Kolom Metro

Pekerjaan Belum Rampung, Asmawa Tosepu Kebut Peresmian Jalan Kembar Kali Kadia

60
×

Pekerjaan Belum Rampung, Asmawa Tosepu Kebut Peresmian Jalan Kembar Kali Kadia

Sebarkan artikel ini
Jalan Kembar Kali Kadia mulai di fungsikan oleh masyarakat setelah diresmikan oleh Pemerintah Kota Kendari bersama Pj Gubernur Sultra, Minggu (24/12). Foto: Hasrul/SK

KOLOMRAKYAT.COM: KENDARI – Jalan Kembar Kali Kadia, Jalan Z.A Sugiarto, dan Jalan H.E.A Mokodompit resmi di soft launching oleh Pemerintah Kota Kendari bersama Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Tenggara pada Minggu, 24 Desember 2023 sore.

Soft launching tersebut menandakan bahwa jalan tersebut mulai bisa difungsikan oleh masyarakat umum. Digadang-gadang jalan ini bisa mengurai kemacetan pada jam tertentu baik saat masuk kantor dan pulang kantor di Kota Kendari.

Pekerjaan pembangunan ruas jalan empat arah tersebut dimulai (groundbreaking) era kepemimpinan Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir pada Tahun 2021 dengan anggaran bersumber dari pinjam dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebesar kurang lebih 204 miliar rupiah.

Total panjang ruas jalan tersebut keseluruhan yaitu 4,1 kilometer dengan model rigid beton, terdiri dari jalan Z.A Sugiarto dan H.E.A Mokodompit sepanjang 2,6 kilometer dengan lebar 30 meter, serta jalan Kembar Kali Kadia menuju arah Rumah Jabatan Wali Kota Kendari atau RSUD Kota sepanjang 1,5 kilometer dengan lebar yang sama.

Dari keseluruhan panjang jalan terdapat empat ruas jembatan beton, yaitu bentangan 90×10 meter dua jembatan dan bentangan 25×10 meter juga dua jembatan.

Baca Juga :  Dukung Peningkatan Pendidikan, Dinas PUPR Kendari Bakal Aspal Jalan Masuk di SMAN 10 Kendari

Pj Wali Kota Kendari, Asmawa Tosepu, menjelaskan total anggaran pembangunan jalan itu sebesar Rp204 miliar rupiah yang bersumber dari pinjaman PEN dengan kontrak awal pengerjaan mulai 12 Oktober 2021 sampai dengan 14 April 2023.

“Akan tetapi dalam perjalanannya, penyedia jasa pertama tidak dapat menyelesaikan proses pengerjaan sampai batas waktu kontrak yang ditentukan, nilai akhir pekerjaan sebesar kurang lebih Rp110 miliar rupiah, maka dilanjutkan dengan pemilihan penyedia jasa baru,” ungkap Asmawa dalam sambutannya, Minggu (24/12).

Pemerintah Kota Kendari bersama Pj Gubernur Sultra meresmikan pemanfaatan jalan Kembar Kali Kadia, Z.A. Sugiarto, dan H.E.A Mokodompit, Minggu (24/12). Foto: Hasrul/SK

Pj Wali Kota menyebutkan, di tangan penyedia jasa baru disepakati kontrak kerja mulai 10 Agustus s.d Desember 2023 dengan nilai kontrak sebesar Rp92 miliar rupiah. Namun ia bilang, dari ke empat arah ruas jalan yang dibangun menyisakan pembangunan jembatan bentangan 90×10 meter arah Kali Kadia atau depan Mall The Park Kendari.

Baca Juga :  Dompet Dhuafa Sultra dan Jasa Raharja Launching Air untuk Kehidupan di TPA Puuwatu

“Alhamdulillah semua ruas jalan yang dibangun mulai dari jalan Z. A. Sugiarto dan H.E.A Mokodompit sudah selesai dibangun, menyisakan bentangan jembatan 90×10 meter depan The Park Kendari,” katanya.

Asmawa mengatakan jalan ini akan mengurai kemacetan di Kota Kendari khususnya pada jalur By Pass Kendari dan jalur Pasar Baru Wua-wua terutama pada jam-jam tertentu. Kemudian, meningkatkan kinerja jalan, akibat panjang jalan yang meningkat dan berarti, sehingga pengguna jalan bisa meminimalisir waktu tempuh, serta meningkatkan aksesibilitas dan mobilitas masyarakat untuk mencapai akses publik, sosial dan perkantoran, seperti kampus UHO, Stimik Bina Bangsa, dan Masjid Al Alam Kendari.

“Pembangunan jalan ini juga harapan kita bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi Kota Kendari, karena bisa mempermudah akses bisnis yang ada di Kecamatan Kambu,” tuturnya.

Dia juga menyampaikan bahwa selain empat manfaat yang diharapkan dari pembangunan jalan tersebut, peresmian jalan ini juga untuk mengurangi beban psikologi pemerintah Kota Kendari terutama dapat mengurangi “dosa-dosa” Kota Kendari karena setiap bulan mulai Januari 2023 Pemkot Kendari harus membayar bunga kepada PT SMI sebesar Rp1,9 miliar rupiah per bulan untuk melunasi pinjaman, sementara fasilitas yang dibangun dari pinjaman tersebut belum bisa dimanfaatkan.

Baca Juga :  Muh. Yusup Serahkan Surat Tugas kepada 12 Pelaksana Tugas, Optimalkan Pelayanan Publik di Kendari

Pantauan awak media ini, selain jembatan dengan bentangan 90×10 meter yang belum rampung dikerjakan, ruas-ruas trotoar jalan sekira 1 kilometer lebih juga belum selesai dikerjakan, begitu juga dengan bundaran lingkar jalan yang digadang-gadang bakal mengalahkan bundaran HI Jakarta Pusat juga belum dikerjakan.

Asmawa menyebutkan, terkait pekerjaan saat ini sudah 85 persen rampung, dan jembatan dengan bentangan 90×10 meter tersebut bakal dikebut pekerjaannya dengan waktu yang telah ditentukan.

“Sekarang proses pekerjaan sedang dikebut, dalam waktu yang sesuai dengan kontrak harus selesai, untuk saat ini karena empat segment maka tiga segment ruas jalan sudah bisa dimanfaatkan,” bebernya.

Keempat ruas jalan ini juga belum dilengkapi dengan lampu jalan, namun pemerintah kota sudah mengalokasikan anggaran pada tahun 2024 akan datang untuk dilakukan pembangunan lampu jalan.

 

 

Laporan: Hasrul Tamrin

ini tampilan gambar iklan ini tampilan gambar iklan ini tampilan gambar iklan ini tampilan gambar iklan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!