/*
Breaking News
*/
Kolom Sultra

Semarak HUT Ke-81, TNI Gandeng 30 UMKM Sediakan 3.000 Porsi Makanan untuk Rakyat

39
×

Semarak HUT Ke-81, TNI Gandeng 30 UMKM Sediakan 3.000 Porsi Makanan untuk Rakyat

Sebarkan artikel ini
(Foto: Hasrul/KR)

KOLOMRAKYAT.COM: KENDARI – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, tidak hanya diisi dengan upacara. TNI juga menggelar makan bersama masyarakat dengan menyediakan sekitar 3.000 porsi makanan yang melibatkan 30 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk nyata kedekatan TNI dengan masyarakat sekaligus upaya memberdayakan pelaku UMKM di sekitar lokasi kegiatan.

Komandan Korem (Danrem) 143/Halu Oleo, Brigjen TNI Raden Wahyu Sugiarto, mengatakan seluruh makanan yang disajikan dalam kegiatan makan bersama tersebut dipesan dari UMKM lokal, bukan dari restoran atau penyedia makanan besar.

“UMKM yang ada di sekitar sini ada 30 gerobak kita kumpulkan di sini, kemudian kita makan bersama-sama masyarakat,” kata Brigjen TNI Raden Wahyu Sugiarto, usai ramah tamah HUT TNI di Bala Prajurit TNI Korem 143/HO, Senin (5/10/2026).

Ia menjelaskan, setiap UMKM menyediakan porsi makanan sesuai pesanan sehingga secara keseluruhan terkumpul sekitar 3.000 porsi untuk dinikmati bersama masyarakat dan personel TNI.

Baca Juga :  Gubernur dan Wakil Gubernur Sultra Jadwalkan Safari di 17 Kabupaten dan Kota Selama Ramadan

“Kita pesan 200, 200, 200 porsi. Dengan 30 UMKM yang kita hadirkan bisa sekitar 3.000 porsi. Jadi masyarakat kita sampaikan, kegiatan ini makan bareng di sini,” jelasnya.

Menurut Danrem, makan bersama tersebut juga menjadi momentum bagi personel TNI untuk berbaur dan berkomunikasi langsung dengan masyarakat.

Personel TNI yang sebelumnya mengikuti upacara HUT ke-81 TNI juga turut menikmati makanan bersama masyarakat.

“Intinya kita makan bersama masyarakat dengan memberdayakan UMKM. Kita tidak membeli dari restoran. Teman-teman wartawan bisa lihat, ini gerobak-gerobak semua. Yang di dalam juga dari gerobak, hanya kita kemas karena tidak mungkin gerobaknya dimasukkan ke dalam,” ujarnya.

Di sisi lain, Brigjen TNI Raden Wahyu Sugiarto menegaskan, keterlibatan TNI dalam berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan yang diselenggarakan selama peringatan HUT ini merupakan bagian dari implementasi Operasi Militer Selain Perang (OMSP).

Baca Juga :  Wakil Gubernur Sultra Terima Kunjungan Kerja Komisi II DPR RI Bahas RUU Kabupaten/Kota

Menurutnya, TNI memiliki peran membantu pemerintah daerah maupun masyarakat dalam berbagai kondisi, termasuk penanganan bencana alam dan kegiatan sosial lainnya.

“Ini implementasi dari OMSP, Operasi Militer Selain Perang. Membantu pemerintah daerah, membantu masyarakat, bencana alam dan sebagainya,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya seluruh prajurit menjaga hubungan baik dengan masyarakat. Hal tersebut, kata dia, sejalan dengan nilai-nilai dalam Delapan Wajib TNI yang menekankan pentingnya kemanunggalan TNI dengan rakyat.

“Kita memberikan penekanan kepada seluruh anggota. Kita punya Delapan Wajib TNI, bagaimana kita tidak boleh menyakiti masyarakat,” tegasnya.

Danrem menambahkan, setiap pelanggaran yang dilakukan anggota TNI, terutama jika menyangkut tindakan yang merugikan atau menyakiti masyarakat, akan ditindak sesuai aturan.

“Kalau ada anggota yang melakukan pelanggaran kemudian menyakiti masyarakat, tentunya akan kita hukum. Jadi jangan khawatir. Kita akan berlaku adil,” ujarnya.

Menurutnya, langkah penegakan aturan tersebut diperlukan untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi TNI.

Baca Juga :  Peringati Hari Kenaikan Yesus Kristus, Umat Kristiani di Kendari Gelar Donor Darah

“Doktrin kita, Delapan Wajib TNI mengatakan bahwa TNI dengan masyarakat harus manunggal dengan rakyat. Kalau ada yang melanggar, kita tindak lanjuti,” katanya.

Ia mengakui, dengan jumlah personel yang cukup besar di wilayah Sulawesi Tenggara, tetap ada kemungkinan munculnya pelanggaran yang dilakukan oknum. Namun, hal tersebut tidak boleh dibiarkan dan akan ditangani sesuai ketentuan.

“Namanya manusia, mungkin dari sekian ribu anggota di wilayah Sultra ini ada satu dua yang agak aneh-aneh. Tetapi kita tindak lanjuti,” ucapnya.

Ia menegaskan, penegakan disiplin bukan hanya untuk memberikan efek jera, tetapi juga sebagai bentuk komitmen TNI dalam menjaga kepercayaan dan kecintaan masyarakat.

“Selain sebagai efek jera, kita juga menegakkan aturan. Kita menjaga supaya masyarakat tetap mencintai TNI. Sekarang yang kita peroleh, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap TNI tinggi, dan itu harus kita jaga,” pungkasnya.

 

 

Laporan: Hasrul Tamrin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!