/*
Breaking News
*/
Olahraga

Pengprov ORADO Sultra Bakal Gelar Open Turnamen Domino 101 Perebutkan Piala Panglima TNI

26
×

Pengprov ORADO Sultra Bakal Gelar Open Turnamen Domino 101 Perebutkan Piala Panglima TNI

Sebarkan artikel ini
Suasana technical meeting pelaksanaan Open Turnamen Domino 101 perebutan Piala Panglima TNI. (Foto: Hasrul/KR)

KOLOMRAKYAT.COM: KENDARI – Pengurus Provinsi Federasi Olahraga Domino Nasional (ORADO) Sulawesi Tenggara bersama dengan TNI (AD, AU dan AL) bakal menggelar Open Turnamen Domino 101 memperebutkan Piala Panglima TNI. Kegiatan ini bakal digelar secara serentak di 101 titik kabupaten/kota di seluruh Indonesia besok, Minggu 27 September 2026.

Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), menjadi salah satu daerah yang dipercaya menjadi lokasi pelaksanaan turnamen tersebut.
Di Kendari, kegiatan olahraga domino ini akan dipusatkan di Balai Prajurit Korem 143/Halu Oleo (HO), Minggu (27/9/2026), mulai pukul 08.00 Wita hingga selesai.

Turnamen ini akan diikuti 64 pasangan tim atau 128 orang peserta. Seluruh peserta telah melalui proses pendaftaran secara online yang berlangsung sejak 1 hingga 17 September 2026.

Ketua Umum ORADO Sulawesi Tenggara (Sultra), Hajarudin, mengatakan pelaksanaan turnamen di Kendari merupakan hasil koordinasi pihaknya dengan jajaran TNI, khususnya Korem 143/HO.

“Dari ORADO Sulawesi Tenggara kami mengusulkan satu titik, yaitu di Kota Kendari. Kemudian kami berkoordinasi dengan TNI sesuai telegram dari TNI melalui Korem 143/HO. Hasil koordinasi itu, turnamen ditempatkan di Balai Prajurit Korem 143/HO,” kata Hajarudin, Sabtu (26/9/2026).

Baca Juga :  Pengkot Taekwondo Indonesia Sambut Baik Kehadiran ASR Sport Center di Kendari

Menurut Hajarudin, peserta terlebih dahulu diwajibkan mendaftarkan diri sebagai anggota ORADO sebelum mengikuti turnamen.

“Pendaftarannya sudah selesai dilakukan secara online. Setiap peserta harus terlebih dahulu terdaftar sebagai anggota ORADO,” ujarnya.

Hajarudin menjelaskan, turnamen domino tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) TNI. Pelaksanaannya secara serentak di berbagai daerah di Indonesia juga ditargetkan menjadi bagian dari upaya pencatatan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).

“Event ini insyaallah akan mencetak rekor MURI karena dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia, di berbagai provinsi serta kabupaten dan kota,” jelasnya.

Ia menyebut, turnamen tersebut memperebutkan Piala Panglima TNI dan menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam memperingati HUT TNI.

Lebih jauh, Hajarudin menegaskan bahwa ORADO Sultra tidak ingin menjadikan pertandingan domino sekadar kegiatan hiburan. Ke depan, olahraga tersebut diarahkan menjadi bagian dari industri olahraga sekaligus wadah pembinaan atlet.

Baca Juga :  Cedera Saat Pertandingan, Dua Pemain Timnas Wanita Dijamin BPJS Ketenagakerjaan

“Event ini mau kami jadikan sebagai sport industry. Makanya kami angkat olahraga ini karena ke depan kami ingin mengembangkan potensi atlet,” ungkapnya.

Ia mengakui, kesiapan perangkat pertandingan menjadi salah satu tantangan dalam penyelenggaraan turnamen. Namun, ORADO Sultra kini telah memiliki perangkat pertandingan yang dipersiapkan melalui pelatihan dan pembinaan dari Pengurus Besar ORADO.

Salah satunya adalah wasit atau referee yang telah mengikuti Training of Referee (TOR) selama dua hari.

“Dua minggu lalu kami baru selesai melakukan Training of Referee selama dua hari. Jadi ORADO sudah memiliki wasit aktif dan berlisensi, dengan sertifikat yang dikeluarkan oleh Pengurus Besar,” katanya.

Untuk pelaksanaan di daerah, kata Hajarudin, pengurus provinsi berperan dalam memfasilitasi kebutuhan penyelenggaraan, sementara materi dan standar pertandingan mengacu pada ketentuan Pengurus Besar ORADO.

Selain perangkat wasit, meja pertandingan juga telah disiapkan untuk mendukung pelaksanaan turnamen.

Baca Juga :  Finspora 2026 dan Sultra Maimo Dorong Sinergi Ekonomi serta Sportivitas Industri Keuangan di Sultra

Tidak berhenti pada turnamen terbuka, ORADO Sultra juga menyiapkan program pembinaan atlet secara berkelanjutan. Salah satu sasaran utama adalah kalangan pelajar melalui kegiatan sosialisasi di SMA dan SMK.

ORADO memiliki kategori junior yang diperuntukkan bagi peserta berusia 18 tahun ke bawah.

“Insyaallah kami akan terus menyelenggarakan event-event dan sosialisasi ke Porseni, SMA, maupun SMK karena ada kategori junior, yakni usia 18 tahun ke bawah,” jelas Hajarudin.

Menurutnya, program tersebut penting untuk memperkenalkan olahraga domino kepada generasi muda sekaligus menjaring bibit-bibit atlet potensial di Sultra.

“Kami dari provinsi akan melakukan sosialisasi untuk menumbuhkembangkan atlet-atlet ORADO,” ujarnya.

Hajarudin menambahkan, dengan semakin berkembangnya ORADO sebagai cabang olahraga, pembinaan atlet akan menjadi fokus pengurus, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

“Karena fokusnya kepada atlet, maka kami dari pengurus provinsi maupun pengurus kabupaten/kota akan terus menumbuhkembangkan olahraga ini, khususnya di bidang atlet,” pungkasnya.

 

 

Editor: Hasrul Tamrin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!