/*
Breaking News
*/
Partai Politik

Membuka Pendidikan Kader Loyalis di Kolaka Utara, Jaelani Tekankan Politik Kehadiran jadi Agenda Utama PKB

327
×

Membuka Pendidikan Kader Loyalis di Kolaka Utara, Jaelani Tekankan Politik Kehadiran jadi Agenda Utama PKB

Sebarkan artikel ini
(Foto: Ist/KR)

KOLOMRAKYAT.COM: KENDARI – Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sulawesi Tenggara, Jaelani, secara resmi membuka kegiatan Pendidikan Kader Loyalis yang diselenggarakan oleh DPC PKB Kolaka Utara, Minggu (8/2/2026).

Dalam arahannya, Jaelani menekankan bahwa pendidikan kader ini bukan sekadar rutinitas organisasi, melainkan langkah strategis untuk memperkuat akar rumput partai di wilayah Sulawesi Tenggara.

Ia menginstruksikan agar seluruh mesin partai bergerak dalam satu visi yang solid.

“Kaderisasi ini bukan rutinitas organisasi. Ini adalah kerja serius untuk membangun kekuatan partai yang terstruktur, masif, dan berpijak pada kebutuhan masyarakat,” ujar Jaelani, dalam keterangan tertulisnya.

Baca Juga :  Siska Karina Imran Kantongi Dua Surat Tugas dari Partai Politik untuk Maju Pilwali 2024

Di hadapan para kader, Jaelani menitikberatkan tiga poin utama yang harus menjadi pedoman seluruh simpatisan dan pengurus.

Pertama, konsolidasi struktur tanpa celah. Jaelani menegaskan pentingnya memastikan seluruh struktur partai terkonsolidasi secara total, mulai dari level DPW, DPC, hingga tingkat Ranting (desa/kelurahan).

Menurutnya, kekuatan PKB terletak pada soliditas koordinasi di setiap tingkatan.

““Strategi sehebat apa pun akan rapuh jika tidak sistematis, tidak masif, dan tidak menyentuh basis rakyat. PKB harus dibangun dari bawah, bukan hanya mengandalkan momentum elektoral,” tegasnya.

Baca Juga :  Survei Internal PKS, Popularitas Abdul Rahman Tertinggi sebagai Bakal Calon Bupati Konkep 2024

Kedua, manifestasi politik kehadiran. Kader PKB diminta untuk tidak hanya muncul saat momentum elektoral. Jaelani mendorong penerapan politik kehadiran sebagai identitas gerakan sosial-politik.

“Artinya, kader harus selalu hadir di tengah masyarakat, mendengarkan keluhan, dan memberikan solusi nyata dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Menurut anggota Komisi IV DPR RI ini, politik kehadiran bukan slogan. Kader PKB harus ada di desa-desa, di rumah-rumah warga, mendengar langsung persoalan mereka, dan ikut mencarikan solusi.

“Kita harus membuka diri untuk terus memperjuangkan kepentingan masyarakat,” tekannya.

Ketiga, intervensi kebijakan yang pro-rakyat. PKB berkomitmen untuk memberi warna dan pengaruh signifikan terhadap kebijakan publik, baik di level eksekutif maupun legislatif.

Baca Juga :  PKB Serahkan B1-KWK ke Azhari - Adam di Buteng dan Burhanuddin - Ahmad Yani di Bombana

Kader yang duduk di pemerintahan diminta untuk memastikan setiap kebijakan berpihak pada kemaslahatan umat.

“PKB harus menjadi partai yang dirasakan keberadaannya setiap saat. Politik kehadiran adalah kunci agar kita tetap mendapat kepercayaan dari rakyat Sultra,” ujar Jaelani dalam sambutannya.

Melalui pendidikan kader ini, PKB Kolaka Utara diharapkan mampu mencetak motor penggerak yang tidak hanya loyal secara ideologi, tetapi juga tangkas dalam mengeksekusi program-program kerakyatan di lapangan.

 

 

Editor: Hasrul Tamrin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!