KOLOMRAKYAT.COM: KOLTIM – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumangerukka, menyampaikan rasa syukur atas pelaksanaan panen raya Padi di Kabupaten Kolaka Timur yang tetap berlangsung di tengah kondisi kekeringan, Sabtu sore (31/10/2026).
Hal tersebut disampaikan Gubernur saat menghadiri sekaligus membuka secara resmi kegiatan Panen Raya Padi Sawah di Desa Iwoikondo, Kecamatan Loea, Kabupaten Kolaka Timur. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendukung peningkatan produktivitas pertanian dan pencapaian swasembada pangan secara berkelanjutan, sekaligus mendorong kesejahteraan petani.
Dalam sambutannya, Gubernur menyebutkan bahwa Kabupaten Kolaka Timur memiliki kontribusi sekitar 16 persen terhadap produksi padi di Sulawesi Tenggara. Menurutnya, kontribusi tersebut cukup signifikan sehingga perlu didukung dengan infrastruktur pertanian yang memadai.
“Kita patut bersyukur, di tengah kondisi kekeringan yang berkepanjangan, sore ini kita masih bisa melaksanakan panen padi,” ungkapnya, dikutip dari media sosial Dinas Kominfo Sultra, Minggu (1/11/2026).
Pada kesempatan tersebut, Gubernur juga menyoroti kondisi akses jalan menuju lokasi kegiatan yang masih perlu mendapat perhatian.
Ia meminta agar perbaikan infrastruktur jalan yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten dapat dituntaskan sesuai tanggung jawab masing-masing.
Selain pembenahan infrastruktur, Gubernur juga berpesan agar para petani mulai mengubah paradigma kerja menuju pertanian yang lebih profesional dan berbasis teknologi.
“Bertani tidak lagi sekadar menjadi pekerjaan biasa, tetapi harus dikembangkan sebagai profesi yang menjanjikan dan mampu memberikan penghasilan lebih besar,” ucap gubernur yang akrab disebut ASR itu.
Gubernur menggambarkan potensi ekonomi sektor pertanian melalui ilustrasi produktivitas sekitar 9 ton per hektare dengan harga gabah Rp7.200 per kilogram. Berdasarkan perhitungan tersebut, nilai penjualan kotor hasil panen dapat mencapai sekitar Rp64,8 juta per hektare dalam satu kali panen, sebelum dikurangi biaya produksi.
Ia juga mencontohkan seorang petani yang memiliki lahan seluas 30 hektare untuk menggambarkan besarnya peluang ekonomi dari usaha pertanian.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Gubernur mendorong penerapan teknologi dan penyediaan infrastruktur irigasi yang memadai agar frekuensi panen yang sebelumnya dua kali dalam setahun dapat ditingkatkan menjadi empat kali. Dengan demikian, produktivitas dan pendapatan petani diharapkan semakin meningkat.
Gubernur mengimbau seluruh pihak untuk mengantisipasi potensi cuaca ekstrem berdasarkan proyeksi BMKG. Hal ini menyusul kondisi kekeringan yang terjadi pada tahun ini dan perkiraan curah hujan tinggi yang berpotensi memicu banjir pada tahun mendatang.
“Berdasarkan data dari BMKG, tahun ini kita mengalami kekeringan, namun tahun depan diprediksi akan ada curah hujan tinggi yang berpotensi banjir. Oleh karena itu, mulai saat ini perlu dipersiapkan segala sesuatunya, termasuk penampungan air, sehingga nantinya dapat dimanfaatkan secara optimal,” ujarnya
Gubernur juga mengajak para petani untuk mensyukuri membaiknya harga gabah saat ini. Ia berharap kondisi tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus mendorong generasi muda untuk kembali menekuni sektor pertanian setelah menyelesaikan pendidikan. Menurutnya, bertani merupakan pekerjaan yang mulia.
Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan (Distanak) Sultra, Muhammad Taufik, melaporkan sejumlah bantuan sektor pertanian yang telah disalurkan kepada Kabupaten Kolaka Timur selama tahun 2025 hingga 2026.
Pada tahun 2025, bantuan yang disalurkan meliputi benih padi untuk lahan seluas 5.999 hektare, benih jagung hibrida untuk 1.378 hektare, pupuk padi untuk 3.640 hektare, serta pupuk jagung hibrida untuk 2.550 hektare.
Selain itu, terdapat pengadaan alat penyemprot (hand sprayer) sebanyak 202 unit dan alat serta mesin pertanian (alsintan), mulai dari traktor roda dua (TR2) hingga traktor roda empat (TR4), sebanyak kurang lebih 12 unit.
Dukungan lainnya berupa pembangunan jalan usaha tani sepanjang 250 meter, peningkatan jalan usaha tani sepanjang 420 meter, bantuan pupuk NPK sebanyak 42.800 kilogram, serta pengadaan ayam petelur beserta pakannya sebanyak 1.040 ekor.
Sementara pada tahun 2026, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara kembali mengalokasikan bantuan berupa kurang lebih 13 unit hand tractor, satu unit mesin panen, enam unit traktor roda empat, serta pembangunan jaringan irigasi tersier sepanjang 160 meter.
Melalui berbagai program dan bantuan tersebut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara menegaskan komitmennya untuk terus hadir mendampingi dan memberikan dukungan kepada para petani, khususnya di Kabupaten Kolaka Timur dan secara umum di seluruh wilayah Sulawesi Tenggara.
Taufik juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh petani, kelompok tani, penyuluh pertanian, serta pihak-pihak yang telah berkontribusi terhadap peningkatan produksi pertanian di Kabupaten Kolaka Timur. Ia berharap panen raya tersebut menjadi motivasi bagi petani untuk terus meningkatkan produksi pertanian.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Anggota DPR RI Dapil Sultra Jaelani, Pj. Sekda Sultra, Sekda Kabupaten Kolaka Timur, Wakil Ketua dan Anggota DPRD Kabupaten Kolaka Timur, Forkopimda Kab. Koltim, Ketua TP-PKK Provinsi Sultra, Para Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Lingkup lingkup Pemprov Sultra, Kepala BPS Sultra, Kepala Perum Bulog Sultra, camat dan kepala desa se-Kecamatan Loea, serta kelompok tani dan masyarakat setempat.
Editor: Hasrul Tamrin











