KOLOMRAKYAT.COM: KENDARI – Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) terus mendorong literasi sistem pembayaran digital sejak usia sekolah. Salah satunya melalui edukasi dan sosialisasi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) kepada siswa-siswi SMP Islam Insan Unggul Kota Kendari, pada Jumat (11/9/2026).
Kegiatan tersebut digelar dalam rangka kunjungan siswa SMP Islam Insan Unggul Kendari ke Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Sultra. Para siswa mendapatkan pemahaman mengenai perkembangan sistem pembayaran digital, khususnya penggunaan QRIS dalam transaksi sehari-hari.
Asisten Analis Unit Implementasi Kebijakan Sistem Pembayaran KPwBI Provinsi Sultra, Waode Nurshinta, dalam pertemuan tersebut menyampaikan edukasi QRIS menjadi bagian penting dalam memperkenalkan inovasi sistem pembayaran kepada generasi muda.
Menurutnya, pemahaman mengenai transaksi digital perlu diberikan sejak dini agar para pelajar tidak hanya mampu menggunakan teknologi, tetapi juga memahami cara bertransaksi secara aman dan bijak.
“Edukasi ini bertujuan memperkenalkan QRIS sebagai inovasi sistem pembayaran digital kepada para siswa, sekaligus meningkatkan pemahaman mengenai manfaat dan cara penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Waode Nurshinta.
Dalam kegiatan tersebut, siswa diperkenalkan dengan berbagai kemudahan yang ditawarkan transaksi menggunakan QRIS. Sistem pembayaran ini memungkinkan masyarakat melakukan transaksi secara praktis dengan memanfaatkan teknologi digital.
Melalui edukasi tersebut, para siswa diharapkan semakin mengenal karakteristik transaksi digital yang cepat, mudah, murah, aman, dan andal.
Lebih dari sekadar mengenalkan cara melakukan pembayaran secara digital, kegiatan ini juga diarahkan untuk membangun kesadaran generasi muda agar mampu menggunakan teknologi keuangan secara bertanggung jawab.
“Harapannya, para siswa dapat tumbuh menjadi generasi muda yang cakap dan bijak dalam menggunakan teknologi keuangan,” tambahnya.
Edukasi QRIS di lingkungan sekolah dinilai menjadi langkah strategis untuk membangun literasi keuangan digital sejak dini. Dengan pemahaman yang memadai, pelajar diharapkan dapat menjadi pengguna sistem pembayaran digital yang tidak hanya aktif, tetapi juga kritis dan bertanggung jawab.
Selain memperkenalkan sistem pembayaran QRIS, pada kesempatan tersebut BI juga menyampaikan edukasi tentang Cinta Bangga dan Paham Rupiah (CBP Rupiah) yang disampaikan oleh Muhammad Yasin sebagai Asisten Penyelia Perkasan Unit Implementasi Pengelolaan Uang Rupiah KPwBI Provinsi Sulawesi Tenggara.
Tujuan edukasi Cinta, Bangga, Paham Rupiah (CBP Rupiah) dilakukan oleh Bank Indonesia sebagai upaya perluasan wilayah edukasi kepada semua segmentasi antara lain anak, remaja dan dewasa.
Cinta rupiah tujuannya antara lain mengenali rupiah dengan 3D (Dilihat, Diraba dan Diterawang), merawat rupiah dengan 5J (Jangan dilipat, Jangan dicoret, Jangan diremas, Jangan distaples, Jangan dibasahi), menjaga rupiah dengan kita sudah mengenali dan merawat rupiah kita dengan baik tentunya kita akan terjaga dari tidak pemalsuan uang.
Edukasi BANGGA Rupiah tujuannya agar masyarakat bangga menggunakan Rupiah sebagai simbol kedaulatan negara, alat pembayaran yang sah dan alat pemersatu bangsa.
Sementara itu, edukasi PAHAM Rupiah tujuannya agar masyarakat dalam berbelanja, bertransaksi dan berhemat, sebagai perwujudan dari pahamnya masyarakat dalam memenuhi kebutuhan, berbelanja dengan bijak dan mendahulukan kebutuhan bukan keinginan.
Kegiatan kunjungan siswa SMP Islam Insan Unggul Kendari bersama BI Sultra pun menjadi momentum untuk memperkenalkan perkembangan sistem pembayaran nasional sekaligus menyiapkan generasi muda yang semakin adaptif terhadap transformasi digital.
Editor: Hasrul Tamrin











