Muna Barat

Bupati Muna Barat Dorong Peningkatan Produksi Jagung dengan Dukungan Alsintan

1200
×

Bupati Muna Barat Dorong Peningkatan Produksi Jagung dengan Dukungan Alsintan

Sebarkan artikel ini
Bupati Muna Barat, La Ode Darwin (berdiri) saat berdialog dengan petani di Desa Lailangga dan desa sekitarnya. (Foto: Taohae/KR)

KOLOMRAKYAT.COM: MUNA BARAT – Pemerintah Kabupaten Muna Barat (Mubar) dibawah komando Bupati La Ode Darwin berkomitmen meningkatkan produktivitas jagung melalui optimalisasi lahan pertanian dan dukungan bantuan alat mesin pertanian (alsintan) modern.

Hal ini disampaikan langsung oleh Bupati Mubar, La Ode Darwin, dalam sosialisasi yang digelar di area pertanian Desa Lailangga, Kecamatan Wadaga, Rabu (16/04/2025). Sosialisasi tersebut dihadiri ratusan petani dari tujuh desa di wilayah tersebut yaitu Lailangga, Lasosodo, Wakontu, Lakanaha, Katobu, Lindo, dan Kampani.

Dalam kegiatan yang juga dihadiri Kepala Dinas Pertanian, Kepala Bulog Muna, dan unsur Forkopimda ini, Bupati Darwin mendengarkan langsung keluhan petani mengenai kendala yang dihadapi, seperti keterbatasan akses alsintan modern, bibit, pupuk, pestisida, dan infrastruktur pertanian.

Menangapi hal itu, Bupati La Ode Darwin menyatakan, dalam waktu dekat sekira bulan Juli atau Agustus 2025 akan mengadakan 3 unit Ekskavator yang ditempatkan di 3 wilayah besar, Tiworo Raya, Lawa Raya, dan Kusambi Raya untuk memperbaiki atau merombak lahan-lahan pertanian.

Baca Juga :  Kepala Desa Tangkumaho Inisiatif Timbun Jalan Berlubang Demi Kenyamanan Warga Rayakan Lebaran

“InsyaAllah dalam waktu 2 sampai 3 tahun ke depan kita akan adakan Ekskavator di setiap kecamatan nantinya,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, terkait pembangunan jalan usaha tani (JUT) dan jembatan akan diprioritaskan dan segera dicek langsung oleh Dinas Pertanian. Pemerintah juga akan menyediakan 30 unit jonder di tahun 2025 ini, dengan rencana penambahan unit di tahun-tahun berikutnya sesuai kemampuan keuangan daerah.

Bupati Darwin juga menekankan upaya untuk meminimalisir ketergantungan sektor pertanian pada musim selama ini.

“Kita akan memfasilitasi pengairan di lahan pertanian melalui sumur bor dan pemanfaatan air sungai,” ujarnya.

Soal pemasaran, Bupati Darwin memberikan kabar gembira. “Saat ini, kami bersama Kepala Bulog telah mendengarkan langsung keluhan masyarakat. Bulog menjamin akan membeli jagung petani dengan harga Rp5.500 per kilogram,” ungkap Bupati.

Baca Juga :  LM Dahrit Terpilih jadi Kepala Desa PAW Wantiworo, Ajak Seluruh Elemen Masyarakat Bangun Desa

Pemerintah Kabupaten Muna Barat juga telah menyiapkan bibit Jagung sesuai dengan keinginan para petani yakni bibit Jagung Bisi Dua sebanyak 22.500 ton untuk lahan seluas 1.500 hektar.

“InsyaAllah, dua atau tiga Minggu ke depan bibit Jagung Bisi Dua ini sudah disalurkan kepada petani. Kita akan lakukan penanaman serentak,” jelasnya.

Darwin mengaku optimistis dengan program ini dan sudah melakukan perhitungan dengan estimasi lahan satu hektare jika ditanam bibit jagung bisa menghasilkan jagung enam ton sekali panen.

“Jadi, kalau kita dapat enam ton jagung dan harga jagung Rp5.500 per kilogram maka petani kita dapat menghasilkan uang sekitar Rp33 juta. Bibit dan pupuk akan disiapkan oleh pemerintah daerah, dan masyarakat tinggal melakukan perawatan saja,” bebernya.

Selain itu, Bupati juga membeberkan bahwa di tahun ini Pemda Muna Barat mengadakan bibit ayam petelur sebanyak 20 ribu ekor yang didukung dengan pengadaan pakannya sampai pada waktunya bertelur. Hal ini akan didampingi dan perjanjian dengan pemerintah.

Baca Juga :  Bupati La Ode Darwin Dorong Petani di Lawada Jaya dan sekitarnya Tingkatkan Produksi

“Jadi, misalnya kita berikan 1.000 ekor harus meningkat menjadi 1.200 ekor sebagai bentuk keuntungan atau peningkatan,” jelasnya.

Bukan hanya itu, Darwin juga akan mengadakan bibit ayam potong sebanyak 5000 ekor yang akan dibagikan keseluruh desa yang akan difasilitasi oleh kepala desa serta hasilnya akan terus di pantau oleh pemerintah daerah. Selanjutnya pengadaan bibit sapi sebanyak 500 ekor, dengan catatan tidak boleh dijual dalam waktu dekat sebelum berkembang biak dan hal ini akan terus dipantau pemerintah.

“Semua program ini akan terus kami pantau untuk memastikan keberhasilannya,” tutup Bupati Darwin.

 

 

Laporan: Taohae
Editor: Hasrul Tamrin

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!