” ucapnya.

Editor: Hasrul Tamrin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!