KOLOMRAKYAT.COM: KENDARI – Universitas Halu Oleo (UHO) terus memperkuat budaya demokrasi di lingkungan kampus. Salah satu langkah tersebut diwujudkan melalui pelantikan Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPU-M) dan Badan Pengawas Pemilihan Raya (BAWASRA) Universitas Halu Oleo Tahun 2026.
Pelantikan dipimpin langsung Rektor UHO, Prof. Dr. Ir. H. Takdir Saili, M.Si., di Ruang Rapat Senat UHO, Selasa (3/11/2026).
Pelantikan ini bukan sekadar agenda pembentukan penyelenggara Pemilihan Raya Mahasiswa (Pemira), tetapi juga menjadi bagian dari komitmen kampus dalam menanamkan nilai-nilai demokrasi, kejujuran, keadilan, dan tanggung jawab kepada mahasiswa.
Dalam sambutannya, Prof. Takdir Saili menegaskan bahwa KPU-M memiliki peran strategis dalam memastikan seluruh tahapan Pemira berjalan dengan baik, mulai dari persiapan, pelaksanaan, hingga penetapan hasil pemilihan.
Sementara itu, BAWASRA bertanggung jawab mengawasi jalannya proses pemilihan agar tetap sesuai aturan serta menjunjung tinggi prinsip demokrasi.
Rektor berharap seluruh pengurus yang telah dilantik dapat menjalankan amanah tersebut secara profesional dan independen. Integritas penyelenggara, menurutnya, menjadi salah satu kunci penting untuk membangun kepercayaan mahasiswa terhadap hasil Pemira.
“Pemilihan raya mahasiswa bukan sekadar agenda pergantian kepemimpinan organisasi kemahasiswaan, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran politik dan demokrasi bagi mahasiswa,” ujar Prof. Takdir.
Ia menjelaskan, melalui proses Pemira, mahasiswa memiliki kesempatan untuk belajar tentang kepemimpinan, menyampaikan aspirasi, menghargai perbedaan pilihan, serta memahami pentingnya partisipasi dalam pengambilan keputusan.
Karena itu, pelaksanaan Pemira diharapkan tidak hanya menghasilkan pemimpin baru organisasi kemahasiswaan, tetapi juga melahirkan generasi muda yang memiliki kesadaran demokrasi, sikap kritis, dan tanggung jawab terhadap lingkungan sekitarnya.
Lebih lanjut, Prof. Takdir menegaskan bahwa UHO terus mendorong terciptanya iklim akademik dan kemahasiswaan yang kondusif, partisipatif, serta demokratis.
Hal tersebut menjadi bagian dari komitmen universitas dalam mewujudkan UHO yang unggul, berdaya saing, dan berdampak.
Dengan dilantiknya KPU-M dan BAWASRA Tahun 2026, diharapkan seluruh tahapan Pemira UHO dapat berlangsung tertib, transparan, dan demokratis.
Pada akhirnya, keberhasilan Pemira bukan hanya diukur dari terlaksananya proses pemilihan, tetapi juga dari kemampuannya menghadirkan pemimpin mahasiswa yang memiliki legitimasi, dipercaya, serta mampu memperjuangkan aspirasi seluruh mahasiswa UHO.
Editor: Hasrul Tamrin











