/*
Breaking News
*/
Kolom Sultra

AMI dan Pemprov Sultra Sukses Hidupkan Kembali Jeruk Siompu, Masyarakat dan Siswa di Biwinapada Panen Raya

51
×

AMI dan Pemprov Sultra Sukses Hidupkan Kembali Jeruk Siompu, Masyarakat dan Siswa di Biwinapada Panen Raya

Sebarkan artikel ini
(Foto: Ist/KR)

KOLOMRAKYAT.COM: KENDARI – Upaya penyelamatan Jeruk Siompu, varietas endemik yang sempat terancam punah di Pulau Siompu, akhirnya membuahkan hasil. Asosiasi Mikoriza Indonesia (AMI) bersama tokoh masyarakat Siompu dan siswa MAN 1 Siompu menggelar panen raya Jeruk Siompu hasil penelitian dan kerja sama AMI dengan Dinas Perkebunan dan Hortikultura Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) di Desa Biwinapada, Kecamatan Siompu, pada Selasa (28/7/2026).

Panen raya tersebut dipimpin langsung Ketua AMI, Prof. Hj. Husna, didampingi Prof. Dr. Faisal Danu Tuheteru, S.Hut., M.Si., Dr. Dahlan, S.Pd., M.Si., serta La Baali, S.Pd.

Momentum ini menjadi tonggak penting keberhasilan program konservasi Jeruk Siompu yang telah dijalankan sejak 2021 hingga 2023 pada era kepemimpinan Gubernur Sultra, Ali Mazi.

Program tersebut lahir sebagai bentuk penyelamatan terhadap plasma nutfah lokal yang populasinya terus menurun dan dikhawatirkan akan hilang dari habitat aslinya.

Ketua AMI, Prof. Hj. Husna, mengaku bersyukur melihat tanaman yang ditanam sekitar tiga tahun lalu kini sudah mampu menghasilkan buah dan bisa dipanen dalam jumlah cukup banyak.

Baca Juga :  Kadin Sultra Bakal Gelar Rapimprov 2025, Visi Dorong Sultra jadi Magnet Investor

Menurutnya, keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara AMI, Dinas Perkebunan dan Hortikultura Sultra, serta dukungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara mampu menghidupkan kembali kejayaan Jeruk Siompu.

“Alhamdulillah hari ini kita bisa panen, kami sungguh bahagia. Artinya misi besar penyelamatan Jeruk Siompu yang didukung mantan Gubernur Sultra, Bapak H. Ali Mazi, berhasil berjalan dengan baik. Tanaman ini baru mulai berbuah, kita berharap tanaman lainnya juga sudah bisa berbuah tahun depan,” ujar Prof. Husna saat panen di kebun milik Ruslan Magu.

Guru Besar Fakultas Kehutanan dan Ilmu Lingkungan Universitas Halu Oleo itu menjelaskan, secara alami Jeruk Siompu yang ditanam dari biji membutuhkan waktu sekitar lima hingga tujuh tahun untuk mulai berbuah. Namun melalui penerapan teknologi pupuk hayati mikoriza, tanaman mampu memasuki fase generatif lebih cepat, bahkan sebelum berusia tiga tahun.

Baca Juga :  APP-Sultra Desak Kejati Sultra Dalami Dugaan Keterlibatan Oknum dari PT Cinta Jaya pada Kasus Korupsi Blok Mandiodo

Menurutnya, percepatan pembungaan dan pembuahan tersebut menjadi indikator keberhasilan pemanfaatan mikoriza dalam meningkatkan pertumbuhan tanaman sekaligus mendukung upaya konservasi varietas lokal.

Prof. Husna juga mengungkapkan bahwa program penyelamatan Jeruk Siompu akan terus berlanjut melalui dukungan pendanaan dari pemerintah pusat.

“Pak Ali Mazi sangat senang mendengar panen raya ini. Insyaallah untuk pengembangan ke depan tadi saya sudah ditelepon Pak Ali Mazi, kalau bukan perubahan anggaran ini akan ada kerja sama lanjutan. Pulang dari sini langsung kita rapat untuk membicarakan program yang akan datang melalui dana pusat,” katanya.

Diketahui, program penanaman Jeruk Siompu sebanyak 500 pohon telah dilaksanakan di lima titik di Kecamatan Siompu dengan luas lahan bervariasi, mulai dari seperempat hektare hingga satu hektare.

Program ini menjadi bagian dari upaya pelestarian plasma nutfah lokal yang memiliki nilai historis, budaya, sekaligus potensi ekonomi bagi masyarakat Pulau Siompu.

Baca Juga :  PT Tristaco Mineral Makmur Tegaskan Tidak Ada Aktivitas Tambang Ilegal di Blok Morombo

Keberhasilan tersebut turut dirasakan para petani penerima manfaat. Ruslan Magu, pemilik kebun di Desa Biwinapada, mengaku bersyukur karena tanaman yang dirawatnya kini telah menghasilkan buah.

Menurutnya, pertumbuhan tanaman yang baik didukung oleh perawatan intensif, mulai dari penggunaan pupuk kandang hingga penimbunan akar yang muncul ke permukaan tanah.

“Tentu kami bersyukur sekali. Kami berharap program ini terus berlanjut untuk penyelamatan Jeruk Siompu, tentu dengan penyiapan fasilitas yang memadai,” harap Ruslan.

Keberhasilan panen raya perdana ini menjadi harapan baru bagi masa depan Jeruk Siompu sebagai salah satu komoditas hortikultura unggulan Sulawesi Tenggara. Selain menjaga kelestarian varietas endemik yang hampir hilang, sinergi antara AMI dan Pemerintah Provinsi Sultra juga membuka peluang peningkatan kesejahteraan petani melalui pengembangan komoditas khas daerah yang bernilai ekonomi tinggi.

 

 

Editor: Hasrul Tamrin

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!