KOLOMRAKYAT.COM: KENDARI – Di tengah memanasnya suhu politik menjelang pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), dalam rentang waktu yang tidak lama lagi, Relawan Muda Sulawesi Tenggara (Sultra) ASR – Hugua mengingatkan kepada seluruh masyarakat Sulawesi Tenggara agar tetap menjaga kondusifitas wilayah dan tidak mudah terhasut dengan isu-isu negatif.
Koordinator Relawan Muda Sultra ASR-HUGUA, Muhammad Alwan, menyerukan kepada seluruh tim, relawan, dan simpatisan di 17 kabupaten dan kota untuk mengutamakan persatuan dan menjaga kondusivitas di daerah pemilihan masing-masing.
Muhammad Alwan juga mengingatkan bahwa Sultra membutuhkan stabilitas sosial yang kuat untuk memastikan jalannya pesta demokrasi secara jujur, adil, aman, dan damai.
“Kita semua sebagai masyarakat Sulawesi Tenggara memiliki tanggung jawab penuh untuk menjaga kedamaian, menjelang pesta demokrasi. Jangan sampai perbedaan politik dapat memecah belah persaudaraan kita. Saya mengimbau seluruh tim, relawan, simpatisan dan masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan perdamaian ini,” ujar Muhammad Alwan, Kamis (7/11/2024).
Ia juga menekankan pentingnya menjaga etika dalam berkampanye. Menurutnya, kampanye harus dilakukan dengan penuh kesantunan saling menghargai satu sama lainnya, menyampaikan ide atau gagasan demi untuk kemajuan daerah. Menghindari penggunaan isu SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antar golongan) yang hanya berpotensi memecah belah persaudaraan diantara kita.
“Kampanye harus bermartabat, tidak ada tempat bagi politik identitas dan SARA. Kita sepakat untuk mengedepankan adab dalam berkampanye,” tegasnya.
Dikatakan, sesuai Undangan-Undangan Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia pasal 43 (ayat 1) menyatakan bahwa setiap warga negara berhak untuk dipilih dan memilih dalam pemilihan umum, berdasarkan persamaan hak melalui pemungutan suara yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Olehnya itu, Alwan, menyatakan masyarakat jangan mudah terprovokasi dan percaya terhadap isu-isu SARA dalam konteks pemilihan kepala daerah ini di Sulawesi Tenggara.
“Kemajemukan dapat menjadi dasar dari Bhinneka Tunggal Ika. Untuk itu, mari kita menjunjung tinggi keberagaman dan kebersamaan di Bumi Anoa yang kita cintai ini, tanpa ada diskriminasi terhadap kelompok atau suku tertentu,” tegasnya.
Editor: Hasrul Tamrin











