Pemkot Kendari

Wali Kota Kendari Persiapkan Pelaksanaan Forum Eksekutif UCLG ASPAC Tahun 2026 sebagai Tuan Rumah

287
×

Wali Kota Kendari Persiapkan Pelaksanaan Forum Eksekutif UCLG ASPAC Tahun 2026 sebagai Tuan Rumah

Sebarkan artikel ini
Rapat persiapan pelaksanaan UCLG ASPAC Executive Bureau Meeting and Asia-Pacific Forum Tahun 2026. (Foto: Ist/KR)

KOLOMRAKYAT.COM: KENDARI – Pemerintah Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, resmi ditunjuk sebagai tuan rumah pelaksanaan UCLG ASPAC Executive Bureau Meeting and Asia-Pacific Forum Tahun 2026.

Sebagai bentuk tindaklanjut atas penunjukkan ini, Pemkot Kendari yang dipimipin langsung oleh Wali Kota Kendari Siska Karina Imran langsung melakukan rapat persiapan perdana, di Aula Rapat Kantor Balaikota Kendari, Selasa (9/12/2025).

Dalam rapat perdana ini menghadirkan langsung Wakil Gubernur Sultra, Ir. Hugua, mewakili Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, dan Sekretaris Jenderal UCLG ASPAC, Bernadia Tjandradewi,

Agenda internasional ini, nantinya akan dihadiri sejumlah delegasi lebih dari 20 negara Asia Pasifik, termasuk negara anggota ASEAN.

Pertemuan ini membahas kesiapan lokasi penyelenggaraan, agenda forum, peluang kerja sama internasional, serta skema investasi lintas sektor termasuk pariwisata, perikanan, kesehatan, industri, dan pengelolaan lingkungan.

Wali Kota Kendari, dr. Hj. Siska Karina Imran, S.K.M., dalam sambutannya menegaskan bahwa penunjukan Kendari sebagai tuan rumah merupakan kepercayaan internasional yang harus dijawab dengan persiapan matang.

“Kami mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada Ibu Sekjen UCLG ASPAC dan jajaran yang telah memberikan kesempatan ini kepada Kota Kendari. Kami juga menyampaikan apresiasi atas dukungan tanpa henti dari Bapak Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara dan Kadis Pariwisata Provinsi,” ujar Siska Karina Imran, Selasa (9/12/2025).

Baca Juga :  Pj Wali Kota Kendari Raih Apresiasi atas Kinerja Positif dalam Mengendalikan Inflasi dan Mengatasi Stunting

Ia memastikan pemerintah kota bergerak cepat melalui pembentukan struktur pelaksana.

“Ini momentum besar, peluang besar, dan kami akan bekerja keras menyiapkan seluruh teknis dan pelaksanaannya. Mulai hari ini kami membentuk tim khusus yang melibatkan pemerintah provinsi, akademisi, dan unsur masyarakat,” lanjutnya.

Wali Kota juga menekankan prinsip kolaboratif sebagai pondasi suksesnya penyelenggaraan event berskala internasional ini.

“Kita tidak bisa bekerja sendiri. Forum ini harus inklusif dan manfaatnya dirasakan masyarakat. Jika dalam penerimaan hari ini ada kekurangan, kami mohon maaf,” tutupnya.

Di tempat yang sama, Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Ir. Hugua, menegaskan bahwa keberhasilan Kota Kendari mendapatkan mandat sebagai tuan rumah bukan proses sederhana.

“Kenapa saya bilang tepuk tangan untuk Wali Kota dan Wakilnya? Karena peristiwa seperti ini tidak mudah. Ini terwujud karena komitmen kepemimpinan. Saya sendiri tidak pernah membayangkan event sekelas ini bisa berlangsung di Kota Kendari—dan ini momentum Kendari mendunia,” ucap Hugua dalam sambutannya.

Baca Juga :  Gelar Expo IKM, Wali Kota Kendari Rayakan HUT Kendari Ke-194 Secara Inklusif Bersama Masyarakat

Ia juga menegaskan bahwa forum global ini merupakan hasil kompetisi ketat di tingkat dunia.

“Untuk mendapatkan kepercayaan seperti ini tidak mudah. Ratusan kota dunia berkompetisi. Ini dunia, bukan kaleng-kaleng. Jadi ini saatnya Kendari tampil diperhitungkan,” lanjutnya.

“Kalau pembangunan fisik mungkin kita kalah. Tapi budaya dan kearifan lokal, itu kekuatan kita. Itu yang akan membuat dunia melihat Kendari berbeda,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal UCLG ASPAC, Bernadia Tjandradewi, dalam sambutannya menegaskan bahwa keberhasilan Kota Kendari ditentukan oleh sinergi antar pemangku kepentingan.

“Kota dan provinsi harus bergerak bersama, karena dengan sinergi yang kuat event ini bisa sukses di Kendari pada 2026. Senang sekali saya bisa berada di sini, dan ini pertama kali saya datang ke Kendari,” ujar Bernadia.

Lebih jauh, Ia menjelaskan posisi strategis organisasi yang dipimpinnya yang telah melibatkan ratusan ribu pemerintah daerah di 144 negara.

Baca Juga :  Inovasi Pengelolaan Susut Pangan, Pj Wali Kota Kendari Raih Apresiasi Bappenas

“Kalau PBB memiliki 198 negara anggota, UCLG melibatkan 250.000 pemerintah daerah di 144 negara. Karena itu saya bilang, ini bukan organisasi kecil, ini organisasi besar. Dan Asia Pasifik adalah yang terbesar karena mencakup India, Cina, dan Indonesia,” jelasnya.

Bernadia juga menegaskan bahwa penyelenggaraan forum internasional ini akan mendorong eksposur global Kota Kendari.

“Mungkin Kendari belum dikenal dalam global mapping, tapi dengan menjadi anggota UCLG ASPAC dan menjadi tuan rumah, Kendari masuk dalam peta 144 negara. Biasanya kalau kota sukses sekali menjadi tuan rumah, maka peluang untuk event berikutnya terbuka,” katanya.

“Saya sarankan dibentuk steering committee lintas instansi. Semua dinas bergerak. Tidak perlu EO besar, cukup koordinasi kuat dan eksekusi tepat. Media juga harus aktif karena momentum ini sangat strategis,” pungkasnya.

Forum UCLG ASPAC Executive Bureau Meeting akan dilaksanakan pada Juli 2026, dengan tema Advancing Sustainable Tourism for a Resilient Future and Inclusive Economic Growth.

 

 

Editor: Hasrul Tamrin

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!