/*
Breaking News
*/
Pemkot Kendari

Wali Kota Kendari Resmikan UPD RSUD Kendari, Perkuat Layanan Darah dan Targetkan Nol Penolakan Pasien

27
×

Wali Kota Kendari Resmikan UPD RSUD Kendari, Perkuat Layanan Darah dan Targetkan Nol Penolakan Pasien

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Kendari Siska Karina Imran saat meresmikan UPD RSUD Kota Kendari. (Foto: Hasrul/KR)

KOLOMRAKYAT.COM: KENDARI – Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, meresmikan Unit Pengelola Darah (UPD) RSUD Kota Kendari sebagai langkah strategis untuk memperkuat pelayanan kesehatan, khususnya dalam penyediaan darah yang aman, berkualitas, dan mudah diakses masyarakat, Rabu (22/7/2026).

Peresmian tersebut menjadi tonggak penting dalam upaya Pemerintah Kota Kendari meningkatkan kualitas layanan kesehatan sekaligus mempercepat pemenuhan kebutuhan transfusi darah bagi pasien.

Dalam sambutannya, Siska menegaskan bahwa kebutuhan darah merupakan kebutuhan yang sangat mendesak dan tidak dapat ditunda karena setiap tetes darah dapat menjadi penentu keselamatan pasien.

“Kehadiran Unit Pengelola Darah ini diharapkan mampu meningkatkan kemandirian pelayanan darah, mempercepat pemenuhan kebutuhan transfusi, serta mendukung pelayanan kegawatdaruratan, tindakan operasi, pelayanan ibu dan anak, maupun penanganan berbagai penyakit yang membutuhkan transfusi darah,” ujar Siska.

Menurutnya, pembangunan UPD merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota Kendari dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan yang berorientasi pada keselamatan masyarakat serta memenuhi standar pelayanan kesehatan nasional.

Ia menjelaskan, pembangunan gedung UPD telah dimulai sejak tahun 2025 dan menjadi salah satu investasi penting di sektor kesehatan.

Baca Juga :  Dinas Pertanian Gagas Pembuatan Pasar Bunga di Kota Kendari: Bisa jadi Sumber PAD Baru

“Saya berharap UPD ini tidak hanya menjadi fasilitas pelayanan, tetapi juga menjadi pusat edukasi dan penggerak budaya donor darah sukarela di Kota Kendari,” katanya.

Siska juga mengajak seluruh pihak, mulai dari pemerintah, rumah sakit, PMI, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan hingga institusi pendidikan untuk bersinergi menjaga ketersediaan stok darah bagi masyarakat.
Kepada tenaga kesehatan yang akan mengelola UPD, ia berpesan agar selalu mengedepankan profesionalisme, keselamatan pasien, serta etika pelayanan sehingga UPD RSUD Kota Kendari menjadi unit pelayanan yang terpercaya dan responsif.

* Siapkan Tiga Fasilitas Baru

Dalam kesempatan itu, Siska mengungkapkan komitmen Pemerintah Kota Kendari untuk terus melengkapi fasilitas RSUD Kota Kendari. Selain UPD, pemerintah juga telah menyiapkan pembangunan tiga fasilitas kesehatan lainnya pada tahun 2026.

Ia menegaskan seluruh pengadaan alat kesehatan dilakukan berdasarkan kebutuhan pelayanan dan rekomendasi tenaga medis, bukan atas dasar keinginan pejabat.

“Semua fasilitas yang kami hadirkan berdasarkan kebutuhan dokter dan masyarakat. Ini adalah komitmen kami untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan,” tegasnya.

Baca Juga :  BPJS Kesehatan Ganjar Kota Kendari dan Kabupaten Konawe Selatan dengan Predikat UHC

Siska juga mengungkapkan rencana pembangunan gedung baru RSUD Kota Kendari sebagai solusi mengatasi keterbatasan kapasitas pelayanan.

Berdasarkan data rumah sakit, setiap tahun terdapat sekitar 8.000 hingga 9.000 pasien yang ditolak atau belum dapat dilayani karena keterbatasan ruang perawatan.

“Kondisi ini tidak boleh terus terjadi. Kami sudah mulai merehabilitasi ruangan yang tidak terpakai menjadi ruang rawat inap. Ke depan kami akan membangun gedung rumah sakit yang lebih besar agar tidak ada lagi pasien yang ditolak,” ungkapnya.

Ia pun mengajak DPRD, pemerintah provinsi, rumah sakit rujukan, serta seluruh pemangku kepentingan untuk berkolaborasi meningkatkan fasilitas kesehatan di Kota Kendari sehingga masyarakat Sulawesi Tenggara tidak perlu lagi dirujuk ke luar daerah.

* UPD Dibangun dengan DAK Fisik 2025

Sementara itu, Plt Direktur RSUD Kota Kendari, drg. Fauziah, menjelaskan pembangunan Unit Pengelola Darah menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Tahun 2025 dengan total anggaran Rp8,77 miliar.

Baca Juga :  Semarakkan HUT Kendari, Pemkot dan Kadin Sultra Datangkan Armada Band Hibur Warga

“Fasilitas tersebut terdiri atas gedung dua lantai seluas 630 meter persegi, satu unit mobil operasional UTD, serta berbagai peralatan kesehatan untuk pelayanan donor dan pengelolaan darah,” ungkapnya.

UPD RSUD Kota Kendari ini juga telah memenuhi kebutuhan sumber daya manusia, di antaranya 1 dokter spesialis patologi klinik, 4 dokter umum, 1 tenaga transfusi darah, 2 perawat, dan 22 tenaga teknologi laboratorium medik.

Menurut Fauziah, layanan UTD akan segera beroperasi penuh setelah memperoleh hasil kredensial dari BPJS Kesehatan.

Selain itu, RSUD Kota Kendari juga telah menyiapkan Sistem Informasi Donor Darah Kota Kendari, sebuah aplikasi yang menjadi basis data donor darah se-Kota Kendari untuk mempermudah pelayanan dan pencarian pendonor.

“Kami berharap keberadaan UTD ini mampu mempercepat akses pelayanan transfusi darah, meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, serta menjadi wujud nyata pelayanan kesehatan yang profesional, berintegritas, dan penuh empati menuju Kendari semakin maju,” tutup Fauziah.

 

 

Laporan: Hasrul Tamrin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!